
Pagi ini semua sudah bersiap, Haikal sendiri sudah rapi,dia janji untuk menjemput April pagi ini.
"Sayang,jangan nakal ya kasihan Oma dan opa menjaga mu kalau kamu nakal" ucap Haikal pada Satria
"Pa,kapan kita main kerumah Vino lagi,aku ingin bermain bersama Vino" ucap Satria polos
"Vino???" tanya Bu Fatma yang memang baru kali ini mendengar nama nya
"Iya oma,aku punya teman baru namanya Vino,dia baik oma,aku dan papa pernah main kerumah nya" jelas Satria
"Habis kan dulu sarapan nya sayang nanti malah keselek" elak Haikal
"Jar... bagaimana hubungan mu dengan Anita,kapan kalian akan meresmikan nya?" tanya Pak Heru
"Dalam waktu dekat pa,mas biarkan aku yang menikah duluan ya setelah itu baru mas" ujar Fajar
"Ya,kamu saja duluan mas mu masih mau penjajakan dulu" ucap Bu Fatma membuat Haikal terdiam,dari mana mama nya tau kalau dia sedang masa penjajakan padahal dia belum cerita apa pun.
"Ma,sudah lah biar Haikal cari sendiri" bantah pak Heru
"Pa,,mama ini ibu nya mama mau yang terbaik untuk Haikal"
__ADS_1
"Maksud mama apa?" tanya Haikal bingung
"Mama mau mengenalkan mu pada anak teman mama,dia lulusan S2 di Jogja,anak nya cantik...Baik hati,kamu coba kenalan dulu ya dengan dia,mama sudah terlanjur janji" jawab bu Fatma
"Ma,tapi aku-"
"Kal,bebet, bibit, Bobot itu penting, nyatanya kamu menikah dengan Karin berantakan? Mama mau kamu punya istri yang berpendidikan, pintar,bisa menjaga dan melayani kamu serta menerima Satria"
"Nyatanya semua ucapan mama ada pada Adel tapi tetap saja berantakan, kekayaan tidak menjamin semua nya ma, biarkan aku memilih sendiri"
"Tapi kekayaan yang mengangkat derajat kita kal, contoh nya saat kamu hanya staf biasa, Karin pergi dengan lelaki lain kan? jadi biarkan mama yang mencarikan nya"
"Sudah lah,mama tidak mau tau kamu harus kenalan dulu dengan anak teman mama, setelah bertemu nanti malah kamu yang akan jatuh hati pada nya" ujar Bu Fatma yakin
Haikal menghela nafas panjang dengan kelakuan mama nya ini, ingin membantah takut jadi anak durhaka tidak membantah tapi hatinya sudah terpaut pada April, jadi dia harus bagaimana??
****
Pagi ini Haikal sedikit uring-uringan di buat mama nya,wajah nya terlihat lesu tak bersemangat membuat April yang duduk di sebelah nya bingung tidak biasanya Haikal begini,ada apa?
"Bapak sakit?" tanya April
__ADS_1
"Pak??" panggil April membuat Haikal meminggirkan mobil nya
Haikal menatap April tajam membuat April takut,di tarik nya nafas dalam,di kumpulkan nya keberanian untuk menyatakan nya pada April seperti yang di katakan Damian April tipe perempuan yang harus di jelaskan bukan di berikan Kode,dia tidak peka.
"Pril mau menikah dengan ku?" ucap Haikal membuat April terdiam,apa yang merasuki Haikal pagi ini tiba-tiba mengajak nya menikah? sebelum nya tidak ada pembicaraan tentang hubungan,kenapa Haikal pikir April.
"Bapak beneran sakit pak? ayo saya bawa ke dokter" ujar April gugup
"Pril,kamu lihat saya,kamu tatap wajah saya,saya ingin menikahi kamu Pril,saya serius saya tidak sakit"
"Bapak sedang prank saya,nggak lucu pak" elak April bertambah gugup
"Apa kamu lihat saya sedang main-main,apa kamu lihat saya sedang bercanda, ayolah Pril,saya duda kamu janda,tidak ada yang salah jika kita menikah?"
"Tidak salah tapi ini terlalu mendadak pak,saya belum memikirkan ini, apalagi sampai kejenjang pernikahan" Jawab April jujur
Haikal menghela nafas panjang dan menjalankan kembali mobilnya,hening.....!!! tak ada suara lagi hingga mereka sampai di parkiran kantor.
April hendak keluar dari dalam mobil Haikal tapi tangan nya di tahan oleh Haikal
"Saya beri waktu dua hari untuk kamu berpikir Pril,saya serius ingin nikahi kamu, pikirkan Vino dia juga butuh sosok ayah,dan saya bisa memberikan kasih sayang pada nya" ucap Haikal lalu melepaskan tangan April,tak ada anggukkan maupun gelengan dari April dia keluar cepat dari mobil Haikal.
__ADS_1