Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Mencari


__ADS_3

"Terimakasih Mr sudah mempercayakan perusahaan kami untuk mitra kerjasama nya" ujar Nisa sopan sambil mengulurkan tangannya.


"Sama-sama untuk selanjutnya akan di urus oleh Asisten saya" ucap Mr.Lie menjabat tangan Nisa lalu segera pergi.


Nisa tersenyum bahagia karena sepulang dari Bali dia akan mendapatkan bonus dari Tama,Nisa sangat bahagia karena dia tidak perlu memusingkan biaya pengobatan bunda nya.


"Kamu sangat bahagia?" tanya Ardian


"Hmmm....Jika aku bisa menyakinkan Mr.Lie bonus ku akan cair,itu tandanya bunda tidak perlu takut untuk berobat karena aku memiliki uang lebih" jawab Nisa membuat Ardian terdiam,Nisa benar-benar mementingkan nasib ibu nya,kemana saja dia selama ini mommy nya hanya meminta nya menikahi perempuan tangguh ini dia justru malah cuek.


"Nis....aku kagum pada mu" aku Ardian


"Kagum??? atas dasar apa kamu kagum,apa karena aku gendut " ujar Nisa membuat Ardian tersenyum kecil


"Iya karena aku gendut kamu kagum?" tanya Nisa lagi


"Nis,aku serius menikah dengan ku semua nya akan baik-baik saja "


"Ar.... kehidupan ku tidak seperti yang kamu kira,aku hidup dari keluarga sederhana dan aku memilih banyak-"


"Nis...aku akan menerima semua nya" potong Ardian membuat Nisa terdiam


"Kita bahas saat di Jakarta,saat ini aku ingin sedikit bersenang-senang karena sudah mendapatkan tanda tangan kontrak nya" ucap Nisa mengangkat berkas penting nya.


****


"Harus mencari di mana" gumam Devan bingung,dari tadi dia berkeliling tapi tak menemukan perempuan yang menolong nya semalam.


"Apa gue tunggu di sini" ujar Devan berdiri di gang sempit tempat semalam perempuan itu mencium nya.


"Nggak mungkin dia datang kemari" lanjut Devan seperti kebingungan sendiri

__ADS_1


Devan seperti terhipnotis oleh kecantikan perempuan itu membuat Devan tidak bisa tidur semalaman memikirkan nya, menurut Devan perempuan itu tidak jago dalam berciuman tapi dia cukup berani mengambil resiko menyelamatkan nyawa nya semalam.


Devan memutuskan untuk keluar masuk toko agar bisa bertemu perempuan itu tapi sepertinya takdir baik belum berpihak pada nya hingga dia tidak bisa menemukan keberadaan gadis itu .


Lelah... hari yang sangat melelahkan untuk Devan mencari sosok perempuan yang tidak di ketahui alamat dan nama nya,sama seperti mencari jarum di tumpukan jerami.


Devan duduk di salah satu kafe untuk menikmati secangkir kopi agar pikiran nya fresh,saat melihat kiri-kanan dan kedepan justru Devan melihat sosok perempuan cantik berlesung pipi sedang tersenyum manis pada teman-teman nya.


"Dia.... perempuan penolong itu" sentak Devan seketika


Devan segera berlari keluar dari kafe,tapi saat di pintu keluar dia malah di tahan karena lupa membayar kopi nya membuat Devan lagi-lagi terkena masalah.


"Saya sudah bayar semua nya biarkan saya pergi" pinta Devan


"Tidak semudah itu pak,anda berusaha untuk lari dari kafe ini tadi" kekeh sang pelayan kafe membuat Devan geram,dia harus mengejar perempuan yang dia cari seharian ini tapi hanya gara-gara segelas kopi dia harus kehilangan jejak perempuan penolong itu.


Devan menghela nafas panjang mau tak mau dia harus menghubungi Ardian untuk menyelesaikan masalah ini.


"Ada apalagi Van, kau mengganggu kencan pertama kami"ucap Ardian datar,dia sedang makan di salah satu restoran bersama Nisa tapi Devan malah mengacaukan semua nya.


"Pelayan kafe ini menyandera ku Ar,dia mengira aku akan lari tanpa membayar segelas kopi ini"tunjuk Devan pada segelas kopi


"Tunjukan pada nya siapa aku Ar,beri pelayan ini pelajaran kalau perlu rubuh kan bangunan ini dan beli" kesal Devan


"Van,ini di tempat orang,ada peraturan dan ada adat-istiadat nya tidak bisa seenak kita" bisik Ardian


"Coba kamu pikirkan tidak mungkin aku akan membawa kabur segelas kopi itu, sangat keterlaluan"


"Ya aku mengerti, mungkin kamu tadi buru-buru tapi kita juga harus menghargai mereka, bisa saja dia harus mengganti kopi yang kamu minum itu dengan memotong gaji nya"


"Ar...kamu membelanya? Nis, katakan pada kekasih mu ini untuk membela ku,aku Sepupunya bukan pelayan itu" tunjuk Devan

__ADS_1


"Van, tenang dulu.. Ardian pasti tau cara menyelesaikan nya" ujar Nisa menenangkan Devan yang terlihat sangat kesal


Ardian meninggalkan kartu nama nya pada karyawan kafe.


"Jika ingin meminta ganti rugi silahkan datang ke kantor ku,aku masih banyak pekerjaan lain lagi,kami hanya beberapa hari di sini jika ada yang di rugi kan datang ke hotel tempat kami menginap di hotel X"ujar Ardian


Pelayan kafe ini seperti terhipnotis dengan ketampanan Ardian,dia hanya mengangguk patuh pada setiap perkataan Ardian membuat Nisa jengah.


Nisa menarik tangan Ardian lalu membawa nya pergi.


"Kenapa terburu-buru?" tanya Ardian


"Kenapa kamu begitu ramah, biasanya juga dingin"ketus Nisa


"Kamu cemburu?"


"Tidak!" jawan Nisa cepat


"Kalau tidak kenapa cemberut begitu"


"Siapa juga yang cemberut,ini senyum " ujar Nisa memaksa senyuman di wajah cubby nya membuat Ardian gemas dan menarik pipi Nisa


"Aww.....sakit" rengek Nisa mengelus pipi nya


"Kamu semakin hari semakin Cubby"


"Bilang saja gendut"


"Hahaha....... cubby sayang" goda Ardian membuat Nisa tersipu karena panggilan sayang Ardian.


"

__ADS_1


__ADS_2