Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
putus asa


__ADS_3

"Ma....lebih baik papa kita bawa berobat ke luar negeri saja ma" usul Tama


"Papa tidak ingin keluar negri Tam,dia berpikir dia sudah tua, yang dia inginkan melihat anak kalian menikah semua,itu hal yang paling membahagiakan untuk nya" jawab Adel


Kiara terdiam sejenak dia tak bisa menjawab ucapan Oma nya ini karena memang Kiara belum memiliki pendamping hidup sampai saat ini.


"Nanti aku akan coba bicara pada Ardian ma,agar dia bisa menikah lebih cepat " ujar Tama menenangkan hati papa nya.


****


"Ayo Dev bersiap sebentar lagi kita harus berangkat ke bandara"ujar Ardian pada Devan yang dari tadi hanya diam di sofa tanpa pergerakan


Semalam Devan sudah berusaha mencari sosok perempuan penyelamat nya tapi Bali ini luas bukan selebar telapak tangan yang bisa di lihat dengan ekor matanya,


Devan menghela nafas berat seperti nya dia memang harus merelakan perempuan itu untuk menjadi kenangan nya selama di Bali karena detik-detik kepulangan nya telah tiba.


"Ayo Dev, masukan semua pakaian mu" ucap Nisa yang juga ada di kamar Devan


"Kalau di tambah satu hari lagi bagaimana Ar?" tawar Devan


"Van,papi sudah menghubungi ku sejak semalam,opa Damian sakit keras tidak mungkin kita menambah waktu lagi di sini, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Opa?"


"Kamu menyumpahi opa Ar,cucu durhaka kamu!"


"Bukan begitu Dev,kita harus ada di samping opa dalam keadaan sulit nya saat ini"


Devan lagi-lagi menghela nafas panjang dia bangkit dari duduk nya untuk mengemasi semua pakaian nya.

__ADS_1


Mau tak mau dia memang harus meninggalkan kota yang membuat kenangan untuk nya ini, perempuan itu bagaikan magnet dan Devan langsung tertarik pada pandangan pertama.


"Ar.... seperti nya dia sedang patah hati" bisik Nisa


"Biarkan saja sayang, nanti juga sembuh sendiri kalau sudah ketemu dengan selir-selir nya di Jakarta" jawab Ardian terkekeh kecil tapi di pukul oleh Nisa


"Awww..."Ringis Ardian


"Maaf.....sakit!" tanya Nisa dan di anggukki Ardian


Nisa mengusap lembut lengan calon suami nya ini tapi Ardian malah mencium pipi Nisa membuat Devan bertambah kesal dengan adegan romantis yang di perlihatkan sepupu nya ini.


"Bisa tenang....!!!" ujar Devan ketus membuat Nisa dan Ardian yang sedang saling rangkul sedikit mencibir


Nisa menutup mulut nya karena lucu melihat Devan yang putus asa.


"Mau pulang tidak?? jangan sibuk bermesraan saja, katanya belum siap nikah tapi di tempelin mau juga"sindir Devan membuat wajah Nisa memerah


****


Devan memejamkan mata nya sejenak saat melangkah kan kaki masuk kedalam pesawat.


"Jika dia jodoh ku dekatkan kamu tuhan,jika tidak izinkan aku mengucapkan terima kasih pada nya" do'a Devan


Ardian mempersilahkan Nisa untuk duduk duluan,kali ini dia sendiri yang turun tangan membawa koper sang kekasih.


"Mau tukaran tiket lagi Bro,jika ia gue bersedia dengan senang hati" goda Devan sambil terkekeh kecil di balas dengan pelototan tajam dari Ardian dan senyum manis dari Nisa.

__ADS_1


Devan mencibir sepupu nya ini "Susah jika baru tau rasanya cinta" sindir Devan lalu duduk di kursi tepat di belakang Ardian dan Nisa kali ini mereka di barisan yang sama.


"Huf...... semoga hari ini hari yang menyenangkan" gumam Devan setelah mendudukkan bokong nya di kursi pesawat.


Devan melirik di sebelah nya seperti nya seorang perempuan karena Devan melihat dari postur tubuh nya yang ramping tapi wajahnya belum kelihatan karena di tutupi majalah serta topi dan kaca mata.


Ntah kenapa Devan sama sekali tak tertarik untuk menggoda perempuan padahal biasanya naluri lelaki nya akan muncul jika berdekatan dengan perempuan tapi setelah inside di cium oleh perempuan cantik itu Devan serasa mati rasa dengan perempuan lain,ntah itu kutukan atau karma untuk nya.


"Mau minum?" tawar Ardian pada Nisa dan di jawab gelengan oleh Nisa


"Jika kamu lelah tidur saja sejenak nanti aku yang bangun kan" ucap Ardian sambil menarik Nisa kedalam pelukannya,Nisa menyandarkan kepalanya di dada Ardian sambil lelaki itu memeluk nya, sesekali Ardian mengecup kening Nisa dan merapikan anak rambut perempuan cantik ini, mungkin orang yang melihat mereka mengira kalau dua sejoli ini adalah sepasang pengantin baru.


Devan memejamkan mata nya dia ingin bermimpi sejenak mengingat wajah sang penolong nya.


Pramugari: "Halo selamat siang, hari ini kami punya pilihan makanan nasi kari ayam katsu, nasi goreng dengan bakso sapi, dan ikan-kentang dengan saus mayonnaise. Yang mana yang ingin Anda pilih?


"Tidak terima kasih" jawab Devan,mata nya masih terpejam sempurna


"Maaf mengganggu anda nona, apakah ada pilihan menu yang ada ingin kan?" tanya pramugari tersebut pada perempuan di sebelah Devan


"Seperti nya aku menginginkan kentang goreng"jawab nya membuat Devan membuka mata,dia seperti pernah mendengar suara ini tapi di mana


Devan melirik kearah perempuan tersebut dia sudah menutup wajahnya kembali dengan majalah membuat Devan tak bisa mengganggu nya


Tak berselang lama pesanan perempuan tersebut datang dan dia meletakkan majalah nya lalu mengambil makanan nya.


Devan yang dari tadi memang memperhatikan perempuan itu terkejut melihat siapa perempuan yang ada di sampingnya ini..

__ADS_1


*****


mohon maaf tadi belum sempat up karena ada pekerjaan di dunia nyata🙏


__ADS_2