
Seperti janji Haikal dia mengantar kan Karin untuk pulang kerumahnya bahkan Satria pun di ajak nya ikut serta.
"Ini ada sedikit uang untuk mu rin, aku tidak bisa membantu banyak jadi dipergunakan lah sebaik mungkin dan kapan pun kau ingin melihat Satria aku persilahkan" ucap Haikal mengeluarkan amplop yang cukup tebal dan memberikan nya pada Karin
"Mas tidak perlu aku masih bisa bekerja setelah ini" tolak Karin halus
"Terima saja,anggap ini hadiah dari ku"
"Tapi-"
"Sudah....ambil..!!,aku tak ada waktu banyak rin, semoga ini bisa bermanfaat untuk mu, Satria ingin main bersama mama dan oma? jika iya papa tinggal kan di sini,besok atau lusa akan papa jemput kembali" tawar Haikal
" Boleh?" tanya Satria
__ADS_1
"Hmmmm....jangan nakal dan menyusahkan oma,kasihan Mama sedang sakit" ujar Haikal mengusap kepala Satria dan mencium anak lelaki nya ini,Satria melonjak kegirangan dia juga sudah merindukan mama nya setelah lama berpisah
"Terimakasih mas,sekali lagi terimakasih" ucap Karin menunduk malu
"Ya sudah aku pamit dulu,titip Satria ya,bu saya pamit pulang" ucap Haikal pergi melenggang keluar rumah
Karin menatap sendu kepergian Haikal, lelaki yang dulu memuja nya karena sudah melahirkan anak kini seolah menjaga jarak dari nya.
"Dulu kamu yang bilang sudah tidak sanggup lagi bersama nya dan sekarang malah kamu yang menyesal" ucap Bu Warsi yang tau tatapan sedih Karin
"Bukan mempermainkan tapi menguji tingkat kesabaran,hanya saja manusia nya yang tidak sabar dan akhirnya menyesal" potong Bu Warsi
"Apapun yang terjadi aku tidak ingin anak ini di gugurkan bu,aku ingin hidup dengan nya meskipun tanpa suami,aku pasti bisa" kekeh Karin karena kemarin bu Warsi minta anak nya di gugur kan,jika anak itu lahir hanya akan jadi aib keluarga saja lebih baik di gugur kan.
__ADS_1
"Terserah kamu ibu tidak mau mengurus nya nanti" oceh Bu Warsi kesal lalu mengajak Satria untuk pergi bermain.
Karin terdiam dia tak bisa berbicara apa-apa saat ini memang dia yang salah meminta pembelaan pun tidak akan mungkin.
Kehidupan Damian dan Adel saat ini sangat sempurna,dia limpahan kebahagiaan dan keharmonisan jauh berbeda dengan Karin yang saat ini nelangsa akibat dari perbuatannya.
****
Semalaman Karin berpikir panjang apa yang harus dia gunakan dengan uang pemberian Haikal ini, usaha apa yang akan dia rintis dengan keadaan perut membuncit jika bekerja terus terang dia tidak sanggup.Sangat melelahkan untuk nya.
Seperti nya Karin memiliki ide untuk berjualan saja di rumah secara kecil-kecilan,ibu nya pasti mau membantu nya jualan tapi bagaimana orang mau membeli sedangkan perut nya sekarang makin besar tanpa suami....!
"Aku harus pindah terlebih dahulu dan mengatakan suami ku meninggal" gumam Karin bermonolog pada dirinya sendiri
__ADS_1
"Iya...hanya itu jalan yang bisa aku tempuh tanpa ada yang curiga"
Karin membuka amplop dari Haikal dan menghitung nya,waw jumlah nya cukup banyak,dua puluh juta jika di manfaatkan dengan toko kelontong pasti bisa,karin pun masih ada tabungan untuk mengontrak rumah yang strategis,Karin segera bersiap dia harus mencari rumah hari ini agar bisa segera pindah karena semakin cepat akan semakin baik dia sudah lelah untuk menangisi kehidupan nya. saat ini waktu nya bangkit kembali tak kan ada yang kasihan pada nya jika bukan dia sendiri yang berjuang, kesalahan di masa lalu membuat Tuhan marah dan memberikan dia hukuman.