
"Mama Fatma kecelakaan? kok bisa sayang?" tanya Adel saat mereka makan malam
"Biasa lah Mbak Fatma kan hobi keluar rumah tanpa izin suami nya, mungkin saja tuhan sedang menegur nya sekarang agar tak keluar rumah lagi untuk beberapa pekan ini" jawab Damian
"Pasti mama belanja" tebak Adel yang juga tau bagaimana selera mantan mertua nya itu
"Untung saja tidak apa-apa karena ada Karin yang menyelamatkan nya,coba kalau tertabrak kalau nggak mati ya cacat"
"Karin...!!"
"Ya,kata mas Heru Karin yang menyelamatkan nya hingga Karin mengalami keguguran"
"Karin hamil? apa dia sudah menikah lagi sayang?" tanya Adel terkejut
"Karin hamil anak Haris,tapi saat ini Haris berada di luar negri sayang,Karin pernah mendatangi Nana meminta pertanggungjawaban Haris tapi Nana malah marah dan mengajak Haris untuk pindah" jelas Damian
"Kenapa kamu tau cerita jelas nya sayang?" tanya Adel sambil memicingkan matanya curiga
__ADS_1
"Jangan berprasangka buruk pada suami mu ini, kebetulan Haris rekan kerja ku sayang,dan Karin pernah minta bantuan pada ku saat Haris meminta nya menggugurkan kandungan tapi aku tak ingin ikut campur masalah mereka karena Karin bukan istri keponakan ku lagi,tak ada wewenang ku ikut campur menyelesaikan nya" jelas Damian lagi
"Kamu tau Haris pindah kemana?"
"Papa Nana orang Belanda mama nya Indonesia, dulu aku pernah dengar beberapa kali menjalin kerja sama dengan beliau saat masih beliau memimpin perusahaan di Indonesia,sejak Nana Menikah dengan Haris,Haris lah yang menjalani nya dan beliau kembali lagi ke Belanda, mungkin saja Nana membawa Haris ke Belanda saat ini" jawab Damian
"Kasihan juga Karin ya sayang"
"Sudah lah jangan memikirkan nasib nya,itu semua terjadi juga karena salah dia sayang,coba dia tak bermain api dengan suami orang"
"Iya tapi aku turut prihatin atas kehilangan anak nya bagaimana pun dia pasti tak menginginkan nya buktinya Karin tak berniat menggugurkan bayinya"
Adel terdiam sejenak dia memikirkan nasib buruk yang menimpa Karin..
***
Beberapa hari berlalu Karin sudah di perbolehkan pulang seperti janji Haikal dia yang membayar semua nya dan mengantarkan Karin pulang.
__ADS_1
"Kamu harus beristirahat dulu rin jangan bekerja,bukan nya uang yang aku berikan kemarin cukup untuk kehidupan mu beberapa bulan kedepan" ujar Haikal
"Ya mas" jawab Karin patuh
"Bu,saya langsung pamit karena masih banyak pekerjaan,tolong Karin nya di jaga ya bu,saya tidak bisa terus menerus kesini karena masih banyak yang harus di kerjakan,jika kalian merindukan Satria telpon saja nanti saya atau papa yang akan mengantar nya kesini" ucap Haikal lalu segera pergi
Karin segera masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat, pikiran nya masih tak tenang karena kehilangan anak nya
Bu Fatma yang melihat Karin masuk kedalam kamar segera menyusul
"Rin,kamu perempuan yang baik nak. Lebih baik kamu menikahi saja nak dari pada harus berzinah bukan?" lirih bu Warsi membuka suara. Sedang Karin masih terdiam duduk di atas ranjang nya
"jangan lagi nak menyakiti hati perempuan,cukup sudah karma yang di berikan Tuhan untuk mu,coba lah cari lelaki baik agar hidup mu terarah lebih baik lagi,ibu yakin Tuhan akan memaafkan mu Jika mau bertobat"
Karin menangis dan memeluk tubuh ibu nya,dia juga ingin hidup bahagia tapi Tuhan selalu memberi kan nya cobaan.
"Beberapa hari ini pulihkan kondisi mu,jika bukan Satria yang kesini kamu tidak usah menghubungi Haikal lagi nak,ibu kasihan melihat hidup mu begini" ucap Bu Warsi lagi dan di anggukki Karin pelan
__ADS_1
Ibu mana yang tega melihat derita anak perempuan nya.
Karin mengusap air mata nya,dia juga lelah hidup di bayangi wajah-wajah seorang istri yang tak berdosa yang dia ambil suaminya.