Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
sederhana


__ADS_3

April melirik kearah jam dinding sudah pukul sebelas siang tapi tak ada tanda-tanda Haikal dan Satria akan pulang, membuat April cemas bagaimana jika Vino malah mengajak mereka makan siang di rumah nya,apa Haikal akan setuju sementara April hanya memasak sayur bayam bening dan dadar telor serta tempe goreng tidak ada lauk enak,hanya sambal terasi.bagaimana mungkin mereka bisa makan apalagi Haikal orang kaya tidak akan bisa makan dengan lauk tersebut pikir April.


"Ayo masuk sebentar lagi jadwal makan siang" ajak Vino


Satria dan Haikal pun masuk kedalam rumah,cukup sederhana,hanya ada kursi tamu dan Tv cembung biasa,ada beberapa foto bayi terpajang mungkin itu Vino sewaktu kecil tidak ada foto pernikahan atau apapun seperti nya memang ada yang tidak beres karena Vino sendiri mengatakan kalau tidak memiliki ayah,apa kah meninggal atau bercerai itu yang belum Haikal tau.


"Hmmm.... "Haikal sedikit berdehem saat melihat April keluar dari satu pintu kamar


"Maaf aku masuk,Vino mengajak ku" ucap Haikal


"Bunda,Aku dan Satria lapar" ucap Vino


deg


Apa yang di takutkan April terjadi, bagaimana ini.


"Hmm..itu-Vino mau makan?" tanya April dan diangguki Vino bersama Satria serentak


"Bunda-Bun-da hanya masak telur sayang" aku April pelan


"Tidak apa,Satria menyukainya" jawab Haikal,dia tau kalau perempuan ini sedikit malu


"Benar?"


Satria mengangguk kan kepalanya,dulu saat papa dan mama nya sibuk bertengkar terus dia juga di beri makan telur oleh nenek nya,jadi Satria sudah terbiasa, apalagi Satria bukan tipe anak pemilih untuk makanan,dia cukup bisa di ajak kompromi.

__ADS_1


April sedikit lega setidaknya masalah Satria sudah terlewati sekarang tinggal Papa nya,apa Haikal akan ikut makan dengan sayur bening dan sambal terasi? seperti nya tidak...!!! pikir April.


Tapi April salah, Haikal ikut duduk di kursi makan tersebut bahkan mengambil nasi untuk dirinya sendiri membuat April tertunduk,dia tidak tau kalau Haikal dan Satria akan datang kemari,kalau tau setidaknya April akan membeli lauk Ayam meskipun harus menguras tabungan nya.


"Maaf tuan hanya ada ini" ucap April


Haikal tersenyum kecil melihat April yang sedikit tertunduk,April segera berdiri mengambil kan nasi untuk Vino dan Satria lalu membuat kan Haikal teh hangat, sudah seperti keluarga sebenarnya hanya saja belum ada pergerakan dari Haikal.


Haikal makan dengan lahap nya meskipun sayur bening,telur dadar dan goreng tempe serta sambal terasi tidak membuat Haikal mundur, justru makan seperti ini yang tak pernah dia temui, maklum saja dari Menikah dengan Adel dulu dia sudah hidup mewah,tapi jika di pikir-pikir makanan seperti ini tak kalah seru nya,ada kenikmatan tersendiri meskipun makanan sederhana tapi sangat menggugah selera.


Di sela-sela makan nya Haikal mendapatkan telpon dari Damian yang mengatakan kalau besok adalah Launching produk kosmetik merek sedangkan model nya belum di dapat kan Haikal.


"Kenapa?" tanya April pelan, seperti nya Haikal sedang sedikit kesal


"Satria seperti nya setelah ini kita harus pulang" ucap Haikal


"Tapi papa harus pergi sayang, papa masih ada pekerjaan" jelas Haikal


"Jika kamu tidak keberatan Satria di sini saja dulu, setelah pekerjaan mu selesai jemput dia" potong April


"Tapi-"


" Tidak masalah,aku bisa menjaga nya"


" Pekerjaan mu?" tanya Haikal yang baru ingat kalau April juga bekerja di restoran

__ADS_1


"Aku-ak-u sudah di pecat" jawab April jujur


"Di pecat kenapa bisa?"


"Ada kesalahpahaman yang terjadi,tapi tidak masalah mungkin tidak ada rezeki ku di situ" ucap April sedikit bersedih


Haikal memperhatikan April dari ujung kepala sampai kaki seperti nya April bisa di jadikan model untuk kosmetik terbaru nya


"Kenapa menatap ku begitu?" tanya April heran


"Kamu mau bekerja dengan ku?" tawar Haikal


"Bekerja sebagai apa?"


"Model ..aku sedang mencari model baru untuk produk kosmetik tersebut kami yang akan launching besok" jelas Haikal


"Aku..!!!" tunjuk April pada dirinya dan di anggukki Haikal


"Jangan bercanda aku tidak ada bakat menjadi model" lanjut April


"Justru perusahaan tak mencari model papan atas,kita bisa casting hari ini dan untuk pembayaran aku bayar dua kali lipat dari gaji mu di restoran" tawar Haikal membuat April berpikir sejenak, tawar yang sangat menggiurkan di saat dia butuh uang untuk pengobatan ibu nya,apa kali ini Haikal hadir sebagai malaikat penolong nya,apa Takdir mulai berpihak pada nya,tapi bagaimana cara kerja nya apa dia bisa??


"Apa aku bisa?" tanya April


"Pasti,,,kamu pasti bisa,akan ada pihak yang mengajari mu" jawab Haikal

__ADS_1


"Baiklah aku terima tawaran mu" jawab April tersenyum manis dan memberikan uluran tangan yang langsung di sambut Haikal.


" Boleh aku lanjut makan?" tanya Haikal dan di jawab anggukan serta senyum manis dari April...


__ADS_2