
Seminggu sudah berlalu Bella sudah kembali kerumahnya, kondisi Bella pun sudah pulih saat ini dan April serta Adel selalu menemani bergantian jika Vino Bekerja, kejadian lalu membuat dua orang tua ini trauma hingga lebih waspada lagi.
Dion pun saat ini sudah di hukum karena perbuatannya.
Setelah mengunjungi Bella di rumah nya Vina sengaja mendatangi kantor Satria siang ini karena ingin memberikan kejutan pada suaminya,Vina ingin menemani Satria makan siang sekaligus mengajak Satria berbelanja keperluan baby mereka nanti.tapi Vina justru melihat Ayunda yang bertindak seperti pemilik perusahaan, Ayunda membentak beberapa pegawai dengan mengatakan kalau dia kaki tangan Satria jangan ada yang berani melawan nya.
Vina sama sekali tidak menyukai sifat Ayunda.
"Sayang...aku mau dia di selesaikan segera,kepala ku bisa pecah melihat nya" ujar Vina saat masuk kedalam ruangan Satria
"Ada apa Sayang, Kenapa datang-datang langsung mengomel begitu"
"Lama-lama melihat kelakuan nya membuat ku jengah"
"Siapa??" tanya Satria bingung
__ADS_1
"Siapa lagi kalau bukan mantan kekasih mu itu, dia marah-marah di lobi, berlagak seperti pemilik perusahaan"
"Sudah lah jangan di ambil pusingkasihan dedek nya kalau bunda nya kesal terus"bujuk Satria tapi tetap saja Vina cemberut.
Satria mendekat pada istrinya ini dan memeluk Vina dari belakang, di usap nya perut Vina perlahan, sepasang suami istri ini sudah tidak sabar ingin melihat anak mereka.
"Jangan membuat bunda lelah dek"
"Bukan dia yang membuat ku lelah tapi kamu"
Satria mencium seluruh wajah Vina perlahan, tubuh perempuan yang biasanya mungil ini sudah mulai membesar membuat Vina sedikit cubby tapi Satria suka dengan semua perubahan istrinya ini.
"Sayang sana" tolak Vina tapi tak di hiraukan Satria, sedangkan Vina merasa risih karena masih di kantor
"Sayang!!!"
__ADS_1
Satria semakin gencar memeluk Vina dan menciumi pipi nya hingga terakhir berlabuh di bibir, Satria mel*mat perlahan lalu lama kelamaan menjadi menuntut membuat Vina membalas ciuman nya tanpa mereka sadari pintu terbuka dan Ayunda melihat jelas kemesraan sepasang suami istri ini.
Satria dan Vina sama-sama melihat kearah pintu tapi kali ini Vina tak mau melepaskan ciuman suami nya dia malah memeluk suami nya erat membuat Ayunda menghempaskan pintu ruangan Satria barulah sepasang suami istri ini berhenti bermesraan dan malah tertawa bersama.
"Lama-lama dia yang tidak tahan melihat kita" ucap Satria
Air mata Ayunda menetes dia merasa Satria memang sudah jauh dari jangkauan nya, Satria sudah berubah tak seperti Satria yang dia kenal dulu
***
"Sayang, aku akan mencarikan mu pembantu agar aku bisa tenang bekerja dengan tenang" ucap Vino
"Tapi aku juga tidak mau du tinggal terlalu lama mas" rengek Bella
"Mama dan Bunda akan terus menemani mu,tapi sebisa mungkin mas akan pulang cepat jika pekerjaan selesai, untuk pembantu biar bisa membantu pekerjaan mama dan Bunda"jelas Vino dan di anggukki Bella setuju,perut Bella pun juga semakin membesar tidak mungkin mengerjakan sendiri,dia butuh teman pikir Bella
__ADS_1
Sebenarnya Vino saat ini sangat terbeban,belum mengurus cafe belum lagi anak perusahaan papa nya dan perusahaan Bella terlalu banyak beban Vino tapi mau tak mau dia harus mengerjakan seluruh nya karena memang tanggung jawab Vino sebagai kepala keluarga.