Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Bonus


__ADS_3

"Selamat atas pencapaian mu Nis, semoga bonus yang di transfer perusahaan bisa berguna untuk kamu dan keluarga mu" ujar Tama menyalami Nisa memberi kan ucapan selamat


"Semua nya bukan karena saya saja pak,ada Ardian dan Devan yang ikut berperan di dalam proyek ini, mereka juga cukup hebat"ujar Nisa tersenyum bahagia melirik kearah Ardian yang duduk di sofa sedangkan dirinya di hadapan Tama.


"Saya serahkan proyek ini pada kalian bertiga jika sukses pada waktu nya saya akan berikan kejutan besar"


"Bagaimana Ar,kamu bisa?" tanya Tama melirik putra semata wayangnya ini


"Siap pi" jawab Ardian semangat karena ada Nisa yang ikut serta dalam proyek nya ini.


"Saya harap kamu bisa bekerja sama dengan baik Nis, Jika ada kesulitan bisa tanyakan pada saya dan Ardian"


"Baik pak, terimakasih atas bonus nya" jawab Nisa menunduk kan kepalanya hormat lalu segera pamit


Ardian terus melirik kearah Nisa saat keluar ruangan.


"Papi lihat ada pandangan berbeda pada Anisa Ar,apa sudah-" goda Tama


"Biasa saja pi,oh ya mulai besok proyek nya bisa di jalankan pi" ucap Ardian segera mengalihkan pembicaraan mereka.


Tama menganggukkan kepalanya sedangkan Ardian pamit keluar.


"Nis keruangan ku,ada yang harus di bicarakan" ujar Ardian dingin sambil berjalan kearah ruangan nya membuat semua yang ada di sana menatap Nisa, Ardian seperti nya tengah serius.

__ADS_1


"Tumben bos manggil kamu nis,ada yang salah?" tanya Dinda rekan Nisa dan di jawab gelengan oleh Nisa karena dia benar-benar tidak tau,tadi Ardian masih bersikap baik pada nya.


"Cepet Nis,kamu tau kan kulkas kalau sudah marah, mungkin ada laporan kamu yang salah"


Nisa mengangguk dan berjalan cepat ke dalam ruangan Ardian.


Nisa membuka pintu lalu menutup nya lagi.


"Ada apa?" tanya Nisa menatap kekasihnya ini


Ardian segera berdiri dan mendekat pada Nisa.


"Selamat atas keberhasilan mu" bisik Ardian pelan membuat bulu kuduk Nisa berdiri


"Seperti nya malam ini kita harus merayakan nya "Ucap Ardian tepat di wajah Nisa


"Maksud-mu aku tidak menger-ti"ujar Nisa gugup karena wajah Ardian sangat dekat dengan nya.


Ardian mengecup bibir Nisa perlahan


"Aku ingin malam ini kita berdua"


Ardian ******* kembali bibir Anisa tapi kali ini Nisa membalasnya hingga mereka saling bertukar saliva, tangan Nisa sudah berada di pinggang Ardian.

__ADS_1


"Tok.....tok...."


Ketukan pintu membuat Nisa mendorong tubuh Ardian dan segera merapikan rambut nya.


Rupanya Dahlia Direktur keuangan yang masuk ke ruangan Ardian.


"Lain kali kamu harus lebih teliti lagi Nis,aku tidak ingin bolak-balik terus mengajari mu,hanya membuang waktu ku saja" ujar Ardian dengan wajah dingin nya


Nisa mengangguk patuh di dalam hati Nisa merutuki kekasih nya ini, Ardian begitu mudah merubah ekspresi nya,apa dia seorang Artis,yang bisa berganti peran dalam sekejap.


"Saya permisi dulu pak" ucap Nisa berlari keluar


"Kenapa?" tanya Ardian pada Dahlia


"Tentang pengambilan uang untuk keperluan gudang kemarin,aku butuh tanda tangan mu"


"Papi???"


"Beliau sedang keluar"jawab Dahlia.Dahlia adalah salah satu orang kepercayaan papi nya dari dulu hingga dia di tunjuk sebagai Direktur keuangan perusahaan mereka, Dahlia juga teman satu sekolah Ardian saat SMA.


Ardian segera menandatangani nya lalu Dahlia keluar.


Nisa menghela nafas panjang bisa-bisa nya Ardian mencium nya di kantor bagaimana jika ada yang melihat mereka,Nisa sudah pasti akan di bully habis-habisan di tuduh perempuan penggoda karena semua orang hampir tau bagaimana kehidupan nya.

__ADS_1


__ADS_2