Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
bertemu


__ADS_3

Kak tinggalin jejak sama Vote nya ya, jangan lupa like biar aku tambah semangat nulis..


****


Seharian ini Haikal pusing memikirkan apa tindakan yang harus dia perbuat dan lagi-lagi Damian lah tempat nya mengadu,Haikal sengaja mendatangi Kantor Damian pagi-pagi sekali karena pukul 10 nanti dia ada janji Meeting dengan rekan bisnis baru nya.


"Jadi menurut om bagaimana?" tanya Haikal pada Damian,dia menceritakan semua uneg-uneg nya kalau mama nya akan menjodohkan nya dengan perempuan lain sedangkan dia mencintai April.


"Kalau April mau nikahi saja dia" jawab Damian santai


"Tanpa restu mama?" tanya Haikal


"Hmm.... toh kalau kamu minta restu dia tidak akan mengizinkan mu" jawab Damian dan di anggukki Haikal setuju,memang mama nya tak akan mau memberikan restu


"Tapi sebelum nya kamu jelaskan dulu pada April perlahan agar dia tidak terkejut di kemudian hari"


"Kalau April menolak menikah karena itu om?"


"Jika dia juga mencintaimu pasti dia akan terima apapun resiko nya,yang jelas kamu perjuangkan bukan malah kamu lepaskan di tengah jalan,kamu masih ingat kata-kata om setidak nya jangan menyakiti kalau tak mampu membahagiakan" tegas Damian


"Tapi kali ini aku sudah bertobat om,aku ingin rumah tangga yang harmonis"


"Nikah siri saja dulu tanpa sepengetahuan mama mu, tapi bicarakan pada papa mu, beliau pasti setuju"

__ADS_1


"Baiklah om,akan aku ikuti saran om,aku akan bicarakan pada April lagi" ujar Haikal keluar dari ruangan Damian


****


"Jadi gimana jeng perjodohan nya,anak saya sudah saya bujuk lo" ujar Bu Wati


"Iya saya juga sudah katakan sama Haikal,nanti kita atur lagi pertemuan mereka ya,Haikal Sekarang sedang sibuk karena ada proyek baru"


"Iya tapi jangan sampai nggak jadi jeng anak saya sudah saya bujuk untuk stay di sini"


"Tenang aja jeng Wati, Haikal anak nya penurut kok,nggak susah di atur,dulu juga saya yang minta dia ceraikan istri nya karena saya nggak suka, pasti dia mau saya suruh nikah sama anak jeng" ucap Bu Fatma bangga


"Kalau anak saya cantik jeng,pintar dandan, pasti jeng suka lah sama dia,orang nya juga lembut tidak neko-neko" puji Bu Wati pada Anak nya


****


Haikal melirik jam tangan nya sudah pukul sepuluh tapi rekan bisnis nya belum juga datang,Haikal tipe orang yang tepat waktu dia tidak suka dalam bisnis di tunda-tunda karena satu menit baginya adalah uang


"Maaf saya terlambat" ucap Pak Ferdy rekan bisnis Haikal


"Saya memang tidak suka telat pak karena masih banyak urusan lain tapi karena kita baru menjalin kerja sama saya maklumi" ujar Haikal menjabat tangan rekan bisnis nya


"Karin" ujar Haikal melihat perempuan di sebelah Ferdy

__ADS_1


Karin berpenampilan cukup cantik,dia sudah berubah sekarang,sudah lama sekali mereka tidak bertemu


"Kamu mengenali calon istri saya" ucap Pak Ferdy sedikit cemburu


"Calon istri....!!!"


"Ya,dia kepala marketing di kantor saya dan sekaligus calon istri saya,kami akan menikah satu bulan lagi" jelas Ferdy


"Mohon maaf bapak lajang?" tanya Haikal langsung, bagaimana pun juga dia tidak mau Karin terlibat lagi dengan suami orang,Haikal trauma dengan kehamilan Karin di luar nikah.


"Ya....saya duda dengan dua anak" jawab Ferdy


"Syukur lah"gumam Haikal pelan


"Maaf anda mengenali Karin?" tanya Ferdy lagi dia sedikit terganggu dengan ucapan Haikal


"Ya, kami saling kenal" jawab Karin pelan


"Seperti nya bukan konteks membahas itu,jadi bagaimana dengan tawaran kerja sama anda,jika saya berminat akan saya pikirkan lebih lanjut,nanti mengenai hubungan kami anda bisa tanya langsung ke Karin,saya selalu support apapun yang terbaik untuk Karin karena kami sudah seperti keluarga" ucap Haikal


Haikal saat ini benar-benar tak ada rasa lagi pada Karin berbeda dengan Karin yang masih memiliki perasaan pada Haikal jika Haikal mau kembali pada nya mungkin saat ini Karin akan bahagia tapi Haikal tak berniat untuk kembali lagi ke masa lalu, hatinya pun juga sudah terpaut pada April.


Cukup lama mereka membahas pekerjaan dan akhirnya kata sepakat pun tercapai,Haikal segera pamit,dia masih ada urusan di kantor dan malam ini dia ingin menyampaikan pada papa nya kalau dia akan segera menikah.

__ADS_1


__ADS_2