Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Cemburu


__ADS_3

Nisa menghempaskan tubuhnya di atas ranjang empuk hotel bintang lima yang akan menemani nya beberapa hari ini.


Hari yang melelahkan untuk Nisa karena dari tadi memperhatikan wajah jutek Ardian dan kebawelan Devan.


"Kenapa dia seperti tidak suka pada Devan" gumam Nisa pelan


"Apa dia cemburu!!"


"Tidak..tidak mungkin seorang Ardian bisa cemburu,siapa aku! hanya karyawan biasa,Nisa... Nisa jangan terlalu berharap" oceh Nisa pada dirinya sendiri


Nisa tidak bisa memungkiri pesona Ardian, Dingin tapi berwibawa membuat siapa saja akan tertarik pada pewaris tunggal tersebut.


"Tampan tapi dingin andai saja kamu sedikit lebih agresif pasti aku akan-"


"Hufs.....jangan gila Nis,dia anak bos mu, meskipun Ibu Nur menyukai mu belum tentu Ardian mau menerima mu" lanjut Nisa bermonolog sendiri


****


"Bisa-bisa nya dia tertawa riang di samping Devan tanpa memikirkan perasaan ku,dia pikir dia siapa? princess!! Cinderella atau malah dia berpikir dia seorang putri raja yang di kejar oleh semua pria, Jelas-jelas Devan itu penjahat wanita" oceh Ardian kesal


"Huf.........jika ingin bersama Devan kenapa mau pergi bersama ku" lanjut nya


"Aku harus pastikan kalau tanda tangan kontrak ini selesai segera,jika dia masih ingin bersenang-senang dengan Devan silahkan aku tidak ingin ambil pusing "

__ADS_1


"tok-tok....." ketukan pintu membuyarkan ocehan Ardian


"Siapa?" tanya Ardian sambil membuka pintu kamar


"Koper gue mana?" tanya Devan langsung masuk ke dalam kamar Ardian, rupanya resepsionis membawa koper Devan ke kamar Ardian karena tadi nya Ardian yang membawa nya.


"Tuh di pojokan" tunjuk Ardian dengan bibirnya


"Kelihatan nya kesal bener bro? cemburu!"


"Cih... cemburu,,nggak mungkin ya" elak Ardian cepat


"Kalau cemburu bilang bos,nanti malah meledak loe"goda Devan


Devan menarik koper nya dan sedikit mencibir dia ingin melihat seberapa tahan sepupu nya ini melihat nya dan Anisa,Devan tau kalau Ardian itu gengsian.


***


"Una mau sama tante Kiara" pekik Luna menangis, kemarin Kiara sengaja menyempatkan diri untuk menjemput Luna kesekolah karena bocah lima tahun ini bercerita kalau dirinya ingin sekali di jemput dengan mama agar teman-teman nya tau dia juga memiliki mama.


"Tapi tante Kiara tidak bisa sayang,tante Kiara sedang ada urusan penting hari ini" ujar Andre membujuk anak semata wayangnya ini


Kiara saat ini tengah menemani Oma Adel menunggu Damian di rumah sakit karena Tama masih di kantor dan Nur sedang ada acara jadi mau tidak mau Kiara yang izin menggantikan Mommy dan Papi nya.

__ADS_1


"Una nggak mau pa,, Una mau nya tante Kiara"tegas Luna


Andre menghela nafas panjang tak ada lagi cara membujuk Luna karena dia kekeh ingin di jemput oleh Kiara.


"Un...mana mama nya,masa cuma di jemput sehari Un" ujar teman Luna polos, karena selama ini Luna tidak pernah di jemput oleh perempuan kecuali pengasuh nya jadi saat Kiara menjemput semua teman Luna merasa heran apalagi Luna terlihat begitu dekat dengan Kiara.


"Hallo"


"Ki...maaf mengganggu mu,aku cuma mau bilang Una tidak mau pulang kalau bukan kamu yang menjemput nya" ujar Andre pelan, sebenarnya dia sedikit malu mengungkapkan nya tapi mau bagaimana lagi anak nya tidak mau pulang


"Berikan ponselnya pada Una pak" ujar Kiara


"Hallo,,,tante di mana? kemarin Tante sudah janji bukan akan menjemput Una,kenapa malah ingkar.."cerocos Una


"Sayang...Tante sedang ada urusan penting,tapi nanti malam tante janji akan menemani Una, sekarang Una pulang dulu ya sama papa" bujuk Kiara dari sebrang sana


"Janji"


"Hmmm...janji,pulang dulu ya sayang,Una anak pintar kan, Tante sayang Una"


"Una juga sayang tante" jawab Luna mulai tersenyum dan memberikan ponsel nya pada Andre


"Ayo pa kita pulang " ajak Luna membuat Andre kebingungan,kenapa tiba-tiba anak nya menjadi jinak begini, apalagi dengan sekretaris nya Kiara, tidak mungkin dia dan Kiara bersama karena status mereka jelas berbeda,Kiara lajang sedang kan dia duda dengan satu anak,apa mungkin Kiara mau dengan nya pikir Andre.

__ADS_1


__ADS_2