Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Ancam


__ADS_3

Satria yang baru saja hendak memarkirkan mobilnya di kantor Tama malah melihat Tama berjalan cepat kearah mobil.


"Ada apa? kenapa Tama seperti orang panik begitu? apa sudah terjadi sesuatu pada Nur" Batin Satria


Satria ikut melesat keluar dari pekarangan kantor Tama dia mengikuti mobil Tama karena takut terjadi apa-apa.


"Ini bukan arah jalan pulang,kemana Tama?"


Satria mengambil ponselnya untuk menghubungi Nur.


"Hallo kak"


"Iya dek,,kamu di mana?" tanya Satria cepat


"Di rumah lah kak, memang di mana lagi"


"Kamu oke??"


"Really.... baik-baik aja kak,sehat walafiat,kenapa sih? tumben nanya gitu" tanya Nur mulai curiga


"Nggak kakak cuma mau pastikan kalian baik-baik aja" jawab Satria segera menutup panggilan nya

__ADS_1


"Aneh deh" gumam Nur menatap ponsel yang sudah mati


"Kemana Tama??apa yang terjadi pada Tama"pikir Satria


Tama memasuki perkarangan rumah sakit membuat Satria makin penasaran,siapa yang sakit? apa oma Adel,atau opa Damian?? apa yang sedang terjadi,banyak sekali pertanyaan di kepala Satria saat ini,apa Tama sengaja menyembunyikan dari Nur karena takut Nur syock??


Satria mengikuti Tama diam-diam,dia ingin tau siapa yang sakit.


Tama berjalan cepat kearah IGD, Satria melihat dari kejauhan Tama berbicara dengan seorang dokter.


Tama di bimbing masuk ke salah satu ruangan perawatan,Satria tetap mengawasi nya melihat dari kejauhan.


"Bang,,,Bang Tama" ucap Vina pelan,dia ingin bergerak memeluk Tama tapi di tahan oleh Tama


"Kenapa harus aku Vin,aku memiliki istri,kenapa harus aku??"


"Karena aku cinta nya sama kamu bang, semua orang juga tau kalau kita akan menikah tapi Nur yang merebut kamu dari kau....!!" pekik Vina


"Vin,, Nur tidak pernah merebut ku,aku yang mencintai nya,aku yang sudah memilih nya,kamu saja yang menanggapi semua ini berlebihan,aku mencintai Nur bukan kamu Vina" tegas Tama


"Tapi aku mau kamu bang,aku cinta kamu bang" balas Vina tak kalah tegas

__ADS_1


Tanpa mereka sadari perdebatan mereka ini di dengar oleh Satria dari luar, Satria bisa melihat jelas dari sudut jendela apa yang terjadi saat ini.


"Bang aku mohon terima aku bang,aku rela jadi istri kedua kamu asal kan selalu ada di dekat mu, asal kan aku bisa melayani mu" mohon Vina


"Gila kamu Vin,gila.....!!! apa serendah itu harga diri mu hanya karena sebuah cinta yang jelas-jelas tak masuk akal ini"


"Ya,aku gila....!! aku gila karena kamu bang,kamu yang membuat ku begini" ujar Vina menarik kuat tangan Tama dan mencium nya,Vina tak peduli dengan sakit nya dia bangkit untuk memeluk tubuh Tama memohon agar lelaki ini mau menikahi nya meskipun jadi yang kedua.


Tama mendorong tubuh Vina dia tidak bisa mengkhianati Nur, Nur perempuan yang di cintai nya.


"Jika kamu tak mau menikahi ku aku akan bunuh diri bang,aku akan bilang pada semua kalau kamu sudah menghamili ku" ancam Vina


Tubuh Satria menegang sempurna mendengar ucapan Vina,Satria tak menyangka kalau Tama sudah mengkhianati adiknya bahkan sampai terlalu jauh.


"Brengsek kamu Vin,jangan ganggu rumah tangga ku dan Nur,aku tak akan tinggal diam jika itu terjadi,aku tak akan meninggalkan Nur"ucap Tama marah


"Perempuan gila kamu" lanjut Tama berjalan cepat meninggalkan Vina, Satria yang berasa di luar berbalik arah agar tak kelihatan Tama.


"Bang.....bang Tama.... aku hamil anak kamu bang" pekik Vina menarik rambut nya sendiri tapi tak di perduli kan oleh Tama,Tama terus berjalan keluar meninggalkan ruangan Vina.


"Benar-benar perempuan gila,menyusahkan ku saja"kesal Tama

__ADS_1


Satria masih melihat Vina dari jendela, perempuan itu terlihat menangis dia benar-benar depresi saat ini,apa benar dia hamil anak Tama pikir Satria jika ia Tama harus bertanggung jawab untuk itu, tapi bagaimana dengan Nur?? sudah pasti hati adik nya akan hancur..


__ADS_2