Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Sadar


__ADS_3

"Aku berangkat sayang" ujar Haikal mencium pipi April yang masih terbaring di tutupi selimut tebal nya.


Semalam mereka melakukan ritual suami istri nya hingga larut malam membuat April kelelahan.


Beruntung Satria dan Vino di antar sekolah dengan Haikal dan siang nanti Fajar yang akan menjemput nya, Haikal berpikir dia harus benar-benar mencari pembantu untuk April, kasihan jika terus menerus istri nya itu mengurusi rumah dan anak-anak.


"Kamu pulang malam ini mas?" tanya April, pertanyaan yang aneh kedengarannya untuk sepasang suami istri tapi itulah yang terjadi beberapa hari ini Haikal tak pulang karena menunggu mama nya di rumah sakit.


"Jika kondisi mama membaik aku akan segera pulang" jawab Haikal mengusap lembut kepala April


April menghela nafas panjang seperti sudah terbiasa di tinggal Haikal.Sebenarnya ingin mengatakan kalau aku sulit tidur tanpa kamu...!! tapi April masih bisa mengerti dengan keadaan saat ini.


Haikal tau kalau April mungkin keberatan dengan dia yang selalu di rumah sakit tapi mau bagaimana lagi semua ini terjadi karena Haikal jadi Haikal harus ikut bertanggung jawab atas mama nya.


Setelah pamit Haikal segera keluar kamar dan mengajak anak-anak nya untuk berangkat ke sekolah.


***


"Sayang pulang nanti aku mampir dulu ke rumah sakit melihat keadaan mbak Fatma,kalau kamu ngantuk tidur duluan saja ya jangan menunggu ku" ujar Damian dan di anggukki Adel


"Anak-anak papa jangan lupa jaga mama di rumah ya,jangan rewel dan membuat mama kesulitan" pesan Damian pada dua buah hati nya ini sebelum berangkat


"Hati-hati di jalan pa,jangan ngebut-ngebut selesai urusannya langsung pulang" ucap Adel saat Damian mencium mereka bergantian


Ritual setiap saat jika Damian hendak pergi, keluarga yang sangat hangat dan penuh kebahagiaan membuat Adel selalu bersyukur ada mereka yang menemani hari-hari nya sebagai yatim piatu.


Adel membawa si kembar kembali masuk kedalam rumah setelah mengantar kan suaminya pergi bekerja.


***

__ADS_1


"Pa... bagaimana kondisi mama?" tanya Haikal sedikit tergesa-gesa saat mendapat kan kabar dari papa nya kalau mama nya sudah sadar.


"Sedang di periksa dokter di dalam,mama sudah sadar Kal"


"Alhamdulillah...."sahut Haikal bahagia


Ayah dan anak ini menunggu dokter memeriksa di dalam tak berapa lama dokter keluar dan memanggil pak Heru keruangan nya sedang kan Haikal masuk kedalam menemani sang mama.


"Ma...." panggil Haikal tersenyum kecil dan mendekat


"Kal,,mama-"


"Ma,tidak usah banyak bicara, kondisi mama belum pulih betul, istirahat saja dulu ya ma,aku ada di sini menemani mama" ucap Haikal mendekat dan mengusap lembut kepala mamanya membuat bu Fatma menangis


"Maaf kan mama kal"isak bu Fatma pelan


"Tapi mama bersalah pada mu Kal,mama egois mama selalu memaksakan kehendak mama nak,ibu macam apa mama ini"


Haikal mengusap air mata mama nya ini, selama ini dia sudah cukup berbakti pada perempuan di hadapan nya ini,tak pernah Haikal membantah sekali pun tapi dia malah menjadi-jadi mendominasi Haikal,Haikal hanya berharap suatu hari keajaiban datang dan merubah sikap mama nya dan pada akhirnya tuhan menjawab semua do'a Haikal tapi dengan cara yang sedikit berbeda.


"Syukur lah kalau mama sudah mengerti,aku tak bermaksud menyakiti mama tapi aku benar-benar mencintai istri ku ma"


"Di mana istri mu?" tanya Bu Fatma


"Di rumah dia mengurusi Satria dan Vino"


"Vino...!!!"


"Ya,Vino anak sambung ku ma, sama besar dengan Satria" jawab Haikal lagi

__ADS_1


Pak Heru masuk kedalam ruangan dengan wajah lesu membuat Haikal tau pasti ada yang tidak beres tapi Haikal berusaha menyembunyikan nya takut Bu Fatma malah kepikiran.


"Pa,kapan kita pulang,mama tidak betah di sini"


"Ma, sembuh dulu ya nanti kita pulang"jawab pak Heru


"Mama tidak mau ruangan ini? nanti kita cari ruangan lain ya" bujuk Haikal


Bu Fatma merasa takut melihat banyak nya alat-alat medis di tubuh nya membuat nya hak bisa bergerak bebas.


"Nanti di urus Haikal ya ma,sehat kan dulu kondisi nya" ujar Pak Heru


"Fajar?" tiba-tiba bu Fatma teringat Fajar


"Fajar di kantor ma,mama tau siapa yang membantu mama kemarin,Anita calon nya Fajar" jelas pak Heru membuat Bu Fatma malah menangis,dulu dia tak setuju Fajar dengan Anita tapi Fajar membangkang berbeda dengan Haikal yang selalu menuruti kemauan nya tapi malah Calon Fajar yang menyelamatkan nya


"Bagaimana keadaan nya pa?"


"Alhamdulillah baik-baik saja hanya luka ringan"


"Mama ingin bertemu Anita untuk mengucapkan terima kasih,dan bertemu istri kamu Kal"


"Iya nanti aku bawa dia kemari ma" jawab Haikal tersenyum manis, ternyata di balik musibah yang terjadi ada hikmah nya juga udah Haikal.


Pak Heru tersenyum kecil melihat perubahan istri nya,tapi hatinya masih mengganjal karena ucapan sang dokter tadi kalau keadaan bu Fatma sedikit memburuk di bagian kaki, dokter tak bisa menjamin bu Fatma bisa berjalan lagi karena hantaman kuat di kaki nya.


***


Mohon maaf ya up nya sedikit karena kesibukan di dunia nyata,tapi akan saya usahakan up tiap hari ya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2