Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Liburan


__ADS_3

"Sayang bagaimana jika kita pergi liburan sejenak" bujuk Tama, yang saat ini tau kalau Nur tidak baik-baik saja


"Kemana?"


"Kamu yang tentukan"


"Kantor mu?" tanya Nur lagi


"Nanti aku minta pada papa untuk mengurus nya selama kita pergi"jawab Tama


"Bagaimana kalau kita ke Bali saja Ay, seperti nya Nur mau bulan madu di sana"usul Nur


"Boleh,kemana saja boleh asal kan istri ku yang cantik ini tidak sedih lagi"


"Terimakasih Ay, terimakasih kamu sudah mengerti Nur" ujar Nur memeluk tubuh suaminya ini sambil tersenyum manis.


Berpuluh tahun Tama menunggu Nur, selama itu juga tak ada anak kecil di antara mereka jadi tidak mudah bagi Tama untuk melepaskan Nur begitu saja hanya karena anak.

__ADS_1


****


"Mas nanti pulang nya jangan terlalu sore,aku mau martabak Bandung yang sering kamu bawa ke rumah dulu ya,terus jangan lupa mampir di warung bakso mang Aa yang ada di ujung gang,aku mau bakso telur nya jangan di kasih micin terus sayur nya yang banyak jangan pake mie putih,kuah nya di pisah ya bening aja" ujar Bella sambil mengelus perut nya pelan saat mengantarkan Vino pergi bekerja


Vino menggaruk kepalanya,tidak mungkin dia ingat dengan pesanan istri ini.


"Mas,kamu kenapa?" tanya Bella heran melihat Vino yang menyeringai kecil


"Aku takut lupa sayang dicatat saja"


Bella menghela nafas panjang,sejak dia hamil Vino sudah mulai pelupa,lupa dengan pesanan nya,ntah kapan lelaki tampan ini lupa dengan diri nya pikir Bella.


Vino mencium kening Bella sekilas lalu mengusap perut istri nya ini lembut, rutinitas ini selalu Vino lakukan sebelum pergi ke kantor, Sebagian orang mengatakan Bella wanita mandiri tapi dia akan menampakkan sisi manja nya saat bersama Vino.


"Hati-hati di jalan Mas" pekik Bella sambil melambaikan tangan nya saat Vino sudah pergi...


Sepasang mata terus memperhatikan Bella dari kejauhan,dia menyunggingkan senyum licik nya saat melihat mobil Vino keluar dari pagar rumah minimalis tersebut.

__ADS_1


****


"Papa rasa ide bagus,tak masalah papa mengurus kembali perusahaan selama kamu pergi hitung-hitung nostalgia"ujar Damian terkekeh kecil


"Aku hanya ingin membahagiakan Nur pa,aku takut dia malah depresi karena sampai saat ini belum bisa hamil sedangkan Bella dan Vina sudah hamil"jelas Tama


"Kami tak menuntut banyak Tam, sedapat nya saja karena dulu saat mendapat kan kamu dan Bella mama mu berjuang banyak"


"Ya pa,tapi Nur merasa dia wanita mandul karena belum kunjung hamil,aku sudah berusaha menjelaskan pada nya tapi nama nya perempuan memang sering ingin menang sendiri"


"Siapa bilang!" sahut Adel yang baru datang, Adel sengaja menyusul Damian ke kantor Tama siang ini karena mereka akan makan siang bersama


"Siapa bilang perempuan ingin menang sendiri??? jangan Egois bang, perempuan itu selalu memikirkan pasangan nya, keluarga nya tanpa memikirkan diri nya sendiri,coba Abang lihat mama bagaimana pun mama sakit mama akan tetap terlihat sehat di mata kalian agar kalian juga bahagia" jelas Adel membuat Tama dan Damian terdiam


"Tanya papa mu bang, pengorbanan apa yang tidak mama lakukan untuk keluarga?? tapi tetap hasil nya nol"


"Ma-"potong Damian yang tidak ingin Adel mengungkit masa lalu karena akan membuat nya mengingat kembali

__ADS_1


"Kamu laki-laki tunjukkan tanggung jawab mu sebagai kepala keluarga jangan pernah menyakiti istri mu bang,bukan nya Nur perempuan pilihan mu meskipun mama pernah menentang nya dulu, pertahanan kan dia meskipun pahit,setidaknya bukan orang ketiga pemicu rumah tangga kalian"tegas Adel


Tama memang tak sekali berpikir meninggalkan Nur,hanya saja Nur yang selalu merasa belum sempurna hingga membuat diri nya sendiri minder karena belum bisa hamil sedangkan Adel cukup trauma dengan masa lalu,dia tidak akan bersikap seperti bu Fatma yang memaksa anak nya menikah lagi hanya karena keturunan.


__ADS_2