Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
polos


__ADS_3

Haikal sedang menikmati teh hangat nya di teras rumah sambil bermain ponsel pintar nya, setelah bercerai dari Karin,Haikal mulai bermain sosial media untuk menjadi penghibur dirinya di saat suntuk.


Beberapa perempuan dia kenal dari sosial media nya,bukan hanya satu-dua yang menggoda nya banyak wanita hanya Haikal saja yang masih pilah-pilih dia tak ingin gagal lagi meskipun dia tau kalau Satria juga merindukan sosok Mama,sudah enam bulan belakangan ini Satria tak pernah lagi bertemu Karin,bahkan Satria pun tak tau dengan kabar Karin saat ini.


"Papa...." Pekik Satria keluar rumah sambil membawa dua robot kesayangan nya


"Pa,Satria mau helikopter terbaru pa" rengek Satria


"Helikopter yang kemarin mana sayang?"


"Itu terlalu kecil Satria mau yang besar" rengek bocah ini lagi


Tiba-tiba Haikal teringat akan Vino,bocah yang tadi merengek menagih janji pada bunda nya,sudah pasti bocah seusia Vino dan Satria tidak jauh-jauh dari mainan,bocah sebesar mereka tidak ada pikiran lain selain dunia bermain.


"Bagaimana kalau besok kita ke mall beli mainan baru" usul Haikal dan langsung di jawab anggukan oleh Satria

__ADS_1


"Tapi boleh papa ajak teman?"


"Teman?" tanya Satria


"Ya,teman untuk Satria,usia kalian hampir sama mungkin saja bisa jadi memang sebaya" jelas Haikal lagi


"Dimana papa menemukan nya?" tanya Satria heran tidak pernah papa nya mengenalkan dia dengan anak teman nya


Haikal tampak berpikir sejenak dia bingung untuk menjawab pertanyaan Satria kali ini


"Baiklah besok kita pergi" ucap Satria tersenyum manis dan mencium pipi Haikal lalu masuk kedalam rumah mencari oma dan opa nya


Haikal tiba-tiba teringat akan sosok April perempuan tangguh dan memang lumayan cukup cantik natural tapi sedikit cengeng, Haikal menarik sudut bibirnya kecil ntah kenapa tiba-tiba hati nya ingin mencari tau kehidupan April lebih detail lagi.


****

__ADS_1


"Bun,kenapa om tadi tidak menjadi ayah Vino saja?" tanya Vino polos


" Stttt..... mana bisa begitu sayang,om tadi sudah punya istri dan anak" jawab April menutup mulut Vino dengan telapak tangan nya dia takut ibu nya mendengar karena ibu April sudah beberapa kali membujuk April untuk segera menikah melupakan Ayah Vino tapi April yang memang belum memikirkan kearah sana,dia harus fokus pada ibu dan anak nya.


"Kenapa bukan bunda yang jadi istri nya?" tanya Vino lagi membuat wajah April memerah


"Nak, kita tidak boleh memaksakan kehendak kita,bunda dan om itu punya kehidupan masing-masing jadi tidak bisa sesuai kemauan Vino, Vino kan sudah punya bunda dan nenek kenapa harus ada orang lain lagi" jelas April pelan


"Punya ayah seperti om itu pasti enak ya bun,orang kaya....!! seperti nya Sultan bun,Vino bisa beli apa pun yang Vino mau,bisa borong mainan bun" ucap Vino terkekeh kecil membayangkan dia bisa belanja banyak tanpa harus merengek pada bunda nya dan dia bisa memamerkan nya pada teman-teman nya nanti.


"Dari mana Vino tau kata sultan sayang?"


"Arya yang bilang bun, katanya orang kaya itu Sultan bisa belanja apa saja" jawab bocah itu polos


April menggeleng kan kepala nya,Vino benar-benar bocah polos dia hanya menilai sesuatu dari luar nya saja.

__ADS_1


"Sudah ayo tidur hari sudah malam jangan berpikir aneh-aneh sayang" ucap April menarik Vino kedalam pelukannya dan menepuk pelan bokong anak nya ini.


__ADS_2