Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
perjodohan


__ADS_3

"Jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Oma Adel pada Andre dan Kiara


Kiara memang sengaja membawa Andre untuk bertemu oma dan keluarga nya lagi.


"Secepat nya Oma,Luna juga sudah tidak sabar ingin Kiara tinggal bersama kami"


"Luna apa papa nya" goda Bella membuat Kiara tertunduk malu.


"Lalu setelah menikah kamu masih ingin bekerja Ki?" tanya Bella


"Iya ma..."sahut Kiara cepat


"Kalau kamu bekerja siapa yang akan mengurus Luna, berhenti saja Ki, lagipula kan sudah ada Andre yang bertanggung jawab atas dirimu,Mama juga akan memberikan perusahaan untuk Sam,dan kamu tetap akan mendapatkan bagian mu setiap bulannya meskipun tidak bekerja" jelas Bella


"Untuk mama?"


"Kafe papa sudah cukup untuk kami, yang terpenting kamu dan Sam"


"Pembagian Ardian bagaimana ma?" tanya Kiara,dia ingin semua nya jelas


"Untuk Ardian perusahaan dari Opa Damian akan di berikan untuk nya,kamu jangan khawatir untuk itu" sahut Adel karena dia sudah memberikan perusahaan nya untuk Bella dan perusahaan Damian untuk Tama jadi semua anak nya sudah mendapatkan jatah masing-masing.


"Tapi ma-"


"Apa kamu mengizinkan Kiara bekerja ndre?" tanya Bella


"Terserah Kiara saja ma,saya tidak memaksa nya"


Bella sebenarnya sedikit khawatir karena dari keturunan Adel sedikit kesulitan mendapatkan keturunan apalagi Kiara cukup berumur jika harus bekerja ntah kapan dia bisa hamil,Bella juga ingin segera menggendong cucu.

__ADS_1


"Nanti akan kami bicarakan lagi ma" ucap Kiara.


"Terserah kalian saja, segera menikah agar Ardian bisa menyusul kalian"


Andre mengangguk patuh pada ucapan calon mertua nya ini.


****


"Ma.. apa-apa an ini,aku dan Sam masih resmi berpacaran kenapa mama malah mengajak ku bertemu lelaki ini" ucap Vivian dengan nada kesal pada mama nya


"Vi...hanya sekedar berkenalan dulu,mama tidak akan meminta mu menikah sekarang tapi setidaknya kamu mengenal Alex dan bisa membandingkan antara Alex dengan Sam mu itu"


Vivian sengaja di ajak mama nya untuk ikut makan malam keluarga malam ini, separuh hati nya masih utuh untuk Sam dan separuh lagi ada perasaan Bimbang karena harus dekat dengan lelaki yang belum dia kenal sama sekali.


Devan menggandeng tangan Diana masuk kedalam restoran yang Vivian juga ada di sana.


Devan mencari tempat yang bisa mereka duduki saat ini tanpa sengaja melihat Vivian dan keluarga nya di ujung ruangan membuat Devan penasaran,ada acara apa?


"Alex ini lulusan luar negri lo Vi,dia pintar" jelas mama Vivian tapi Vivian hanya diam saja


"Vi... kapan-kapan kamu harus main ke kantor Alex biar kenal dengan karyawan nya" ucap Mama Alex membuat Devan mengerutkan keningnya


"Kamu kenapa?" tanya Diana saat Devan menatap menu makanan


"Kamu tidak suka dengan makanan nya?" tanya Diana lagi


"Tidak...kamu pesan yang mana kamu suka,aku ikut pesanan mu saja sayang" ucap Devan dan diangguki Diana


Devan memasang kuping nya lebar ingin mendengar lebih lanjut acara apa yang sedang berlangsung saat ini.

__ADS_1


"Kalau kalian menikah pasti anak kalian nanti nya cantik-cantik dan ganteng, secara kamu cantik Vi" puji mama Alex


"Terimakasih tante"


"Menikah??? Vivian akan menikah dengan lelaki ini" batin Devan


"Kalian sudah cocok deh,nggak usah pikir panjang lagi,kami orang tua juga sudah merestui,iya kan jeng??" ucap mama Vivian menatap calon besan nya dan di anggukki setuju


"Sam...!!!" gumam Devan pelan


"Sam...dia mana Sam" ujar Diana melihat kiri-kanan,tidak ada Sam,Diana tidak melihat kearah samping ada Vivian karena dia terlalu Fokus pada Devan malam ini, lelaki itu cukup berpenampilan rapi.


"Tidak ada Sam sayang,apa makanannya sudah di pesan?" tanya Devan


"Sudah...aku pesan makanan kesukaan ku,aku harap kamu juga suka"


"Pasti,,apa yang kamu suka aku suka"jawab Devan cepat


"Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya jeng,titip Vivian nanti minta maaf tolong Alex antar kan pulang ya"


"Iya tenang saja Jeng, pasti di antar kok Vivian nya,kalau nggak di antar besok pagi harus ijab-kabul" jawab mama Alex sambil tertawa kecil


"Vi..mama pulang dulu, ingat pesan mama jangan buat malu" ucap mama nya pelan


"Tapi ma-"


"Sudah.. percaya mama" potong mama nya menepuk pundak Vivian pelan lalu pergi


"Ck... perjodohan" batin Devan,miris mengingat nasib sang sepupu

__ADS_1


Devan harus menceritakan semua ini pada Ayah dan bunda nya nanti.


__ADS_2