Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Pekerjaan


__ADS_3

Satria terdiam saat mendengar suara dari sebrang sana membuat Vina curiga karena saat ini mereka tengah makan malam bersama.


"Iya...." jawab Satria pelan


Vina berusaha sok sibuk dengan kegiatan makan nya tapi sebenarnya dia penasaran siapa yang menghubungi Satria hingga suami nya ini hanya menjawab kata iya, biasanya jika keluarga Satria tak pernah sedingin itu meski pun dengan nya dingin.


Satria menutup ponselnya lalu makan kembali.


"Besok kau bisa datang sendiri ke acara Arisan keluarga?" tanya Satria


"Kamu mau kemana?tanya Vina penasaran


"Aku-ak-u banyak pekerjaan" jawab Satria dan di angguki Vina setuju mungkin memang Satria tidak mau pergi bersama nya pikir Vina.


****


Satria bersiap hendak berangkat ke kantor pagi ini,dia sengaja tidak membangun Vina karena nanti Vina akan pergi bersama keluarga nya jadi biarlah dia istirahat dulu agar tidak kelelahan kasihan kehamilan nya pikir Satria.


"Selamat pagi pak"


"Pagi"


"Pagi pak...."


"Hmmm pagi"


Sapaan demi sapaan di tujukan untuk Satria,bos yang terkenal baik dan ramah ini selalu jadi pusat perhatian para karyawan nya, Satria seorang lelaki tampan membuat banyak karyawan perempuan yang mengagumi nya.hingga saat ini belum ada yang tau kalau diri nya sudah menikah karena Vina belum pernah dia bawa dan dia perkenalkan sekalipun ke kantor nya.

__ADS_1


Satria mengehentikan langkah kaki nya saat keluar dari Lift khusus menuju ruangan nya karena melihat perempuan cantik berdiri di depan ruangan nya.


"Ayunda......!!"gumam nya pelan membuat perempuan bernama Ayunda tersebut tersenyum kecil karena lelaki di hadapannya ini masih mengenali dirinya.


Ya... perempuan yang bernama Ayunda Azahra ini pernah mengisi hati Satria dulu,saat mereka masih kuliah bersama tapi Ayu, panggilan untuk perempuan cantik ini meninggalkan Satria karena perjodohan orang tua nya.


"Satria...."


Satria berjalan pelan,cukup lama dia tak bertemu Ayu lagi setelah perempuan ini memutuskan untuk meninggalkan dirinya.


Ayu berlari memeluk tubuh Satria, membuat Satria merasa iba karena Ayu menangis terisak.


"Kenapa kamu datang kemari?" tanya Satria dengan nada dingin


"Aku-a-ku minta maaf Sat karena kesalahan ku dulu" jawab Ayu pelan


"Sat....maaf kan aku"


"Stop yu,tak ada lagi yang perlu di maafkan aku sudah tak ingin membahas kisah lama kita, Jelas kan maksud kedatangan mu?" tanya Satria lagi


"Aku butuh pekerjaan"


"Kemana suami mu?"


"Aku sudah bercerai sebulan yang lalu,dia lelaki yang kasar,dia selalu berbuat semaunya padaku-"


"Stop aku tak ingin mendengar keluh kesah rumah tangga mu,jangan menceritakan keburukan suamimu pada orang lain"potong Satria

__ADS_1


"Lalu aku harus bercerita pada siapa Sat,papa dan mama ku sudah meninggal "isak Ayu


"Kamu tau kenapa aku menerima pernikahan itu??? semua itu karena hutang,mama sakit keras hingga papa harus menggadaikan perusahaan nya pada keluarga Harun dan membuat ku harus mengganti semua nya jika aku menolak menikah" pekik Ayu tepat di wajah Satria


"Kenapa kamu tidak katakan dulu di saat kita bersama,aku akan membantu mu"


Ayunda menggeleng kan kepala nya pelan


"Tidak semudah yang kamu pikirkan Sat,hutang papa cukup besar, tidak mungkin seorang mahasiswa seperti mu saat itu mampu membayar nya, meskipun minta pada keluarga mu pasti mereka akan berpikir panjang, sementara mama tetap membutuhkan biaya, hingga aku memilih jalan menikah dengan Harun"


"Tapi nyata nya kamu bercerai kan? semua nya juga hilang"


"Ya,,,tapi setidaknya aku bisa mengobati mama ku meskipun harus menjual tubuh ku"jawab Ayu


Satria memandang wajah sendu perempuan yang pernah mengisi hari-hari nya ini,cukup lama mereka menjalin kasih sampai akhir nya Ayunda menikah dan membuat Satria kehilangan gairah hidup saat itu.


"Tolong berikan aku pekerjaan Sat,aku butuh untuk bertahan hidup" mohon Ayu membuat Satria iba


"Baiklah kamu boleh bekerja besok, temui pihak HRD dan katakan pada mereka untuk memberikan mu pekerjaan sesuai dengan ijazah yang kau punya"


"Kenapa harus menemui HRD,kenapa tidak di ruangan mu saja, menjadi sekretaris atau asisten pribadi mungkin?"


"Aku sudah punya itu semua,jika kau mau pekerjaan segera ke sana aku akan minta pak Handoko untuk memberikan mu posisi"jawab Satria


Ayu sedikit kesal melihat perubahan Satria, padahal bisa saja Satria memberikan nya tempat berdekatan dengan ruangan nya tapi kenapa harus ke pihak HRD.


"Silahkan keluar jika memang mau bekerja, ingat profesional dalam bekerja meskipun kita dulu ada hubungan tapi untuk sekarang hanya antara bos dan karyawan tidak lebih" tegas Satria membuat Ayu segera keluar, paling tidak saat ini Ayu bisa membuktikan pada mantan suami nya kalau dia mampu untuk bekerja.

__ADS_1


__ADS_2