
"Pi...apa kamu tidak khawatir dengan Ardian dan Nisa?" tanya Nur
"Khawatir bagaimana?" tanya Tama heran
"Kamu lihat mereka sudah menikah lebih dari satu bulan tapi belum juga ada tanda-tanda kehamilan pi, mommy takut kalau Nisa seperti kita dulu"
"Mom...jangan berpikir aneh-aneh deh, mungkin saja Nisa memang menunda kehamilan"
"Apa??? mommy tidak boleh mereka menunda pi, mommy ingin segera punya cucu,papi tau sendiri kan anak kita cuma satu Ardian,kalau bisa tiap tahun Nisa itu melahirkan"
"Mommy kira Nisa kucing apa tiap tahun melahirkan" celetuk Tama
"Bukan begitu pi,kita kekurangan anak hanya Ardian penerus kita,apa salah nya jika kita punya banyak cucu"
"Tapi tidak tiap tahun juga Mom, kasihan Nisa nya"
"Mommy yang urus Pi!!!" kekeh Nur
"Tetap saja Nisa yang melahirkan nya" jawab Tama
"Malas ngomong sama papi,tetap aja nggak satu frekuensi sama mommy yang pengen cucu banyak"
"Mommy ini aneh,kan ada Devan,Sam sama Keyla,Kiara....tetap saja cucu kita banyak kalau mereka semua mempunyai anak,sama saja Mom,anak mereka cucu kita begitu juga anak Ardian juga cucu Vina dan Bella" jelas Tama membuat Nur terdiam sejenak
Nur memukul kepala nya sendiri karena terlalu terobsesi dengan cucu hingga tak memikirkan perasaan Nisa yang harus memiliki anak banyak.
"Sudah-sudah....ayo tidur hari sudah larut malam jangan memikirkan banyak cucu,satu cucu dulu yang kita fokus kan" ucap Tama menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
__ADS_1
****
"Kalau kakak sibuk nggak usah jemput Key ya" ucap Keyla sambil merapikan dasi Sam
"Kenapa?" tanya Sam heran
"Key bisa pake taksi pulang sendiri"
"Biar kakak yang jemput sayang, kasihan kamu kepanasan kalau harus nunggu taksi"ujar Sam menarik pinggang Keyla agar lebih dekat dengan nya.
"Kenapa harus panas kak! kan ada aplikasi,Key nya juga menunggu di tempat yang teduh bukan di bawah terik matahari" jawab Keyla sambil merapikan pakaian Sam
"Pokoknya nggak sayang, selagi kakak bisa jemput biar kakak yang jemput istri manja kakak ini" tegas Sam menyolek hidung Keyla dan mencium gemas bibir Keyla sekilas.
"Kebiasaan deh,nggak pake aba-aba" kesal Keyla
"Kalau pake aba-aba apa kamu mau membalas nya?" tanya Sam sambil terkekeh kecil
"Sudah mulai berani ya"
"Kak....lepas...nanti terlambat"
"Biarin terlambat kalau penyebab nya kamu" jawab Sam memeluk tubuh Keyla dari belakang lalu mencium tengkuk nya sedikit membuat Keyla berdecak kesal karena Sam meninggalkan tanda merah di belakang lehernya.
"Kak....." protes Keyla tapi Sam hanya tertawa geli, terpaksa Keyla menggerai nya pagi ini untuk menutupi tanda merah itu.
"Jangan ngambek sayang nanti juga hilang sendiri"
__ADS_1
"Tapi lama kak, yang kemarin juga belum hilang, sekarang sudah ada tanda baru, bagaimana jika teman-teman Key lihat pasti pada heboh" oceh Keyla bertambah kesal
"Itu tandanya kamu sudah ada yang punya"jawab Sam santai tapi tidak dengan Keyla yang bertambah jutek,mood nya memburuk karena tingkah suaminya pagi ini
*****
"Senyum....." ujar Sam saat mobil nya sudah terparkir di depan sekolah Keyla
Keyla memaksakan senyuman nya pada Sam lalu menarik tangan Sam dan mencium punggung tangan Suaminya ini.
"Jangan nakal,nanti kakak jemput"ucap Sam tapi tidak di respon oleh Keyla dia masih kesal
"Sayang sudah dong marah nya,siang ini kita mau lihat rumah nya loe,nggak mungkin kan marahan" ujar Sam
"Jadi setelah lihat rumah marah nya boleh di lanjutkan?" tanya Keyla
"Ya nggak begitu juga sayang,sudah ya...nanti kita beli Es krim kesukaan kamu" bujuk Sam
"Lain kali jangan begitu lagi kak,masa tiap hari Key harus gerai ke sekolah,panas tau!"
"Iya....iya maaf,,tapi kalau Sabtu dan Minggu wajib ya,kan libur sekolah" goda Sam lalu di hadiahi pelototan tajam dari Keyla
"Kalau kamu begitu kakak makin gemes Key,pengen cepat-cepat-"
"Stop Key mau sekolah" ucap Keyla menutup mulut Sam dengan telapak tangan nya
Sam menarik Keyla mendekat pada nya dan mencium ke kening istrinya ini lalu beralih ke pipi kiri kanan.
__ADS_1
"Selamat belajar sayang" ucap Sam dan diangguki Keyla lalu segera keluar dari mobil Sam.
Sebenernya akhir-akhir ini Sam sudah merasa kan hal yang berbeda jika bersama Keyla,Sam merasa mulai ada nya kenyamanan dan tiap hari nya dia ingin selalu melindungi Keyla, buktinya dia tidak ingin Keyla pulang sendiri meski sesibuk apapun dia pasti Sam menyempatkan diri untuk menjemput Keyla,dan batinnya pun selalu tergerak jika jam Keyla pulang sekolah, kebiasaan ini mulai menjadi rutinitas menyenangkan untuk Sam, begitu juga Keyla yang sudah terbiasa di jemput oleh Sam, bahkan jika berjauhan ada perasaan rindu pada diri mereka masing-masing.