
"Ma.....Kenapa mama minta di batalkan,Nisa akan menikah ma,dia juga butuh pendamping hidup kita tidak boleh egois" ujar Bunda Nisa
"Mama ingin melihat Nisa bahagia,Tapi keluarga mereka tidak akan mau menerima Nisa...!! Mama ini kotor,mama yang menyebabkan semua ini terjadi" tekan Karin membuat Ardian menatap mommy dan papi nya
"Apa salah Nisa oma??? katakan apa salah Nisa..!" pekik Nisa,dia juga bingung karena setau nya dia tak memiliki kesalahan.
"Apa karena keluarga kita miskin? atau mungkin karena Nisa tidak memiliki ayah hingga keluarga Ardian tidak mau menerima Nisa,,Bun....bantu Nisa bun....!!! di mana Ayah Nisa,katakan pada nya kalau Nisa mau menikah" isak Nisa menangis di pelukan bunda nya.
"Minta ayah datang bun...." ratap Nisa
"Oma ada apa ini"? tanya Ardian buka suara, dari tadi dia ingin kejelasan tapi tak ada satu pun yang menjelaskan hanya diam, Ardian tidak bisa melihat Nisa menangis begini.
__ADS_1
"Ma.....jangan biarkan Ardian yang menderita karena kesalahan masa lalu,tutup semua lembaran lama ma,ini sudah generasi cucu mama,bukan lagi aku ataupun Tama" ucap Satria
Tama dan Nur mendekat pada Adel,dia juga harus tau apa yang terjadi saat ini hingga Adel kekeh tak ingin bersuara.
"Mama....aku ingin semua nya jelas,apa yang terjadi sehingga mama membiarkan cucu mama begini? mama tidak kasihan pada Ardian yang tidak mengerti apa-apa harus kena imbasnya" tanya Nur lembut sambil menggenggam tangan sang mertua,Nur tau kalau Adel tidak menyukai sesuatu pasti dia akan bertahan sama seperti dia akan menikah dengan Tama dulu, malahan Adel menjodohkan Tama pada Vina meskipun dia tau Tama dan Nur saling mencintai.
"Nur....mama mau pulang " Ujar Adel hendak berdiri tapi di tahan oleh Damian.
"Satria saja bisa hidup di tengah-tengah kita kenapa tidak dengan Anisa ma,Anisa berhak bahagia bersama Ardian" lanjut Damian membuat Adel terdiam
Benar yang di katakan Damian sudah bertahun-tahun mereka hidup bersama bahkan keluarga mereka harmonis dan hangat tanpa mengingat luka lama itu,kenapa tidak dengan Anisa perempuan mandiri yang bisa menjadi tulang punggung keluarga nya ini..bukan nya Adel menyukai perempuan mandiri seperti Nisa..
__ADS_1
"Ma..terima Anisa,maaf kan Karin...hapus sudah masa lalu mu,kita hidup bahagia di masa sekarang" pinta Damian tapi Adel hanya diam saja,sulit bagi nya menjelaskan pada anak dan cucu nya kalau dia dan Haikal dulu pernah bersama dan Karin lah yang menyebabkan kehancuran rumah tangga mereka.
Semua mata tertuju pada oma Adel saat ini, bahkan Karin pun tertunduk karena merasa bersalah.
"Angkat kepala mu Karin,jelaskan pada anak cucu mu mengapa aku begini" ucap Adel tapi Karin tak berani menatap Adel,dia benar-benar merasa bersalah.
"Ma... mungkin mama masih syock dengan semua ini, nanti kita kumpul keluarga saja ma" ucap Satria berusaha menenangkan oma Adel
"Lalu bagaimana dengan lamaran ini?" tanya Tama karena tidak mungkin di batalkan begitu saja kasihan Ardian dan Nisa.
"Kita bicara lagi nanti" jawab Satria
__ADS_1
Anisa berlari masuk kedalam kamar,dia benar-benar kecewa dengan semua ini..