
"Setidaknya Mr perhatikan poin keuntungan nya dan proyek ini tidak begitu lama memakan waktu jadi keuntungan nya lebih besar"jelas Anisa setelah mempresentasikan proposal nya.
"Saya cukup menyukai nya tapi saya harus pelajari terlebih dahulu,dan besok akan saya berikan keputusan nya, untuk hari ini sekian dulu karena saya masih ada meeting di tempat lain"
"Apa tidak bisa di percepat Mr?" tanya Ardian membuat Devan dan Anisa menatap lelaki dengan aura dingin ini.
"Maaf semua ada prosedur nya,besok akan saya beri kan keputusan nya"
Ardian menghela nafas panjang saat melihat kepergian sang klien,padahal dia ingin besok segera pulang agar tak melihat Devan mengganggu Anisa lagi.
"Kenapa buru-buru bro,kita belum menikmati indahnya pulau Bali,malam ini ada party di pantai banyak bule dan pengunjung lokal lain nya,kita bersenang-senang di sana"Ajak Devan tersenyum manis
"Ayo makan siang,aku sudah lapar"ajak Devan menarik tangan Ardian dan Nisa serentak
"Nis,tadi kamu keren" puji Devan membuat Ardian lagi-lagi kesal
"Biasa saja,saat bersama pak Tama saya juga seperti itu,poin penting dalam meeting untuk mempengaruhi klien agar yakin dengan kinerja kita dan memilih perusahaan untuk bekerja sama" jawab Nisa santai
"Tapi jujur kamu cerdas Nis, benar kata ayah, Kamu bisa di jadikan guru" puji Devan lagi
__ADS_1
"Kamu kira sedang sekolah"sahut Ardian
"Bagaimana jika kamu mengajari ku nis,aku yakin perusahaan ayah akan berkembang pesat"
"Tidak...Nisa tidak buka kursus privat"potong Ardian membuat Devan mencebik
"Lelaki yang mendapat kan mu pasti lelaki yang beruntung Nis, cantik... pintar -"
"Yang jelas bukan kamu" ketus Ardian membuat Devan lagi-lagi mencibir sepupu nya ini
"Jika Nisa mau tidak masalah"sahut Devan cepat
"Nis, makan yang banyak agar nanti malam kuat,kita akan menonton party bisa saja pulangnya pagi" canda Devan
"Bro..ini Bali bro,kota besar...waria saja pulang pagi, apalagi kita yang jelas-jelas normal"
"Loe aja jadi waria jangan bawa-bawa Nisa" kesal Ardian lagi
"Kok loe yang sewot,Nisa aja nggak nolak,iya kan Nis?" tanya Devan membuat Anisa serba salah karena Ardian juga ikut menajamkan mata nya padanya.
__ADS_1
"Nggak ada party,Nisa pergi sama gue malam ini"tegas Ardian
"Nggak...nggak....loe mulai nggak asik bro, Nisa sama gue" tolak Devan
"Sudah...sudah jangan bertengkar,biar adil kita pergi bertiga " usul Anisa tapi Ardian berdiri lalu segera pergi, Ardian berharap Nisa mengejar nya tapi Nisa sama sekali tak bergeming dari tempat duduk nya.
"Apa kamu terlalu berharap pergi bersama Devan" batin Ardian
"Kamu sih Van,jadinya Ardian marah kan" tunjuk Nisa
"Kok malah aku Nis,bukan nya dia yang nggak boleh pergi party"
"Kalau nggak boleh ya nggak usah pergi Van"
"Nis,kapan lagi lihat party di Bali, pasti kamu juga nggak pernah lihat kan kalau sama Papi Tama, soalnya beliau orang nya kuno,Nis nikmati hidup mu selagi kamu bernyawa"
"Palingan kamu mau lihat cewek-cewek bule pake Bra"ketus Nisa lalu segera pergi
Devan bingung sendiri karena dia di tinggal kan oleh Nisa dan Ardian,harus kemana dia siang ini melepaskan penat, seperti nya duduk di pantai melihat pemandangan bule lebih asik pikir Devan sambil senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
Nisa masuk kedalam kamar nya, sebenarnya Nisa mau menghalangi Ardian untuk pergi tapi dia tak memiliki kekuasaan atas Ardian, bagaimana jika lelaki dingin itu malah marah pada nya,sama saja membuat perkara menurut Nisa.
"Hufs....kenapa susah sekali menarik hati mu Ar" gumam Nisa sambil mengacak rambut nya pelan.