Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
meninggal


__ADS_3

Haikal berjalan cepat kearah IGD di mana tempat istri dan mama nya sedang di tangani oleh dokter, Haikal segera meninggalkan pekerjaan nya saat mendapat kan telpon dari papa nya kalau Mama dan istri nya kecelakaan di taman.


"Pa dia mana April dan mama?" tanya Haikal, terlihat jelas wajah khawatir dari lelaki mapan itu.


"Masih di dalam Kal, dokter belum keluar"sahut pak Heru


"Pa....kenapa ini bisa terjadi?" tanya Haikal lagi dan di jawab gelengan oleh pak Heru dia juga belum tau cerita pasti nya bagaimana istri dan menantunya itu bisa kecelakaan.


"Pa.....mama mana?" tanya Fajar yang juga baru datang bersama Anita


"Masih di tangani dokter" jawab pak Heru lemah, tubuhnya seakan tak kuat untuk menopang berat badan nya lagi.


"Duduk dulu pa" ajak Haikal menarik tangan papa nya


"Tadi April izin untuk membawa mama jalan-jalan karena mama bosan di rumah,hanya selang waktu beberapa menit saja ada orang yang datang mengabarkan kalau mama di tabrak dengan mobil sedan warna putih, pengemudi nya perempuan tapi mobil itu lari saat melihat mama terkapar di jalan,bukan malah menolong nya"cerita pak Heru


"Siapa pemilik mobil nya?" tanya Fajar tapi di jawab gelengan oleh pak Heru


Fajar mengepalkan tangannya geram,siapa orang yang tidak bertanggung jawab itu.

__ADS_1


"Sabar,kita cari tau nanti setelah mama sadarkan diri, pasti ada yang melihat nya" ujar Pak Heru menenangkan anak nya


Haikal tanpa terdiam bersandar di dinding,baru juga mendapat kan kebahagiaan tapi kini sudah di kacau kan oleh musibah yang tiba-tiba datang,masih teringat jelas pagi tadi dia mencium April sebelum pergi bekerja dan menyalami mama nya tapi kini mereka berdua sedang bertaruh nyawa di dalam,Haikal mengusap wajah nya kasar,dia kesal sendiri kenapa ini bisa terjadi.


"Keluarga bu Fatma" panggil salah satu perawat membuat pak Heru,Haikal dan Fajar mendekat dan seorang dokter keluar dari ruangan tindakan


"Ya Dok.... bagaimana dengan kondisi istri saya?"tanya Pak Heru


"Mohon maaf,bu Fatma tak bisa tertolong lagi, kepalanya mengalami pendarahan karena benturan kuat hingga beliau kekurangan banyak darah" ucap Sang dokter pelan membuat Pak Heru terduduk,tubuh nya benar-benar lemas, selama ini dia dan istrinya selalu bertengkar tapi dia tidak pernah berniat menceraikan bu Fatma tapi kini tuhan memisah kan mereka,Tuhan menginginkan istri nya.


"Mama...." pekik Fajar,dia belum bisa menerima kalau mama nya tidak ada,belum ada bentuk baktinya pada bu Fatma bahkan menikah pun dia diam-diam,Fajar merasa bersalah dengan semua ini,dia tidak bisa mencegah semua ini terjadi.


"Untuk ibu April kondisi nya lemah,dia harus istirahat total saat ini karena dia mengalami trauma berat" lanjut sang dokter


"Sudah bisa di lihat dok?" tanya Haikal


"Sabar pak,saat ini biarkan pasien tenang dulu, setelah ini kami akan pindahkan keruang perawatan, untuk jenazah bu Fatma sudah bisa di bawa pulang setelah menyelesaikan administrasi nya" ujar sang Dokter lagi


Pak Heru menitikkan air mata, bagaimana pun juga sudah puluhan tahun mereka menikah dan memiliki dua anak yang saat ini sudah menikah,Bu Fatma memang seorang istri yang egois tapi dia tidak pernah sekalipun mengkhianati pak Heru.

__ADS_1


Pak Heru pernah berangan-angan setelah April melahirkan dia akan membawa Bu Fatma pindah ke desa nya,dia ingin menyendiri di hari tua bersama Bu Fatma untuk menghabiskan waktu bersama tapi kini takdir berkata lain,bu Fatma meninggalkan nya untuk selamanya.


****


"Arrrgghh....." pekik Anggi setelah sampai di rumah


"Kamu kenapa Nggi?" tanya mama nya khawatir melihat Anggi yang mengamuk tiba-tiba


"Ma..... aku-aku menabrak tante Fatma ma" ungkap Anggi jujur, setelah menabrak baru timbul penyesalan di dirinya


"Kamu gila.....!!"


"Ma...aku kesal,aku kecewa,aku marah ma...!!! aku merasa dia bohongi oleh tante Fatma jadi aku hanya memberikan pelajaran saja ma" pekik Anggi


"Tapi bukan begini cara nya Nggi, bagaimana kalau tante Fatma kenapa-kenapa? kamu harus tanggung jawab"


"Ma.... bantu aku ma,, tolong ma,aku nggak mau di penjara" isak Anggi ketakutan


"Ma.....tolong,aku ingin pergi"

__ADS_1


"Stttt.....sudah....tenang, bagaimana pun ini sudah terjadi,aku pura-pura tidak tau apa-apa saja sekarang,jangan membuat orang curiga, jangan sampai papa mu tau Nggi" ucap Mama nya


Anggi mengangguk patuh dalam ketakutan, perasaan nya tidak tenang saat ini,ntah kenapa dia tiba-tiba memiliki ide untuk menabrak Bu Fatma


__ADS_2