
"Lepaskan aku Maas..! Mengapa kamu seperti ini padaku..?" Tanya Karin sedikit berteriak.
Teriakan Karin barusan semakin membuat Haikal terlihat menakutkan. Dengan begitu kasar, dia kembali menarik tangan Karin dan membawanya masuk kedalam kamar.Karin semakin ketakutan melihat ekspresi Haikal yang memang sedang emosi, Karin berusaha untuk menarik tangannya. Namun apa yang dia lakukan malah membuat Haikal bertambah marah dan mendorongnya.
"Kamu itu seharusnya malu mengenakan pakaian seperti ini di depan umum,atau memang sekarang profesi mu sudah berubah menjadi ******,ingat Rin kamu masih istri ku"ucap Haikal kesal melihat pakaian minim yang di kenakan Karin
"Sudah aku katakan ceraikan aku jika kamu tidak suka dengan pakaian dan kelakuan ku" jawab Karin menantang
"Kau benar-benar menguji kesabaran ku" ucap Haikal mengangkat tangan nya hendak menampar Karin
"Ayo tampar mas...! tampar aku sesuka hatimu,aku sudah kebal dengan semua perlakuan kasar mu" bentak Karin membuat Haikal terdiam
"Mengapa kamu diam? Ayo.. Ayo tampar aku..!"lanjut Karin membuat Haikal mengepalkan tangannya lalu pergi meninggalkan Karin, Haikal memilih tidur di kamar tamu dari pada harus bersama Karin
__ADS_1
Sebenarnya malam ini Haikal ingin bicara dari hati kehati dengan Karin agar rumah tangga mereka bisa kembali normal,Haikal ingin memperbaiki semua nya tapi sepertinya dia salah Karin tak bisa di ajak bicara baik-baik, kelakuan nya semakin menjadi-jadi saat ini.Karin berani keluar dengan menggunakan pakaian minim sekali dan pulang pun sudah larut malam membuat Haikal bertambah geram.
Haikal meremas rambutnya sendiri dan mengusap wajah nya berkali-kali
"Apa kami memang harus bercerai" gumam Haikal
Haikal memikirkan nasib Satria jika mereka bercerai,anak nya akan kehilangan keluarga utuh.
****
Damian mengusap lembut pipi Adel,dia tak menyangka perempuan yang dulu jadi keponakan nya ini malah menjadi teman hidup nya.
"Sayang I love you" bisik Damian membuat Adel tersenyum manis,dia menyukai sifat suaminya ini hanya akan menunjukkan sayang dan cinta nya pada Adel,tidak ada wajah lembut untuk orang lain.
__ADS_1
Adel beruntung bisa memiliki Damian begitu juga Damian sangat beruntung bisa menikahi Adel,wanita kuat dan Adel tidak pernah bertingkah macam-macam di luar sana.
Kecupan demi kecupan di berikan Damian,dan sesekali menggigit gemas p*t*ng Adel yamg terlihat sudah mengeras.
"Setelah twins lahir mereka yang akan menguasai ini jadi aku harus puas-puaskan dulu sekarang" gumam Damian sambil terus menghis*p seperti bayi kehausan membuat Adel melenguh nikmat, sejak dia hamil Adel tak ingin jauh dari suami nya ini,dia suka tidur di bawah keti*k Damian.
Damian menarik milik nya lembut, mereka melakukan ritual malam nya dengan pelan,Damian takut menyakiti sang buah hati di dalam sana.
Adel membaringkan tubuhnya di sebelah Damian,saat ini perempuan itu sering kesulitan untuk tidur karena perut besar nya sehingga Damian harus berkerja keras setiap malam untuk membuat Adel lelah agar permasuri nya ini bisa tertidur lelap.
Apapun akan Damian lakukan untuk kebahagiaan Adel dan anak-anak nya nanti,Damian sosok lelaki penyayang,tanpa dia mungkin saat ini Adel sudah rapuh.
"Sayang kamu bahagia dengan pernikahan ini?" tanya Adel tiba-tiba membuat Damian memiringkan tubuhnya dan melihat Adel
__ADS_1
"Sangat ...! tanpa kamu aku tak berarti apa-apa" jawab nya menyentuh pipi Adel dan mengecup pelan.
Jawaban Damian meluluhkan hati Adel seketika, lelaki itu memang tidak romantis tapi lelaki itu mampu membuat hati Adel tak karuan.