
"Kenapa sayang,apa Tama menyakiti mu?" tanya April
"Bun,,, ciri-ciri suami selingkuh itu bagaimana?" tanya Nur tiba-tiba
"Tama selingkuh?" tanya Satria yang tidak sengaja lewat di depan kamar Nur dan Tama
"Kak.....hmm- itu-it-u cuma nanya aja kak,ad. teman Nur yang menanyakan nya"elak Nur takut jika Satria malah marah pada Tama
"Kakak kira Tama selingkuh"
"Kakak tau kan bagaimana bang Tama memperlakukan Nur, bagaimana cinta nya Bang Tama pada Nur jadi tidak mungkin lah Bang Tama selingkuh" ujar Nur mencoba menenangkan kakak nya ini
"Menurut Kakak juga begitu,Tama lelaki baik tidak mungkin dia selingkuh" jawab Satria
****
"Hari ini aku pulang cepat,mau di belikan apa sayang?" isi pesan Tama pada Nur
Nur membuka ponsel nya dengan sedikit senyuman meskipun hati nya masih kesal tapi dia juga merasa bahagia karena Tama masih memperhatikan diri nya.
Nur sengaja tidak membalas pesan Tama biar suaminya tersebut tau kalau dirinya sedang marah dan Tama bisa pulang cepat karena Nur sudah memikirkan semua nya,dia ingin bicara serius pada Tama tentang masalah parfum yang lengket di pakaian kotor Tama tadi, sampai detik ini Nur sengaja tidak mencuci nya agar memiliki bukti nanti.
"Seperti nya dia masih marah,aku memang harus pulang lebih awal" gumam Tama sambil menggenggam erat ponsel nya menunggu balasan dari Nur
Tiba-tiba ponsel Tama berdering membuat Tama langsung mengangkat nya karena dia pikir itu dari Nur.
__ADS_1
"Sayang.....!!!"
"Bang Tama,,,!!! bang Tama bilang apa?" ujar Vina tersenyum dari sebrang sana membuat Tama tersentak kaget karena bukan Nur yang menghubungi nya.
"Hmmm...maaf,,maaf saya pikir kamu Nur istri saya"
"Nur....!! ini Vina Bang"
"Iya....maaf..!!! ada apa Vin?" tanya Tama pelan
"Kata Via bang Tama yang membantu Ku semalam,aku mau ucapin terima kasih Bang, Abang-"
"Tidak perlu terima kasih Vin kamu sudah aku anggap seperti adikku sendiri, lain kali jangan ulangi lagi Vin, karena wanita mabuk itu tidak baik bisa mengundang niat jahat orang lain....!!!" potong Tama
"Adik....!!!" ucap Vina pelan,air mata nya menetes seketika,dia sadar kalau Tama tak kan bisa merubah status dirinya
"Iya sama-sama"sahut Tama lalu menutup ponselnya
Tama membuka kembali pesan yang dia kirim kepada Nur tapi memang tidak ada balasan dari perempuan itu.
"Sedang apa kamu sayang kenapa tidak di balas" ujar Tama lirih
Ponsel Tama berbunyi kembali tapi kali ini Tama melihat siapa si penelpon nya ternyata Satria..
"Iya bro..." sahut Tama
__ADS_1
"Sedang di mana?" bisa bertemu?" tanya Satria
"Ada apa? aku masih di kantor tapi sepertinya akan segera pulang,apa tidak bisa kita bicara kan di rumah?" tanya Tama
"Urusan bisnis...!! seperti nya lebih baik bicara di kantor,aku ada penawaran baik untuk mu" jawab Satria
"Oke,aku tunggu di kantor"
"Satu jam lagi aku alan datang" sahut Satria
Tama melirik ke jam Tangan nya ternyata sudah pukul 5 sore,satu jam dari sekarang pukul enam,dia ingin segera pulang memeluk sang istri tapi Satria malah menghalangi membuat Tama harus bekerja ekstra membujuk Nur nanti.
Tama segera merapikan berkas-berkas yang bertumpukan di meja nya karena sang kakak ipar akan datang tidak enak jika terlihat berantakan.
Tama melirik jam dinding sudah pukul 5:50 menit tapi Satria belum juga datang, tiba-tiba ponsel Tama berbunyi kembali.
"Hallo benar ini dengan bapak Tama??"
"Iya....ini siapa ya??" tanya Tama bingung
"Saya dokter dari rumah sakit Harapan ibu,saya ingin mengabarkan kalau saudari Vina sedang kecelakaan dan beliau meminta untuk menghubungi anda sebagai pihak keluarga nya karena tidak ada keluarga yang datang sampai detik ini" jelas Sang dokter
"Kecelakaan???"
"Iya,kami minta kedatangan anda segera karena pasien harus di berikan tindakan lebih lanjut" ucap Sang dokter lalu menutup ponselnya
__ADS_1
"Hallo dok ..... dokter???" pekik Tama kesal,Tama menghubungi kembali tapi tidak ada jawaban.
Tama menghela nafas panjang lalu segera pergi ke rumah sakit Harapan ibu seperti yang sudah di beritahu oleh dokter tadi.