Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Prasangka


__ADS_3

Ardian mengemudi nya pelan sambil sesekali melihat kiri-kanan,jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


Saat mengemudi kan mobil nya Ardian seperti melihat sosok perempuan yang dia kenal,Ya Anisa perempuan yang akan di jodohkan mommy untuk dirinya dan sampai saat ini Ardian belum memutuskan untuk menerima perjodohan itu.


"Kemana dia malam-malam begini" batin Ardian


Ardian sedikit menyunggingkan senyum nya, mungkin saja Anisa memiliki pekerjaan sampingan menemani om-om atau pun jadi perempuan malam pikir Ardian karena tidak ada perempuan baik-baik keluar di malam hari dan masih mengenakan pakaian kerja nya.


Ardian meminggirkan mobil nya lalu segera keluar,dia ingin mengikuti Anisa malam ini dan mencari tau siapa perempuan ini sebenarnya, mommy nya begitu yakin dia harus berjodoh dengan perempuan ini.


Ardian melihat Anisa terus berjalan menyebrang jalan dan masuk ke dalam Apotek.


Pikiran lelaki tampan ini menerawang,dia berpikir Anisa tengah membeli pengaman.


"Sial... benar-benar licik cara nya, perempuan berkepala dua,di depan mommy sok polos, nyata nya liar" gerutu Ardian dari jauh, beberapa kali lelaki ini memotret Anisa untuk menjadikan barang bukti


Anisa berjalan pelan setelah keluar dari Apotek dan mulai di ikuti Ardian.

__ADS_1


"Pasti dia mau ke hotel"batin Ardian terus mengikuti langkah kaki Anisa diam-diam


Anisa memasuki gang sempit membuat Ardian bingung.


"Apa ada hotel di gang ini,bisa jadi wisma atau hotel murah" ujar nya lagi


"Assalamualaikum" ujar Nisa lalu masuk dengan tergesa membuat Ardian yang melihat nya melongo,Nisa masuk kedalam rumah sederhana bukan hotel atau pun wisma seperti dugaan Ardian,lalu kenapa Anisa harus ke apotek segala!!!


Ardian mendekati rumah sederhana itu, pintu rumah yang masih terbuka membuat Ardian bisa melihat dari luar aktivitas orang di dalam nya.


"Bunda kira kamu kemana nak,hari sudah malam bunda takut kamu kenapa-kenapa,banyak begal di luar sana, apalagi kamu perempuan,kalau bisa minta calon mu itu untuk mengantarkan pulang"


"Ardian maksud ibu??"


"Tidak mungkin bun,dia punya kesibukan sendiri lagi pula kami tidak punya hubungan apa-apa bun,hanya sekedar omongan dari Ibu Nur saja, Ardian sendiri sampai saat ini tidak menanggapi nya,nggak mungkin kan Nisa yang harus memohon minta di antar kan pulang"jawab Nisa


"Jangan mikir yang aneh-aneh bun,do'a Anisa kan selalu sehat dan di lindungi Allah,biar Nisa bisa terus jaga Bunda dan oma"lanjut Anisa sambil mengeluarkan kantong plastik berwarna hitam yang membuat Ardian penasaran.

__ADS_1


"Bun,ini obat nya,tadi Nisa lihat obat bunda sudah habis, takut nya besok bunda malah nggak minum obat lagi jadi Nisa Mampir dulu bun di apotek depan buat beli"ujar Anisa


Hati Ardian tiba-tiba merenyuh melihat Anisa yang begitu perhatian pada bunda nya,Anisa benar-benar tulang punggung keluarga,tapi di mana ayah nya?


"Pasti kamu capek sayang langsung istirahat ya, terimakasih obat nya"


"Oma di mana bun?"


"Sudah tidur tadi oma juga tidak enak badan dari semalam kepala oma pusing"jawab Bunda Nisa


"Sakit??? kenapa tidak di bawa ke rumah sakit saja bun?"


"Kata oma minum obat warung juga sudah sembuh"


Nisa melangkahkan kaki nya ke arah kamar dan Ardian yang berdiri di tembok rumah segera menyembunyikan tubuh nya agar tak terlihat.


Anisa benar-benar perempuan tangguh,jam segini dia pulang untuk menyelesaikan pekerjaan papi Tama tapi tak sedikit pun dia mengeluh bahkan dia masih bisa pergi membelikan obat untuk bunda nya, sedang kan Ardian tak sedikit pun mementingkan perasaan mommy nya.

__ADS_1


__ADS_2