Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
cemburu


__ADS_3

"Aaarrrrggh,"


Damian mengerang saat benar-benar memasuki Adel sepenuhnya.


"Aaah Sayang" desah Adel yang saat ini tengah berada di atas Damian setelah kepulangan Haikal Adel menarik Damian ke dalam kamar ntah kenapa dia tiba-tiba menginginkan suaminya itu dan kali ini Adel yang memimpin permainan mereka karena takut menyakiti buah hati yang ada di rahim Adel.


" Pelan del" ingat Damian sedikit tersenyum melihat Adel yang begitu seksi dan liar di atas nya.


"Iya sayang"


Adel terus menikmati permainan nya itu.


"Ah ah ah, aaawhhh aku mau keluar sayang" Racau Adel


"Lakukan apa yang kamu suka baby!"


Sudah lebih dari sepuluh menit mereka melakukan nya tapi Adel masih enggan beranjak,dia tetap bergerak pelan di atas Damian membuat lelaki itu mengeram menahan nikmat.


"Jangan tinggalkan aku sayang" ucap Adel di sela kegiatan panas mereka


"Justru aku yang seharusnya mengatakan itu, Del.Jangan pernah pergi dari sisi ku meski dalam keadaan apapun"


Adel mengangguk patuh dan tersenyum.

__ADS_1


Adel terkulai lemas di sebelah Damian dan memejamkan matanya saat Damian mencium wajah nya berkali-kali perasaan Damian semakin mencintai nya.


" Del,aku mencintaimu" ucap Damian lembut


" Aku juga sayang" jawab Adel dengan nafas yang masih terengah-engah di sebelah suami nya, tubuh polos Adel semakin terlihat seksi.


****


"Argggg......." pekik Haikal kesal,dia kembali kerumah mama nya setelah pulang dari rumah Damian


Rasa cemburu terlihat jelas pada diri Haikal,dia marah...kesal tapi tak bisa berbuat apa-apa


" Kenapa lagi kal?" tanya Bu Fatma


"Benar-benar bodoh Damian mau menikah dengan perempuan mandul itu" umpat bu Fatma


"Adel tidak mandul ma,dia saat ini hamil! Adel hamil anak om Damian ma"


" Mana mungkin Adel hamil! jangan ngaco kamu" bentak nya


"Kenapa tidak mungkin aku sendiri melihat mereka belanja kebutuhan ibu hamil di swalayan pagi tadi" Sahut Karin yang melihat ibu dan anak ini seperti cacing kepanasan mendengar berita Adel


"Jangan ngarang kamu rin" ucap Bu Fatma tidak suka

__ADS_1


"Kalau mama tidak percaya tanya saja sama ibu saya,Satria pun tadi di berikan Adel uang katanya papa Satria tidak akan sanggup memberikan nya uang" ucap Karin tersenyum sinis pada sang suami dan mertua


"Jangan kurang ajar kamu Karin,aku sedang berjuang bekerja untuk keluarga ini kamu sibuk dengan urusan tak jelas mu itu" jawab Haikal kesal


" Mas aku muak dengan kehidupan ini, ceraikan aku biarkan aku hidup bebas" bentak Karin


" Ck.... menceraikan mu..tidak akan mungkin! kamu yang menyebabkan hidup ku begini,jadi kamu juga harus merasakan penderitaan ini,kamu ingin bebas menjadi ****** di luar sana tanpa kekangan ku,jangan mimpi!" ucap Haikal mencengkeram tangan Karin kuat


"Lepas mas.....sakit"ringis Karin


"Teriak sekuat tenaga mu,tidak akan ada yang membantu" ucap Haikal tersenyum sinis


"Kal.. lepaskan Karin" pekik Pak Heru yang baru datang melihat pertengkaran Haikal dan Karin di dapur sedangkan istri nya hanya menjadi penonton setia.


Haikal melepaskan cengkraman tangan dari Karin, terlihat bekas memerah di lengan Karin


"Kamu gila! dia istri mu kal sudah papa katakan lepaskan dia jika kamu tak menyukai nya lagi, jadikan pernikahan mu dulu pelajaran Kal bukan nya malah semakin menjadi-jadi"


Haikal menghentak kan kaki nya kesal lalai pergi karena papa nya selalu saja menyalahkan diri nya,Karin segera berlari masuk kedalam kamar ibunya.


"Ma dulu kamu yang menginginkan mereka menikah dan sekarang kamu juga yang menjadi penonton untuk mereka berdua benar-benar keterlaluan kamu"


"Kepala mama pusing pa,mama tidak ingin berdebat" elak Bu Fatma meninggalkan suaminya

__ADS_1


Pak Heru hanya bisa menggeleng melihat kelakuan istri nya ini.


__ADS_2