
Nur terdiam saat menatap awan dari jendela pesawat,air mata nya meleleh tanpa dia sadari, Tama sudah terbang ke Indonesia menggunakan pesawat pukul 6 pagi, sedangkan Nur pukul 10 pagi,Tama sengaja pergi sendiri karena dia juga tidak akan sanggup bertemu Nur karena ada April dan Haikal sudah pasti mereka akan menjauh kan Nur dari nya.
Andai saja pernikahan saudara itu tidak ada pertentangan nya sudah pasti Nur akan bahagia bersama Tama saat ini pikir Nur, Nur sendiri tau kalau Adel juga menentang pernikahan ini.
April dari tadi melihat sang anak yang tak bergairah merasa iba.
"Sayang,jika kamu berjodoh dengan Abang pasti akan ada jalan keluar nya nanti" ucap April
"Tapi papa akan menentang nya bun,papa akan mengirim kan ku lagi ke luar Negri untuk karir"
"Papa ingin yang terbaik untuk kamu nak"
"Bun, kurang apa lagi om Tama,dia punya segalanya,Nur akan bahagia bun menikah dengan nya"
"Nur,bunda tau om Tama kaya,bunda tau om Tama pasti bis. menghidupi mu tapi bukan dari segi materi sayang-"
"Dari segi apalagi bunda,segi pengenalan??? kurang saling mengenal apalagi kami"
"Bukan sayang,Kamu belum cukup dewasa untuk menikah nak,usia mu masih sangat belia belum waktunya mengurus suami,anak semua waktu mu akan tersita" jelas April lembut
__ADS_1
"Saat ini kamu di butakan oleh cinta nak,kejar dulu dunia mu jika memang sudah waktunya bunda akan mengizinkan nya" bujuk April yang sengaja mengalihkan dunia Nur dari Tama,lagi pula masih banyak yang di khawatir kan April jika menikah saat ini dia akan kehilangan momen di mana Nur bermanja-manja pada nya,di mana Nur merengek pada nya,April masih belum bisa merelakan itu semua.
***
"Bell,aku minta maaf dengan kejadian kemarin Bel, pikirkan lagi dengan hubungan kita bukan nya kamu mau kita bersama" tekan Dion pada Bella
Dion sengaja meminta teman nya untuk bekerja sama dengan Bella agar Bella datang ke Bandung dan Dion bisa bertemu Bella karena jika di Jakarta Bella akan menghindar semua kontak sudah di putuskan Bella
" Aku tidak bisa" ujar Bella
"Bell,aku mohon aku mencintaimu Bell"
"Harus berapa kali aku jelas kan Bell,ini semua karena kamu juga,aku begini karena kamu yang tidak pernah mau-"
"Aku bukan penganut *** bebas,dari awal kita pacaran kita sudah sepakat bukan tidak akan melakukan *** sebelum menikah....!!!"
"Karena aku mengingat perjanjian kita aku tak ingin merusak mu"
"Tak ingin merusak ku bukan berarti melakukan dengan orang lain" tekan Bella
__ADS_1
"Lalu aku melakukan dengan siapa,aku lelaki dewasa Bell,aku butuh itu"
Bella menggeleng kan kepala nya tak habis pikir dengan pemikiran Dion yang keras kepala yang merasa kekeh tak bersalah.
"Saat ini kamu boleh melakukan dengan perempuan mana pun dan aku yang mundur"
"Bell,aku mencintaimu....!!! tolong kembali pada ku Bell,aku butuh kamu" mohon Dion menggenggam tangan Bella membuat Bella ragu akan perasaan nya saat ini tapi Bella juga tak bisa melupakan pengkhianat Dion begitu saja.
"Kit. berteman saja untuk kembali lagi aku belum bisa"
"Bell pikir kan lagi ucapan ku,aku janji akan memperbaiki semua nya"
Vino yang langsung terbang Ke Bandung mencari keberadaan sang pujaan hati menemukan Bella sedang berada di Kafe milik nya,dari kejauhan Vino sudah melihat tangan Dion yang menggenggam tangan Bella membuat Vino kecewa,Vino yakin Bella akan memiliki Dion secara mereka sudah banyak memiliki kenangan.
"Jika kau sudah punya Jawaban nya kabari aku Bell" ujar Dion memeluk Bella dan pamit pergi
Vino benar-benar kecewa dengan apa yang baru saja di lihat nya, meskipun lelah Vino segera terbang ke Bandung demi menyatakan cinta nya tapi apa yang di lihat nya saat ini membuat nya tak bisa berkata apa-apa.
Bella menyesap minuman nya, tapi tidak butuh waktu lama kepala nya terasa pusing dan berkunang.
__ADS_1