Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
pindah


__ADS_3

"Apa kalian yakin? mama tidak pernah mengusir kalian ya,mama bahkan mau kalian tetap di sini" ujar Adel


"Ma,kami akan tetap sering kesini,hanya saja kami ingin mandiri ma"ucap Bella lembut


"Tinggal di apartemen??" tanya Damian


"Tidak pa,Mas Vino sudah membelikan rumah, meskipun kecil cukup lah untuk keluarga kami"


"Apa mau mama belikan yang lebih besar?" tanya Adel


"Nggak perlu ma, yang kecil saja aku sudah berpikir cara membersihkan nya apalagi yang besar,mas Vino tidak mau ada pembantu ma,kami bekerja sama untuk membersihkan nya" jelas Bella


Damian menggenggam tangan Adel dia tau istri nya ini saat ini sulit untuk melepaskan Bella tapi mau bagaimana lagi,Bella sudah punya Vino,Bella memang seharusnya mengikuti apa yang di kehendaki suaminya dan mereka sebagai orang tua hanya mengarahkan nya saja.


"Baiklah mama izin kan tapi dengan satu syarat"


"Apa ma?" tanya Bella cepat


"Setiap Minggu kalian harus tetap kemari"


Bella menatap Vino dan diangguki Vino setuju


Selesai sudah masalah rumah,Bella bisa bernafas lega saat ini.

__ADS_1


***


"Berkemas lah karena kita akan segera pergi" ujar Satria dingin


"Kemana??"


"Apartemen ku"


"Apa tidak terlalu cepat aku-"


"Saat ini aku suamimu dan sudah seharusnya istri mengikuti kemauan suami"tegas Satria membuat Vina terdiam


Vina sedikit heran melihat perubahan drastis Satria,dia seolah seperti bunglon,dulu Satria sangat ramah dan baik pada nya tapi kenapa sekarang malah Satria seakan-akan seperti monster yang siap memakan nya,apa karena menikah terpaksa pikir Vina,dia pun tak ingin pernikahan ini terjadi Satria yang memaksa nya mengakui ayah dari kehamilan palsunya ini.


Vina segera bangkit menuju lemari pakaian nya untuk berkemas, sebenarnya enggan tinggal di apartemen Satria tapi mau bagaimana lagi dia memang sudah menjadi istri saat ini.


***


"Pa,,aki masih belum bisa terima pernikahan Satria pa" ujar April


"Bun ini semua sudah takdir nya,tuhan akan memberikan yang terbaik untuk umat nya bun, Satria anak yang baik hanya dia sedang tersesat kemarin mungkin dengan menikah sama Vina bisa membuat Trauma Satria hilang"


"Tapi aku yakin jika Vina menjebak anak kita pa,Aku tau Satria.....!!! meskipun aku tidak melahirkan nya,aku tau Satria anak baik,aku takut jika itu bukan anak Satria pa"jelas April

__ADS_1


"Setelah Vina melahirkan kita bisa tes DNA bun jika kamu ragu"


"Ya memang harus itu pa,aku tidak mau kecolongan membesar kan anak yang bukan cucu ku" tegas April


"Jangan terlalu galak bun nanti cepat tua" goda Haikal


"Kamu tidak mengerti perasaan ku pa,aku menyayangi Satria sama seperti Vino dan Nur aku ingin yang terbaik untuk nya"


"Iya..iya aku mengerti sayang, terimakasih sudah hadir dalam kehidupan ku dan Satria jika tanpa kamu,kami tak akan berarti apa-apa bahkan aku pribadi belum tentu bisa menikmati hidup seperti ini jika bukan menikah dengan mu" aku Haikal memeluk erat tubuh April


"hmmmm....hmmmmm....ada yang lagi sayang-sayangan ni,,lagi ada mau nya ya.....!!!" goda Nur pada Haikal


"Huss anak kecil nggak boleh ikutan" jawab Haikal


"Kecil apa nya, orang Nur udah nikah" celetuk Nur cemberut


"Papa lupa,,, papa merasa kamu masih remaja saja karena belum ada perubahan nya"


"Lagi proses pa" jawab Nur


"Udah sana jangan ganggu papa sama bunda,cari suami kamu sendiri" usir Haikal membuat April tersenyum dan sedikit mencubit paha Haikal


"Mentang-mentang lagi akur lupa sama anak nya,coba aja lagi berantem anak nya yang di cari" kesal Nur sambil berjalan keluar rumah.

__ADS_1


April hanya menggeleng kan kepala nya melihat perdebatan kecil antara papa dan anak ini...


Haikal dan Nur memang terkadang sering berdebat meskipun itu masalah kecil tapi hanya sebentar dan berbaikan kembali..


__ADS_2