
" Mau kemana kamu Kal kok bawa koper segala,mau pindah?" tanya Bu Fatma heran tak pernah Haikal menarik koper dari rumah nya tiba-tiba hari ini Haikal ingin pergi
"Ma,aku titip Satria ya,tiga hari ini aku ada urusan keluar kota" ucap Haikal pamit pada mama nya
"Kamu mau ke mana?" tanya Bu Fatma penuh selidik
"Ada proyek di Bali yang harus aku selesaikan beberapa hari ini ma" jelas Haikal berusaha sesantai mungkin
"Jangan lupa bawa oleh-oleh tas keluaran terbaru untuk mama di sana,kalau sudah selesai urusan nya jangan keluyuran Kal,mama ingin kamu temani mama ke undangan anak teman mama Minggu depan" ujar Bu Fatma saat Haikal menyalami punggung tangan nya
Haikal hanya mengangguk setuju dia tak ingin membantah ucapan mama nya saat ini karena akan berakibat buruk untuk rencana nya,Hati Haikal sebenarnya tak tega berbohong tapi mau bagaimana lagi,dia juga tidak bisa jujur karena sudah pasti mama nya akan menghancurkan semua nya.
Haikal mencium pipi kiri kanan Satria lalu segera pergi.
****
__ADS_1
"Sayang, bantu aku benerin dasinya dulu sini" Panggil Damian
" Sebentar sayang" Sahut Adel
Adel yang baru selesai memandikan si kembar langsung mendekati suaminya. Dengan senyum terbaiknya,di letakkan nya si kembar di atas ranjang dengan berbalut handuk dan mainan nya agar tidak rewel.
"Duduk sayang,aku mana sampai kalau kamu berdiri begitu,tinggi kamu dan aku tidak seimbang" keluh Adel membuat Damian tersenyum dan mencium gemas istri nya ini, lalu segera duduk di atas kursi hias Adel
"Tapi kalau lagi di ranjang kenapa bisa seimbang sayang" goda Damian
"I love you."bisik Damian mesra
"We love you. Thank you sudah jadi suami dan papa yang baik untuk aku dan si kembar." Balas Adel sambil mengecup pipi suaminya setelah dasi terpasang sempurna.
"Kamu yakin nggak ikut sayang, nggak mau lihat mantan suami kamu menikah,atau kamu merasa nggak sanggup lihat nya" goda Damian
__ADS_1
"Ngaco kamu"
Adel sebenarnya mau sekali ikut ke acara pernikahan Haikal dan April secara April sahabat baik nya tapi mau bagaimana lagi dia takut si Kembar akan rewel di sana dan bisa-bisa mengacau kan acara, apalagi mereka menikah di rumah penghulu bukan gedung atau hotel berbintang sudah pasti akan sedikit sesak.
"Sebenarnya aku mau sayang tapi bagaimana lagi tidak mungkin si kembar di tinggal kan? kamu saja ya,yang penting ada perwakilan nya dari kita" ujar Adel yang berjalan kearah kaca melihat penampilan nya
"Kenapa sayang?" tanya Damian mendekat dan memeluk tubuh Adel dari belakang
"Tubuh ku masih besar ya sayang?" tanya Adel
"Mau kamu bentuk seperti apapun aku tetap cinta sama kamu. Kamu itu cahaya keluarga, cahaya hidupku dan anak-anak kita. Jadi please jangan bilang seperti itu lagi. Aku nggak suka dengarnya,kamu begini juga karena aku dan anak-anak kita"jawab Damian membuat Adel tersipu malu
"Sudah aku berangkat dulu jangan berpikir macam-macam ya, setelah acara Haikal aku langsung pulang,aku tidak bisa berpisah lama dari kalian"
"Gombal...!!!" cebik Adel sambil mencubit kecil pinggang Damian membuat Damian terkekeh geli,di ciumnya dua buah hati yang sedang asik dengan mainan mereka di atas ranjang lalu dia berangkat.
__ADS_1
Adel segera merapikan penampilan dua buah hatinya ini, kehidupan yang sangat damai,nyaman dan bahagia bagi Adel,dia sudah mengikhlaskan semua yang terjadi di masa lalu, bahkan kini dia sudah bisa menerima Haikal sebagai keponakan suaminya dan April sebagai istri Haikal,tak ada lagi rasa dendam,marah atau pun yang lain nya yang Adel rasakan hanya kebahagiaan menjadi istri Damian dan ibu dari anak-anaknya.