Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
menyesal


__ADS_3

Sam bersiap menarik bantal dan selimut nya untuk berpindah ke sofa tapi tangan Keyla segera menghalangi Sam.


"Kenapa?" tanya Sam bingung,dia berpikir tidak ada yang salah


"Tidur di si-ni sa-ja" jawab Keyla gugup


"Disini!!! satu ranjang??"tanya Sam tidak percaya


"Hmmm....tapi di batasi oleh bantal dan guling" ucap Keyla cepat


"Tidak masalah, yang jelas tubuh ku tidak pegal seperti tadi pagi"


"Tapi tidak boleh melewati pembatas kak,jika kakak melanggar kembali ke sofa" ancam Keyla dan di anggukki Sam setuju,dari pada tidur di sofa pilihan ini lebih baik pikir Sam.


"Ayo tidur besok kakak harus segera ke kantor" perintah Keyla sambil menarik selimut nya.


****


Vivian terbangun dan melihat tubuh nya yang tanpa sehelai benang pun, terasa perih di bagian sela*ngk*ng*n nya efek semalam Alex bermain sesuka hati nya pada Vivian.


Di tarik nya pakaian yang berserakan di lantai lalu menutupi tubuh nya, Vivian segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya,saat ini hanya satu yang bisa dia ingat yaitu Sam, lelaki yang tidak pernah mengasarinya sekali pun.


"Sam...maaf kan aku" isak Vivian, terlihat jelas wajah penyesalan perempuan ini.


****

__ADS_1


"Sayang,,,kita tambah satu hari lagi ya menginap nya di sini ya" bujuk Ardian


"Tidak bisa Ar, Oma Adel sudah menghubungi ku meminta hari ini kita harus ke sana" jawab Anisa sambil membereskan pakaian kotor mereka.


"Nanti aku yang menghubungi oma sayang, pasti dia mengerti karena kita juga sedang membuat kan cicit untuk nya"


"Tidak!!!! aku tidak sanggup terus-menerus di kurung di kamar" tegas Anisa membuat Ardian sedikit merengut.


"Lagi pula kita harus segera bekerja,dan pakaian ku masih di rumah bunda" lanjut Anisa


"Kenapa harus buru-buru sayang,papi juga masih memberikan kita cuti"


"Ar.... ingat proyek kita dengan Mr.Lie masih harus di selesaikan,aku tidak ingin mengulur waktu, bagaimana jika aku hamil cepat sudah pasti akan kerepotan nanti nya" jelas Anisa membuat Ardian berpikir sejenak lalu tersenyum kecil.


"Kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Nisa penuh selidik


"Awas saja kalau aku mengidam,akan aku pasti kan kamu kerepotan"


"Tapi aku menunggu momen itu sayang pasti seru" jawab Ardian tak berhenti tertawa.


"Sudah...jangan tertawa" ucap Anisa bertambah kesal, Ardian menghentikan tawanya dan mendekati Anisa lalu mencium pipi istri nya ini berkali-kali membuat Anisa kegelian.


"Sudah Ar...aku harus selesai kan pakaian nya"


"Geli......!!!" pekik Anisa ikut tertawa.

__ADS_1


****


"Belum ke sekolah?" tanya Sam


"Belum, Hena nya belum hilang semua" jawab Keyla sambil mengangkat kedua tangan nya memperlihatkan masih ada ukiran Hena di sana.


"Kapan hilangnya?" tanya Sam lagi sambil memegang telapak tangan Keyla lembut membuat Keyla gugup dan segera menarik tangan nya.


"Tidak tau, mungkin besok juga sudah hilang,ini sudah mulai memudar" jawab Keyla


"Kapan kamu ujian akhir?"


"Belum tau,tapi Minggu depan akan di adakan try out terlebih dahulu" jawab Keyla sambil berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengambil jas kantor Sam.


"Pakai yang ini saja ya kak, kelihatan lebih matching, warnanya Key suka"


"Boleh"jawab Sam cepat


Keyla memilih kan jas berwarna coklat di padukan dengan kemeja putih serta dasi berwarna coklat juga, sebenarnya pakaian apapun yang di kenakan Sam terlihat cocok saja karena wajah lelaki ini sudah tampan.


"Bisa pasangkan?" tanya Sam membuat Keyla gugup


"Kak...jangan aneh-aneh deh, ingat pesan oma"


"Dasi nya Key....bukan pakaian nya" jelas Sam membuat wajah Keyla memerah malu,di berpikir Sam minta di pakaikan baju pada nya.

__ADS_1


Sam mengulum senyum nya karena berhasil mengerjai Keyla pagi ini.


"Ini... tolong pakaikan" ucap Sam mengulur kan dasi pada Keyla, mau tak mau Keyla memasangkan nya,untung saja dia sudah terbiasa memasang kan dasi Devan dan terkadang dasi Satria jika Bunda Vina sedang sibuk.


__ADS_2