Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
masa lalu


__ADS_3

Seminggu berlalu Adel dan April semakin dekat karena April sendiri saat ini sudah bekerja di perusahaan Haikal sebagian model dari produk-produk yang akan dirilis oleh perusahaan ,Haikal sendiri juga semakin dekat dengan April bahkan tiap hari mereka sudah bersama,April pun sudah mengenalkan Haikal pada ibunya sebagai atasan.


Haikal sendiri sudah merasa nyaman dengan April meskipun perempuan ini sedikit pemalu tapi Haikal bisa memaklumi nya dan April sendiri masih belum mau bercerita tentang kehidupan nya secara detail,April masih menjaga jarak untuk urusan pribadi,Haikal yang harus bergerak lebih cepat untuk mencari tau kehidupan April.


"Vino pasti suka ini Pril" ucap Haikal saat melihat salah satu helikopter terpajang di etalase toko saat ini mereka baru saja selesai metting di salah satu restoran cepat saji di sebuah Mall besar.


"Pak,,sudah jangan di tambah lagi mainan nya Vino sudah banyak sekali mainan baru yang bapak belikan nanti saya terlalu banyak hutang sama bapak,takut nggak bisa bayar" ucap April jujur


Kemarin April meminjam uang pada Haikal dengan minta memotong gaji nya karena ibu nya harus membeli obat lagi,Haikal langsung memberikan nya pada April membuat April tak enak hati jika Haikal terus membelikan Vino mainan, bisa-bisa gajinya habis di potong Haikal pikir April karena dia belum sebulan bekerja bersama Haikal.


"Kalau nggak bisa bayar pake uang pake yang lain aja" jawab Haikal


"Maksud bapak?" tanya April bingung


"Iya,,yang lain... ajakan makan malam atau yang lain nya" elak Haikal karena melihat wajah bingung April


"Masakan saya biasa pak,hanya makanan kampung takut bapak nanti tidak suka"

__ADS_1


"Bagaimana nggak suka,saya aja sampai nambah berkali-kali kalau kamu masak,di masakin tiap hari juga saya mau" ucap Haikal santai sambil memilih-milih mainan untuk Vino dan Satria


"Memang bapak mau di masakin tiap hari?" tanya April polos


"Mau...!!" jawab Haikal cepat


"Nggak bosan??" tanya April lagi


"Nggak...." jawab Haikal dengan jantung berdebar kencang


"Ya sudah besok saya bekalin"ucap April membuat tubuh Haikal lemas,pikir nya April sudah mengerti maksud nya untuk meminta April memasak di rumah nya bahkan menjadi istri nya


"Kemana?"


"Pulang lah pak,nggak mungkin kita nginep di sini kan,ini sudah sore nanti Vino nyariin saya"


Haikal hanya menggeleng kan kepala nya,kenapa fokus nya bisa hilang di hadapan April saat ini, jantung nya pun tak berhenti berdetak kencang.

__ADS_1


April berbeda dari Adel ataupun Karin,dia terlalu polos,tidak peka membuat Haikal terkadang gemas sendiri,tapi mau bagaimana lagi April yang saat ini bisa membuat jantung nya berdebar kencang, membuat Haikal terkadang senyum sendiri.


***


"Pa,kamu lihat nggak tingkah Haikal akhir-akhir ini berbeda" ucap Bu Fatma


"Berbeda gimana ma, perasaan papa biasa saja"


"Dia lebih sering main ponsel senyum-senyum sendiri sekarang,apa mungkin Satria mau punya mama baru,atau malah masih Karin?"


"Biarkan saja ma,mau perempuan baru atau lama sama saja kan tetap mama untuk Satria,tidak usah di perpanjang ma"


"Mana bisa begitu pa,kalau memang mau kembali pada Karin harus ada perjanjian dulu atau pun harus ketemu keluarga,mama tidak mau asal terima saja pa dan kalau perempuan lain lagi mama harus tau dulu kehidupan nya secara Haikal sudah sukses sekarang dan tidak bisa main ambil saja" ketus Bu Fatma


"Ma kamu itu semakin ribet,itu yang membuat Haikal berpikir dua kali untuk menikah,kamu nggak sadar-sadar dengan kejadian masa lalu,Haikal itu lelaki dewasa butuh istri....!!! tidak perlu ikut campur ma dalam kehidupan nya dia sudah bisa menentukan pilihan sendiri, ingat kehancuran Haikal dulu ada nya campur tangan kamu" ujar pak Heru


"Papa selalu saja begitu,tak pernah membela mama,mama sudah punya pilihan untuk Haikal pa,anak sahabat mama,dia baru lulus S2 di Jogja" kesal Bu Fatma melihat suaminya ini

__ADS_1


"Terserah kamu"Pak Heru segera berdiri dan meninggalkan istri nya sendiri.


__ADS_2