Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
memulai dari awal


__ADS_3

"Ceraikan aku!!!!"


"Cerai...!!! jangan Gila Vin, pernikahan bukan mainan,aku berjanji pada diriku dan Bunda untuk menikah hanya satu kali seumur hidupku"tegas Satria


"Biarkan aku ikut mama ku keluar ngeri saja sat,jika kamu takut aku mengganggu pernikahan Nur dan Tama" pinta Vina serius


"Tidak!!!" tegas Satria


"Saat ini aku suami mu Vin"


"Aku tak ingin keluarga mu kecewa Sat jika tau yang sebenarnya "


"Justru dengan kita bercerai mereka akan lebih kecewa, selama ini bunda menginginkan aku menikah meskipun mereka sudah sempat kecewa dengan cara pernikahan kita tapi bunda masih bisa memaafkan kita Vin,kit sudah terlanjur masuk dalam permainan ini kenapa harus berpisah,kita bisa bersama menghapus pernikahan pura-pura ini dengan pernikahan sungguhan"


"Lalu aku harus bagaimana? mengatakan kalau aku pura-pura hamil dan keluarga mu malah memandang ku buruk,itu yang kamu mau??? tidak mungkin Sat...!!! aku memang sempat ingin menghancurkan pernikahan Tama dan Nur tapi saat ini aku menyerah sat,,aku menyerah"tekan Vina sambil menitikkan air mata,dia sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi

__ADS_1


"Kita mulai dari awal, meskipun kita menikah tanpa cinta setidaknya kita awali dengan saling menerima,kita saling mengenal satu sama lain Vin aku yakin kita bisa bersama"ajak Satria menggenggam tangan Vina


"Aku tidak bisa,hati ku sudah terpaut pada Tama,jadi biarkan aku pergi, melihat wajah Tama membuat ku tak bisa melupakan nya" Ucap Vina jujur membuat Satria terdiam,dia akui kalau Vina memang begitu dekat pada Tama dulu tapi saat ini Tama sudah jadi milik Nur.


"Percaya pada ku,beri aku kesempatan untuk menyakinkan mu kalau kita bisa seperti pasangan suami istri lain nya asalkan kamu mau membuka hati untuk ku,kita belajar sama-sama membina rumah tangga Vin, keluar negri bukan jalan keluar untuk masalah ini"bujuk Satria


"Kehamilan pura-pura ku bagaimana?"tanya Vina sambil menghapus air mata nya


"Serahkan pada ku,aku akan membuat mu hamil sungguhan" jawab Satria sedikit tersenyum membuat Vina membelalakkan matanya,selama menikah baru kali ini Satria bicara frontal pada nya,apa ini sosok yang sebenarnya tentang lelaki tampan ini


"Maaf,,aku hanya bercanda" ucap Satria menenangkan Vina, membuat Vina menghela nafas sedikit kasar


****


"Kenapa harus program sayang,kita masih baru menikah,bulan madu saja kita belum, nikmati saja proses nya"

__ADS_1


"Tapi Nur takut Ay, bagaimana jika Nur mandul"


"jangan sembarang bicara, tuhan itu akan memberikan yang terbaik sayang, mungkin saja saat ini kamu masih sibuk hingga tuhan belum menitikkan nya pada kita,kuliah mu, pekerjaan mu dan mengurus ku sudah menguras waktu mu,coba di kurangi sedikit aktivitas nya mungkin bisa lebih tenang dan lebih cepat berhasil "jelas Tama dan di anggukki Nur setuju memang benar aktivitas nya sangat padat sekarang apalagi terkadang Nur menemani aktivitas Tama di waktu luang nya membuat nya kurang istirahat.


"Bagaimana cafe?"tanya Nur


"Aku tidak melarang sayang tapi kurangi aktivitas mu dan perbanyak istirahat"


"Baiklah akan aku coba"jawab Nur tersenyum memeluk tubuh Tama


****


"Mas,,bunda besok akan kemarin dia ingin mengajak ku periksa ke dokter"


"Mau aku temani?"

__ADS_1


"Tidak perlu,aku dan bunda saja mas,besok kami mau ke apartemen Vina, sekalian mengajak nya, bunda ingin lihat dua cucu katanya"


"Baiklah, hati-hati jika butuh sesuatu langsung hubungi aku ya,jangan belanja dulu sayang kehamilan mu masih muda takut nya malah kelelahan, selesai dari rumah sakit langsung pulang" nasehat Vino


__ADS_2