
" Hati-hati di jalan... selesai kan dulu pekerjaan mu nanti biar aku yang menyusul kesana dengan sopir kantor" Ucap Adel tersenyum manis dan mengecup pipi Damian saat mereka hendak berpisah di parkiran kantor Adel
Damian mengusap pipi Adel lembut lalu menganggukkan kepalanya setuju
Adel keluar dari mobi dan melambaikan tangan nya pada suaminya ini, begitu serasi dan romantis di pandang mata,banyak yang iri dengan kesuksesan Adel karena baru saja perempuan ini bergelut di dunia bisnis tapi sudah berhasil berkat bantuan Damian yang selalu mensupport nya dan selalu ada untuk nya.
****
" Om....apa om tak memikirkan perasaan ku? om sadarkan Adel itu mantan istri ku om" ucap Haikal tak terima Damian menikah dengan Adelia
" Hmmmm......mantan istri bukan lagi istri! lagi pula kamu yang mencampakkan Adel,dia berhak bahagia Kal,Adel perempuan baik selama ini dia cukup menderita dengan mu" jawab Damian santai
" Om .... kembali kan Adel pada ku,aku berjanji akan bahagia kan dia" pinta Haikal
" Adel bukan barang yang bisa di oper kesana kemari kal,Adel istri ku dan tidak ada yang bisa menyakiti nya lagi" tegas Damian
" Tapi kami saling mencintai om"kekeh Haikal
"Ck percaya diri sekali kamu mengatakan saling cinta,kamu yang mencintai bukan Adel,Adel sudah bahagia bersama ku"
" Om-"
__ADS_1
" Stop Haikal...sadar kamu hanya masa lalu Adel,saya masa depan nya jangan ganggu lagi Adelia" potong Damian cepat membuat Haikal geram dan mengepalkan tangannya
"Dulu kamu yang mencampakkan Adel dan memilih menikah dengan Karin di saat Adel sudah bangkit kamu menginginkan nya kembali,kamu gila! kamu kira pernikahan ini hanya mainan,yang pantas mengatakan saling cinta saya dan Adel bukan kamu"
" Tapi kamu om ku dan aku sudah menyesal dengan semua itu om!"
" Tidak ada aturan yang melarang aku menikahi Adel karena kami tidak sedarah, kamu dan Adel resmi bercerai.Aku mendapat kan Adel di saat dia janda bukan berstatus istri mu,tidak ada pengkhianat di antara pernikahan kami jadi aku rasa semua nya hal wajar" ucap Damian tegas lalu pergi meninggalkan Haikal mematung sendiri
" Aku akan merebut Adel kembali dari om Damian" batin Haikal
****
" Clek....."
Adel menatap pintu yang sedang terbuka lebar,siapa orang yang berani masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
" Sayang..." gumam Adel melihat Damian yang datang padahal tadi Adel sudah berpesan dia yang akan ke kantor Suaminya ini tapi kenapa Damian yang datang padahal jam belum menunjukkan waktu makan siang
" Ada apa?" tanya Adel melihat Damian langsung duduk di sofa dengan wajah seperti menahan marah
Adel berjalan mendekati suaminya ini
__ADS_1
" Kenapa?" tanya Adel lembut sambil menyandarkan kepalanya di bahu Damian
" Haikal meminta aku mengembalikan kamu pada nya" jawab Damian jujur
Adel menegakkan kepalanya dan menatap Damian
" Lalu kami disetujui?"
" Kamu bukan bola yang bisa di oper sana sini" jawab Damian
"Aku yakin jika kita belum menikah pasti Haikal berusaha menggagalkan nya, seperti nya saat ini dia sudah menyesal berpisah dari mu" ujar Damian
" Dia menyesal karena tak mendapat kan uang ku,kamu yang memutuskan untuk menerima dia dia kantor mu kenapa sekarang malah bete begitu?" tanya Adel
" Aku kesal! " jawab Damian menghela nafas panjang
" Rumah tangga kita baru seumur jagung sayang,alu tak ingin hanya karena Haikal kita bertengkar, sewaktu memutuskan untuk menerima mu sebagai suami aku sudah berjanji akan mengabdikan diri pada mu jangan buat aku menjadi menyesal karena memilih mu" ujar Adel serius
" Del,aku berjanji akan membahagiakan mu semampu ku,aku tak ingin pernikahan ini berakhir sia-sia,aku ingin menua bersama"
" Hmmmm....aku pun begitu, selagi kamu tak bermain api aku tak akan pernah membakar" jawab Adel sedikit terkekeh membuat Damian gemas dan mencium pipi perempuan cantik ini,hanya Adel yang bisa membuat nya sedikit tenang.
__ADS_1