
Tama melirik jam tangannya ternyata sudah pukul empat pagi,Vina sudah sedikit lebih tenang,Tama berpikir sebaiknya dia segera pulang sebelum Nur tau kalau dia bersama Vina malam ini..
****
Sesampainya di rumah Tama melihat Nur yang masih tertidur lelap di cium nya kening istrinya ini lalu segera kekamar mandi untuk membersihkan diri karena sudah subuh..
Nur melihat kiri-kanan tak ada siapa-siapa tapi Nur merasa ada yang mengecup nya beberapa saat tadi.
Nur segera bangkit dan mendengar bunyi air kran dari kamar mandi,Dia sedikit lega ternyata Tama pulang semalam.
"Kapan pulang?" tanya Nur saat Tama keluar dari kamar mandi
"Hmmm.....semalam" Jawab Tama gugup
Nur memperhatikan suaminya dengan intens membuat Tama merasa kalau Nur sedang mencurigai diri nya.
"Jam berapa?"
"Aku tidak lihat jam sayang,tolong ambilkan kemeja biru ku,aku harus segera kekantor karena ada meeting penting" ujar Tama
Nur segera berjalan kearah lemari pakaian mereka, terlihat Tama meletakkan pakaian kotornya di sudut ruangan membuat Nur kesal, setelah meletakkan kemeja yang akan di kenakan Tama di atas ranjang Nur segera berjalan kearah pakaian kotor.
"Ay...harus berapa kali Nur bilang kalau pakaian kotornya di taruh langsung ke keranjang jangan berse-" belum selesai Nur berbicara dia mencium bau parfum wanita dari pakaian Tama,serta bau minuman asing yang mengganggu indra penciuman nya
"Kenapa sayang???" tanya Tama
__ADS_1
"Nggak.....kalau sudah selesai Nur tunggu di luar" ujar Nur berjalan keluar
"Dari mana Bang Tama semalam,apa dia ke Club?? apa dengan perempuan lain" batin Nur mulai curiga.
Nur berjalan kearah dapur dia ingin segera membuat kan sarapan untuk Tama.
"Awww...."pekik Nur saat menuangkan air panas malah terkena tangan nya.
"Kenapa Nur??" tanya April terkejut melihat Nur memegang tangan nya kesakitan.
"Kenapa bisa terkena air panas,kamu sakit??" tanya April lagi berjalan cepat sambil membawa kotak P3K
Nur menggeleng kan kepala nya pelan,dia terlalu kepikiran dengan bau pakaian Tama tadi.
"Hati-hati donk sayang kalau kamu lelah istirahat dulu" ujar April tersenyum simpul sambil mengolesi salep ke tangan Nur.
"Bunda tau kamu masih pengantin baru bunda juga pernah muda,sudah istirahat dulu biar bunda yang teruskan pekerjaan mu" ucap April dan di anggukki oleh Nur
Nur masih mengibaskan tangannya yang sudah di berikan obat oles oleh April karena masih terasa perih.
"Kenapa sayang?" tanya Tama
"Tau ah.. mau tidur" ketus Nur berjalan kearah ranjang mereka
"Tangan nya kenapa?"
__ADS_1
"Nggak kenapa-napa,sudah sana pergi aja ke kantor" usir Nur membuat Tama menghela nafas panjang apa yang terjadi dengan istri nya ini tadi saat keluar kamar kondisi nya masih baik-baik saja tapi kenapa sekarang malah marah-marah tidak jelas
"Yakin aku pergi??" tanya Tama lagi
"Ya...sana...Nur mau sendiri" ujar Nur menutup wajahnya dengan bantal
Tama mengusap lembut kepala Nur,dia ingin membujuk istri nya ini tapi jadwal meeting sudah menunggu nya di kantor.
"Aku pamit ya" ujar Tama meninggalkan Nur di kamar sendiri membuat Nur malah menangis.
"Kenapa nggak di bujuk sih,apa udah nggak cinta lagi sama Nur,bang Tama jahat...!!!!" kesal Nur
"Berangkat Tam?" tanya Haikal
"Iya pa....ada meeting penting pagi ini,oh ya titip Nur ya bun, seperti nya lagi ngambek,aku mau lihatin malah di usir" ujar Tama pada April
"Iya,, biasa itu nanti bunda yang bujukin" jawab April tersenyum kecil
"Makasih bun,aku berangkat dulu"
"Nggak sarapan dulu Tam?"
"Di kantor aja bun, nggak keburu kaya' nya" sahut Tama sambil berjalan keluar
"Kenapa Nur ngambek bun?" tanya Haikal
__ADS_1
"Belum tau pa, nanti bunda coba bicara"jawab April pada Haikal