Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Luna


__ADS_3

Ardian keluar dari ruangan papi nya tapi tak melihat Nisa,di mana perempuan bawel itu, biasanya dia selalu standby di depan ruangan papinya tapi kenapa kali ini tidak ada.


"Kemana Nisa?" tanya Ardian pada salah satu karyawan


"Pantry pak" jawab Dinda


Ardian mengangguk lalu pergi ke arah Pantry,kenapa Anisa ke pantry bukan nya tugas membuat kan minuman itu sudah ada OB pikir Ardian sambil berjalan penasaran.


Dilihat nya perempuan bertubuh montok itu sedang kesusahan meraih sesuatu karena terletak di lemari gantung.


Ya,Nisa membawa keperluan nya sendiri karena Nisa perempuan yang sangat menjaga pola hidup nya, belajar dari pengalaman mama nya yang mengalami banyak penyakit membuat Nisa harus menjaga ketat kesehatan tubuh nya karena dia tulang punggung keluarga,Nisa mensugesti dirinya sendiri tidak boleh lelah dan sakit karena banyak orang yang membutuhkan tenaga nya terutama pak Tama serta Bunda nya.


Ardian terus memperhatikan perempuan cantik yang tinggi hanya sebatas kuping nya ini..


"Yah... malah makin jauh" keluh Nisa semakin kesulitan meraih toples gula saset yang sudah di siapkan nya.


Ardian berjalan mendekati Nisa lalu meraih tempat gula tersebut lalu memberikan nya pada Nisa,Nisa melihat kearah Ardian,tumben lelaki sombong ini mau membantu nya.


"Jangan salah paham,aku hanya takut baju mu robek karena ini" tunjuk nya pada kotak gula

__ADS_1


"Perusahaan tidak menyiapkan ukuran baju untuk mu" lanjut Ardian tersenyum kecil lalu segera pergi membuat Nisa kesal


"Ardian.......!!!!!! cowok bego, nyebelin" pekik nya kesal karena lagi-lagi Ardian mengejek fisiknya yang di rasa Nisa sudah sangat sempurna tapi menurut Ardian malah kegendutan.


"Awas saja kalau kamu beneran jadi suamiku, bakalan aku siksa" gerutu Nisa


Ardian tersenyum sendiri mengingat ekspresi Nisa yang kesal pada nya,dia tidak bermaksud menjahili Nisa tapi setiap melihat wajah Nisa membuat Ardian gatal untuk mengganggu nya.


****


"Lain kali tolong di perhatikan lagi di bagian ini ya,saya tidak mau terjadi kesalahan lagi dan harus mengulang karena ini proyek penting " ucap Andre pada Kiara


"Baik pak akan segera saya perbaiki "


"Kenapa sayang?" tanya Andre pada Luna akan perempuan nya


Luna hanya menggeleng kan kepala lalu menangis di pelukan papa nya


Pengasuh Luna masuk dan menunduk kan kepala nya

__ADS_1


"Kenapa mbak?" tanya Andre pada pengasuh Luna


"Neng luna marah pak, karena dia mau nya di jemput sama mama nya"jawab Mbak Aida membuat Andre menghela nafas berat


Luna bocah lima tahun yang masih haus kasih sayang orang tua nya,mama Luna pergi meninggalkan Luna dan Andre karena lebih memilih karir nya menjadi Manager di perusahaan Luar negeri padahal Andre juga cukup mapan tapi tak membuat nya puas dengan kekayaan yang di berikan Andre.


"Una mau di jemput ma-ma pa, temen-temen Una sem-ua nya punya ma-ma,cuma Una yang nggak punya mama" cerita Luna sambil mengisak membuat Kiara tersentuh hatinya,dia bisa merasa kan kesedihan Luna.


"Iya papa tau tapi Una nggak boleh nangis,Una anak kuat bukan,besok papa aja yang jemput Una ya" bujuk Andre


"Nggak,,,,Unaa mau nya mama bukan papa!" tegas Luna tanpa bisa di tawar lagi


"Tapi-"


"nggak.... nggak....." pekik Luna sambil menangis membuat Andre tak bisa menjawab apa-apa lagi,dia tau Luna butuh peran seorang mama karena anak seusianya lebih dekat pada seorang ibu dari pada ayah tapi Andre bisa apa, sampai saat ini dia belum menemukan sosok perempuan yang bisa menjadi ibu sambung untuk Luna, karena Andre tidak mau egois dengan memaksa menikah tapi justru sang istri tidak terima dengan kehadiran Luna nantinya, apalagi jika memiliki anak lagi Andre tidak ingin ada perbandingan antara Luna dan adiknya kelak.


"Bagaimana jika Una main keruangan Tante,Una bisa belajar banyak sayang" tawar Kiara karena melihat sang Atasan kewalahan menghadapi anak nya yang sedang menangis, seketika Luna berhenti menangis dan menatap Kiara,Luna melihat Kiara sangat cantik dan rapi,Luna menyukai kerapian.


"Boleh?" tanya Luna pada Andre dan di jawab Anggukan oleh Andre

__ADS_1


"Tapi jangan menganggu tante Kiara ya,tante itu harus bekerja" ingat Andre dan di jawab jempol oleh Luna lalu turun dari pangkuan papa nya dan menarik tangan Kiara cepat.


"Hey.... hati-hati Lun,nanti jatuh" ingat Andre tapi Luna malah tertawa kecil menanggapinya.


__ADS_2