Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Setuju


__ADS_3

"Bunda....." pekik Vino melihat Bunda nya yang baru pulang menenteng banyak paper bag dan beberapa kantong makanan


"Sayang,kamu sudah makan?" tanya April mencium pipi Kiri kanan Vino


"Sudah bun,tadi Arya kesini bun dia bawa mobilan baru,kalau Bunda gajian belikan untuk Vino ya" cerocos bocah tersebut


Haikal berjongkok di hadapan Vino dan menarik nya


"Bunda belanja banyak untuk Vino tapi Vino harus rajin belajar ya dan jaga nenek di rumah,bunda kan harus bekerja...!!! ini ada oleh-oleh untuk Vino" ucap Haikal mengeluarkan isi dari paper bag yang dia bawa,sebuah mobilan truk besar membuat Vino terpekik bahagia.


"Beneran untuk Vino pa?" tanya nya tak percaya dan di angguki Haikal


"Wah.....keren pasti Arya akan sering main ke sini,dia tidak punya mobilan sebesar ini pa" lanjut Vino membuka box nya


"Tapi Vino harus jadi anak pintar,jangan buat bunda sedih ya, sekarang mobilan dulu kalau Vino sudah besar kita beli mobil beneran" ucap Haikal tertawa kecil


"Ini ada lagi, papa Haikal banyak beli kan mainan untuk Vino,Vino harus bilang apa?" ucap April menyerahkan satu paper bag lagi


"Terimakasih pa oleh-oleh nya Vino suka" jawab Vino mencium pipi Haikal tanpa di minta Haikal membuat Haikal merasa tersentuh.


Tiba-tiba air mata April mengalir dengan sendirinya dia merasa kasihan dengan Vino,Vino haus akan kasih sayang seorang ayah, sedangkan April tak bisa memberikan nya,April belum terpikir untuk menikah lagi dia masih trauma dengan masa lalu nya.


Haikal tersenyum dan mengusap kepala Vino pelan

__ADS_1


" Sana ajak Arya main"


Vino segera berlari keluar dia ingin memperlihatkan pada teman-teman nya kalau dia punya mainan baru.


"Terimakasih pak" ucap Aril pelan sambil menghapus air mata nya


"Sudah sepantasnya Vino mendapatkan apa yang dia ingin kan,dia anak baik,dan kamu sudah bekerja keras untuk membahagiakan nya"


"Terimakasih sudah datang dan menjadi penolong untuk saya dan keluarga saya, tanpa bapak saya tidak akan bisa membeli kan Vino mainan yang dia mau dan Obat untuk ibu saya"


"Bukan karena saya,itu semua kehendak tuhan,saya hanya perantara saja.. Nikmati apa yang sudah tuhan berikan untuk mu" ujar Haikal tersenyum kecil


"Tapi kalau bukan karena bapak-"


"Sudah,jangan sungkan anggap saja itu semua hadiah dari tuhan karena kamu sudah menjadi wanita kuat dan berhati baik" potong Haikal membuat April tertunduk malu


****


"Seperti nya April cocok dengan Haikal sayang"ucap Adel


"Lalu kenapa? kamu cemburu...!!"


"Ngaco deh,aku cuma lebih mendukung kalau April yang jadi istri Haikal,aku tau April dia cukup baik dan sopan" jelas Adel

__ADS_1


"Seperti nya kami yang cemburu dengan ku" tebak Adel


"Aku setiap hari akan cemburu pada mu jika memperhatikan lelaki lain,kamu tau itu kan" jawab Damian meletakkan ponsel nya di atas nakas dan bersiap tidur,sejak Si kembar sudah semakin besar mereka sudah memisahkan tidur nya,di sebelah kamar Mereka tapi Damian tetap memantau anak nya dari CCTV dan tetap terjaga di malam hari untuk melihat anak-anak nya.


"Aku rasa Haikal juga menyukai April karena tidak mungkin Haikal bisa membawa nya menjadi model padahal awal pertemuan mereka cukup tidak enak" ucap Damian


" Kamu tau?"


"Ya,saat kami akan membahas proyek ini tapi April malah menumpahkan minuman ke Jas Haikal" cerita Damian sedikit terkekeh mengingat kejadian nya


"April memang sedikit ceroboh,dari dulu dia cengeng,tidak jarang dia hanya di jadikan bahan bullyan teman-teman nya" ujar Adel mengingat masa lalu mereka


"Kehidupan nya dari keluarga yang tidak berada sayang tapi ada rasa takut jika Haikal menikah dengan nya,aku takut April mengalami hal yang aku alami" aku Adel


"Sayang, semua orang punya masa lalu, semakin dewasa seseorang pasti dia semakin berpikir matang,Haikal juga tak ingin kehidupan nya berantakan tapi dia bisa apa? takdir membawa nya pada kehidupan nya saat ini,kita do'a kan semua baik-baik saja,aku yakin Haikal juga sudah bertobat dan dia ingin kehidupan rumah tangga yang harmonis" jelas Damian


"Semoga saja sayang tapi jika dia menikah dengan April minta Haikal tinggalkan rumah mama nya" ucap Adel sedikit ketus


"Kamu takut mbak Fatma mencuci otak Haikal....!!" tebak Damian yang seakan tau isi kepala Adel


"Ya,kamu tau sendiri kan kakak ipar mu itu bagaimana,mama selalu ingin ikut campur urusan rumah tangga anak nya,aku saja dulu yang berpisah rumah masih bisa dia dominasi, apalagi bersama...."


"Kamu terlalu trauma sayang" ujar Damian terkekeh kecil sambil mencubit gemas pipi Adel

__ADS_1


"Sudah,ayo tidur....!!! katanya besok kamu banyak kegiatan,nanti malah telat lo"


Adel menarik selimut dan mendekat kan tubuh nya pada suaminya ini,Adel memang tidak bisa tidur jika tidak di peluk Damian,dia suka berada di bawah ketiak suaminya ini membuat Adel merasa nyaman dan terlindungi,Damian juga suka jika Adel bergantung pada nya membuat nya merasa selalu di butuhkan perempuan cantik ini..


__ADS_2