Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Bertobat


__ADS_3

" Bagaimana Karin?" tanya Pak Heru saat melihat Haikal masuk ke ruangan mama nya


"Seperti nya dia masih syock pa,tapi nanti akan aku coba tenangkan kembali"jawab Haikal dan di anggukki pak Heru


"Ma,hari ini mama sudah bisa pulang kerumah,nanti semua keperluan mama aku yang beli kan, untuk sekarang jangan keluar rumah dulu ma,sudah lah hentikan gaya hidup berlebihan mama tak ada gunanya juga ma,mama sudah tua,bukan nya dulu mama ingin cucu,kenapa tidak bermain bersama Satria saja di rumah" lanjut Haikal


"Kal mama hanya ingin bahagia"


"Banyak cara lain yang bisa di cari selain belanja yang tak ada manfaatnya itu ma,mama masih bisa mencari kesibukan lain, berkebun akan lebih bermanfaat,kalau mama tidak ada lagi siapa yang akan memakai semuanya"


"Kamu anak durhaka menyumpahi mama sendiri untuk mati" ketus Bu Fatma


"Bukan begitu ma, sebaiknya mulai mengajarkan diri untuk berbuat yang bermanfaat,aku tak mengajar kan mama tapi mencoba hidup lebih baik apa salah nya ma,akan terasa lebih tenang"


"Jangan menasehati mama" ujar Bu Fatma kesal

__ADS_1


Haikal dan pak Heru hanya menggeleng kan kepalanya melihat bu Fatma yang sulit sekali di ajak bicara dia selalu kekeh dengan sikap keras kepalanya itu.


"Sudah lah Kal nanti juga lama-lama sadar sendiri kalau dia sudah dapat karma" sindir pak Heru


"Aku akan selesai kan administrasi nya dulu pa,papa bisa kan sendirian membawa mama pulang karena aku harus ke kantor pagi ini ada beberapa berkas penting yang harus aku cek karena akan di kirim ke kantor pusat" ucap Haikal pada papa nya


"Lalu bagaimana dengan Karin?" tanya Pak Heru


"Sepulang dari kantor aku akan langsung kemari, Tadi ibu nya juga sudah aku hubungi, Satria akan pulang hari ini kerumah dan ibu nya yang akan menunggu nya malam ini,Karin juga sudah melewati masa kritis nya pa jadi tidak ada yang perlu di takuti lagi" jawab Haikal


Pak Heru mengangguk mengerti dengan ucapan Haikal.


****


Ya,Damian sengaja mematikan ponsel nya jika sedang bersama Adel, untuk urusan kantor pun juga sudah ada orang kepercayaan nya jadi Damian ingin waktu nya tidak terbuang sia-sia jika berada di rumah bersama keluarga

__ADS_1


Damian segera beranjak dari kursi kebesaran nya dan keluar ruangan


"Anita, meeting pagi ini cancel dulu aku ada urusan yang lebih penting" ucap Damian


"Tapi pak semua karyawan sudah tau kalau pagi ini Meeting bulanan" jawab Anita


"Kamu umumkan saja lagu,aku sedang buru-buru"ucap Damian segera pergi


"Selalu saja begitu jika sedang ada urusan lain"gumam Anita


Damian memang lebih mementingkan keluarga dari pada pekerjaan nya,bukan tak menghargai tapi keluarga tetap no satu bagi Damian meskipun bu Fatma sering terlihat tidak suka pada nya tapi Damian sebagai adik tetap hormat pada kakak nya


****


Karin menangis sendiri di dalam ruangan nya. Bukan tak mengiklas kan kepergian calon anak nya tapi dia merasa berdosa saat ini, semua yang datang nya instan pergi nya pun akan instan bahkan anak nya pun ikut raib saat ini.

__ADS_1


Karin ingin menjadi orang yang lebih baik lagi, menjadi mama untuk Satria dan menjadi anak yang berbakti untuk ibundanya,Tuhan masih memberi kan nya kesempatan untuk hidup berarti Tuhan memberikan nya waktu untuk bertobat meskipun tak bisa kembali pada Haikal nantinya Karin akan mencoba hidup perlahan,dia akan mencoba bangkit kembali menata hidup nya.


Tak ada lagi bekas Haris yang tertinggal di dirinya semua nya hilang dengan hilang nya Haris dari kota ini.


__ADS_2