
Vina menghempaskan tubuhnya keatas ranjang hari ini cukup melelahkan setelah menemani Satria di kantor, Mereka ke mall untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga,ini hari pertama mereka menjalani kehidupan rumah tangga sesungguhnya, berbelanja bulanan dan memilih barang belanjaan yang di butuhkan Satria mau dirinya dan mulai belajar mengetahui kesukaan masing-masing.
"Lelah??" tanya Satria yang baru masuk kedalam kamar setelah meletakkan belanjaan nya ke dapur
"Lumayan" jawab Vina sambil memejamkan matanya menikmati hembusan pendingin ruangan
"Ganti dulu pakaian nya baru lanjut tidur"
"Berikan aku istirahat sejenak" jawab Vina tak membuka matanya
Satria mengambil tas Vina dan ponsel nya yang berada di atas ranjang lalu memindahkan nya keatas meja hias, Satria sendiri langsung melepas kan pakaian nya dan segera mandi,dia ingin membuat kan makanan untuk makan malam mereka nanti.
***
"Alhamdulillah anak Bella sehat pa" ujar April pada Haikal
"Tidak lama lagi kita akan jadi oma dan opa"
"Vina dan Satria?" tanya Haikal
"Satria sedang sibuk di kantor pa,dan ada beberapa pekerjaan yang ikut membawa Vina,bunda senang melihat kehidupan Satria saat ini meskipun mereka menikah karena kesalahan tapi sepertinya rumah tangga mereka bahagia"
"Ingat kan Satria jangan membawa Vina terus bun,nanti malah lelah"
"Iya pa,tadi bunda juga sudah katakan pada Vina begitu,berdo'a saja pa agar tidak terjadi apa-apa dengan cucu-cucu kita"
"Amiin,,papa selalu mendo'a kan mereka bu,agar selalu di limpahan kesehatan serta rezeki"ujar Haikal dan di anggukki April.
****
Vina membuka kelopak mata melirik kearah jam dinding kamar mereka sudah pukul 7 malam.
"Astaga......aku tertidur lelap" ucap Vina segera bangkit dan menuju kamar mandi
Vina mengguyur tubuhnya dengan air hangat agar terasa rileks, memang cukup melelahkan hari ini tapi dia tak boleh melewati makan malam bersama suaminya kasihan Satria jika harus makan malam sendiri.
Setelah memasang pakaian nya Vina segera keluar kamar,sudah tercium harus bau masakan yang di buat Satria hingga membuat perut Vina berbunyi.
"Maaf kan aku" ujar Vina pelan membuat Satria yang sedang memasak sayur capcay mengadakan kepalanya
__ADS_1
"Sudah bangun,,aku baru saja berniat membangun kan mu setelah sayur ini selesai"
"Apa yang bisa aku bantu" ucap Vina tak enak hati pada suaminya ini
"Duduk saja di meja makan,aku sudah menyiapkan makanan nya, sebentar lagi sayur nya masak" sahut Satria
Vina mengangguk patuh dia mendekati meja makan yang sudah tersedia nasi dan goreng ayam balado serta teh yang masih hangat,Vina semakin tak enak hati melihat semua ini dia merasa gagal menjadi seorang istri padahal ini semua baru saja di mulai.
"Tara.......ini sayur capcay nya,ayo cuci tangan mu kita makan" ajak Satria
Vina segera berjalan kearah wastafel dan mencuci tangan nya lalu mengambil kan nasi untuk Satria, meskipun bukan dia yang memasak setidaknya mengambil kan nasi untuk Satria bisa sedikit mengobati rasa bersalah nya.
Vina menyuapi makanan kedalam mulutnya tapi wajahnya masih sedikit lesu
"Kenapa?? tidak enak?" tanya Satria di jawab gelengan oleh Vina
"Lalu??"
"Aku merasa bersalah karena bukan aku yang menyiapkan mu makanan" jawab Vina jujur
"Sudah,lain kali kan bisa,saat ini biarkan aku yang melayani mu,kau cukup mempersiapkan diri untuk melayani ku yang lain" goda Satria membuat wajah Vina memerah malu
Setelah makan malam Vina berjalan keruang televisi sudah lama dia tak menonton acara televisi kesukaan nya sedangkan Satria menuju ruang kerja nya.
Vina dari tadi mengotak-atik ponsel nya berkirim pesan pada Via sahabat nya.
Dari tadi Vina menunggu balasan dari Via tapi tak kunjung di balas oleh perempuan itu membuat Vina memutuskan untuk menghubungi nya.
"Hallo Vi,dimana???"
"Hallo Vin"
"Elo lagi di mana"
"Aw....pelan sayang" ujar Via dari sebrang sana"
"Vi....elo di mana??" tanya Vina penasaran
"Gue....ahhh.....gue....."
__ADS_1
"Vi...elo lagi ngapain, elo nggak papa kan?" tanya Vina sedikit khawatir
"Jangan terlalu kuat sayang,ahh....ahhh"
"Vi....." pekik Vina
"Gue di hotel Vin" jawab Via membuat Vina segera mematikan ponsel nya.
"Brengsek lo Vi" kesal Vina
Pikiran Vina traveling kemana-mana hingga memikirkan saat pertama kali dia dan Satria melakukan nya membuat Vina tersenyum sendiri sambil menggelengkan kepalanya.
"Vin.....sadar.....sadar,nggak mungkin lo yang minta duluan"gumam Vina pelan sambil mengatur napas nya pelan.
Satria yang sedang keluar dari ruang kerja nya karena kehausan melihat Vina tersenyum sendiri menjadi curiga dan mendekat.
"Vin,, kenapa??" tanya Satria membuat Vina kaget
"Hmmmm nggak,,itu Vi-a di hotel"
"Hotel??" tanya Satria heran
"Bukan,,itu .....Via sedang dengan Cowoknya,eh teman nya" jawab Vina gugup sambil menggigit bibir bawahnya bingung
"Kenapa?" tanya Satria lebih dekat membuat jantung Vina berdetak kencang, tubuh nya serasa di sengat listrik saat ini.
Satria makin penasaran pada istrinya ini, Satria memegang dahi Vina tapi tak terasa panas.
"Kamu sakit?" tanya nya tapi di jawab dengan gelengan
"Lalu? ingin sesuatu?" tanya Satria lagi dan di jawab Vina pelan
"Katakan ingin apa"
Vina mendekat kan bibir nya di telinga Satria
"Kamu,,aku ingin kamu....!!!" jawab Vina pelan sambil menahan malu sedangkan Satria terdiam kaku mendengar penuturan Vina.
"Apa kamu tak menginginkan ku malam ini?" lanjut Vina berjalan cepat kearah kamar karena malu sedangkan Satria masih berdiri tak percaya di depan televisi yang masih menyala.
__ADS_1