
"Mas,,jangan terlalu banyak belanja nya,aku bingung mau di letakkan di mana nanti,kamu tau sendiri kan rumah ibu kecil mas" ucap April mengingat kan Haikal
"Sayang, barang-barang yang lama nanti di berikan saja untuk yang membutuhkan,biar di ganti perabotan baru semua, kalau kamu tidak keberatan nanti rumah ibu kita renovasi saja dan kita tinggal di sana,tanah beliau kan masih luas cukup lah buat dua kamar lagi dan nanti di tingkatkan keatas untuk ruangan keluarga" ucap Haikal sambil memilih peralatan
"Tapi aku takut mas" ungkap April
"Takut????" tanya Haikal heran dan di anggukki April
"Apa yang kamu takut kan? takut rumah besar berhantu,atau takut tersesat? takut apa?" ucap Haikal terkekeh geli mendengar ucapan istri nya ini
"Takut jika orang menganggap ku matre karena menikah dengan mu,baru satu hari menikah kamu sudah belanja sebanyak ini, pasti anggapan orang aku mau menikah karena kamu kaya" ungkap April jujur
"Hahaha.....aku kira takut apa...!!! kalau memang benar kenapa? tidak mungkin kamu mau menikah kalau aku miskin kan, pasti kamu pikir ulang, sayang kata papa ku matre itu bukan pilihan tapi kebutuhan, perempuan butuh bukti bukan janji, dunia khayalan dan realita berbeda, kalau aku tidak kaya bagaimana aku akan memenuhi kebutuhan mu, aku suamimu jangan malu meminta apapun pada ku, selagi aku bisa dan aku mampu akan aku berikan itu,jadi jangan memikirkan ucapan orang lain,kita yang merasakan kita,aku yang berjuang...!! selagi aku tak keberatan kenapa harus di permasalahan kan" ucap Haikal menatap wajah April lalu beralih pada Vino
"Vino suka semua isi rumah nenek kita ganti yang baru dan bagus agar Vino nyaman?" tanya Haikal
"Suka pa, apalagi kalau di rumah kita ada mobil Vino suka,terus mainan nya bagus-bagus semua pasti teman-teman Vino banyak yang mau main kerumah pa" jawab bocah polos tersebut
"Vino saja tidak keberatan kenapa malah kamu yang jadi ketakutan sayang"
"Kamu nanya nya ke Vino ya iya lah dia suka, apalagi tentang mainan, aku tu cuma takut di cap cewek matre" celetuk April sedikit cemberut
"Matre sama suami sendiri tidak masalah, kecuali kamu minta nya sama suami orang baru bermasalah"jawab Haikal membuat April melotot kan matanya
"Nanti papa buat kan kamar untuk kamu dan Satria ya, kalian tidur berdua dan jangan lupa kalian itu sekarang saudara jadi jangan bertengkar,kalian harus akur....!!"ingat Haikal dan di anggukki Vino patuh
April hanya diam saja, protes juga tidak akan bisa karena Haikal tipe orang yang tak ingin di bantah meskipun dalam hal apapun, selagi Haikal tak merugikan nya menurut April sah-sah saja.
April tampak berpikir sejenak membuat Haikal heran kenapa tiba-tiba April diam
" Kenapa?" tanya Haikal
"Aku jadi kepikiran ingin bertemu papa mu mas, pasti beliau orang baik, karena sudah sukses mendidik anak nya jadi orang hebat" ucap April membuat Haikal terpaku
"Papa???"
__ADS_1
"Ya,papa mertua ku yang selalu menjadi inspirasi kamu...!!"
"Papa memang orang hebat, beliau sangat sabar, apapun yang terjadi beliau selalu menyikapi dengan kepala dingin, Beliau ayah terhebat yang aku punya" jelas Haikal sedikit menarik sudut bibirnya
"Kapan kamu akan mempertemukan aku dengan keluarga mu?" tanya April
"Secepat nya,tapi belum sekarang sayang,ayo lanjut belanja lagi" elak Haikal,dia bisa saja mempertemukan dengan papa nya tapi bagaimana dengan mama nya yang belum tau kalau dia sudah menikah.
Puas berbelanja segala kebutuhan mereka akhirnya Haikal pulang, banyak tentengan yang di bawa oleh pengantin baru ini membuat para tetangga menjadi kepo,rumah April yang memeng tidak di pagar membuat para tetangga bisa melihat jelas kalau mereka membawa belanjaan banyak...
"Enak ya Pril yang baru nikah sudah di belanjain banyak, apalagi kalau sudah lama bisa-bisa sudah banyak tabungan sama emas nya" celetuk salah satu ibu-ibu
April hanya tersenyum manis dia sengaja tak ingin menjawab karena tidak akan ada habisnya ucapan ibu-ibu ini.
"Borong apa Vin?" tanya ibu-ibu lain nya pada Vino
"Beli mainan banyak bude...." jawab Vino jujur
"Wah....wah... beruntung ya bunda kamu nikah nya sama orang kaya,tapi kenapa nggak ada acara selamatan atau pesta gitu ya.....!!!" sindir nya
Memang berita April menikah sudah beredar tapi masih banyak juga yang belum tau karena memang belum ada acara di rumah April, mengingat ibu nya yang baru meninggal April tak ingin ada acara dulu.
"Hmmmmm,mau di renovasi mas rumah nya?" tanya ibu-ibu lain nya
"Ya,hanya renovasi kecil saja" jawab Haikal
April sendiri langsung masuk di tak ingin menanggapi ocehan para tetangga yang membuat kepala nya pusing,dulu menikah dengan ayah Vino yang orang biasa juga di bicarakan,kenapa mau dengan dia orangnya jelek kamu cantik,kenapa mau hidup susah kamu sudah tidak punya ayah,cari suami yang mapan donk,,,bla-bla-bla.......!!!! terlalu banyak nasehat yang harus di dengar sekarang menikah dengan orang kaya malah di sindir terus enak ya dapat orang kaya??? apa nggak bosan tiap hari nya selalu memperhatikan kehidupan orang pikir April.
" Permisi ya ibu-ibu mau masuk dulu" ujar Haikal ramah
Pribadi Haikal kini sangat berbeda dia menjadi lebih sabar dan lembut saat ini tidak sewaktu menikah dengan Adel dan Karin dulu yang emosi nya selalu menggebu-gebu.
"Sayang kamu main sendiri dulu ya,nanti kalau ada orang datang panggil papa di dalam kamar" ucap Haikal meninggalkan Vino di ruang tamu dan dia segera menyusul April kedalam kamar
"Kenapa jutek begitu?" tanya Haikal sambil meletakkan dompet dan kunci mobil nya di atas meja hias kecil milik April
__ADS_1
"Pusing mas lihat para ibu-ibu yang mulutnya suka lemes, apalagi nanti saat barang datang bisa keluar tu biji mata ibu-ibu ngelihatin nya,nanti kamu saja yang keluar aku males meladeni nya satu-satu pertanyaan mereka,di jawab baik salah di jawab jutek salah" keluh April sambil menghela nafas panjang
"Sudah nggak usah di pikirkan lah, anggap saja ladang pahala buat kita, toh kita tidak memakai uang mereka kan, yang jelas kita juga sudah sah di mata agama tidak merugikan orang lain jadi tidak usah di ambil pusing" jawab Haikal mendekat dan duduk di sebelah April lalu memeluk tubuh istrinya ini
"Mas ini masih siang,nanti Vino masuk" tolak April sedikit gugup
"Tadi aku sudah bilang kalau ada orang baru panggil aku"
"Aku mau beres-beres dulu mas, belanja kamu tuh banyak banget" keluh April
"Besok aku carikan pembantu saja bagaimana yang?"
"Tidak usah,aku masih bisa kerjakan sendiri,rumah nya juga kecil begini kok,nggak ada yang perlu di bereskan" tolak April cepat
"Nanti kalau sudah di renovasi aku mau nya ada pembantu sayang biar kamu tidak lelah,tugas kamu cuma ngurus anak-anak sama aku" ucap Haikal menarik April ke dalam pelukan nya.
*****
"Pa,kenapa ponsel Haikal mati ya? dari semalam mama hubungi tidak bisa-bisa,apa dia dinas di pelosok Bali" ujar Bu Fatma
"Kamu mau apa dengan Haikal, mungkin dia lagi sibuk ma dan tidak ingin di ganggu" ujar pak Heru berusaha menjelaskan.
Sejak pergi Haikal memang mematikan ponsel nya dia tak ingin ada yang mengganggu malam pengantin nya, hingga saat ini dia tak menghidupkan ponsel nya karena masih ingin menikmati hari nya bersama keluarga baru nya ini, untuk oleh-oleh Satria dan mama nya sudah Haikal beli dan besok akan dia kirim kerumah.
"Tidak biasanya begitu dia, aku mau minta dia bawa kan dua tas pa,dan lusa aku ada Arisan sama ibu sosialita ku,jadi aku mau Haikal yang mengantarkan ku"
"Kenapa harus Haikal ma,papa kan juga bisa...!!! Haikal pasti capek,nggak usah bertingkah kekanak-kanakan ma, untuk tas kenapa harus dua,satu saja belum tentu terpakai dengan mu,lihat itu tas mu sudah memenuhi kamar tidak ada lagi tempat nya,kamu mati juga tidak membawa tas kan? jadi sudahi gila belanja mu itu"ketus pak Heru
"Minta antar anak sendiri kenapa tidak boleh? kamu ini selalu saja melarang kebahagiaan ku,kenapa harus membahas mati,orang aku masih sehat begini"kesal Bu Fatma
"Ma,kita sudah semakin tua,bukan nya kamu menyadari kesalahan mu tapi makin kesini makin menjadi-jadi, aku tau apa yang ada di pikiran mu,jangan coba-coba jodoh kan Haikal lagi kalau kamu tidak mau menyesal nanti"
"Oh ......jadi kamu sudah mulai mengancam ku pa,kamu sudah berani sekarang main ancam-mengancam sekarang"
"Aku bukan mengancam mu tapi hanya memperingatkan mu,jangan sampai kamu menyesal karena mengikuti kemauan konyol mu itu,Haikal sudah besar biar dia yang menentukan pilihan hatinya,lagi pula Satria butuh sosok mama yang lembut bukan nya yang hanya bisa berfoya-foya seperti kamu dan teman-temanmu" ucap Pak Heru sedikit emosi
__ADS_1
"Kamu kelewatan pa" ujar Bu Fatma berdiri dan meninggalkan suaminya sendiri
Pak Heru menghela nafas panjang kalau tidak karena Haikal dan Fajar mungkin sudah lama dia meninggal kan istrinya ini, Haikal dan Fajar yang selalu mengingat kan nya,Damian juga selalu berpesan pada nya jika hanay cekcok Masalah prinsip masih bisa di pertahankan tapi jika perselingkuhan baru di campakkan.