
Perut Bella yang semakin membuncit membuat dia kesulitan berjalan untuk saja para ipar nya ini siap membantu, meskipun Vina hamil dia tidak seperti Bella justru Vina lebih santai dan menikmati masa-masa kehamilan nya,Vina juga tak begitu manja pada Satria,Vina yang kini berbeda jauh dengan Vina yang dulu mereka kenal,dulu Vina tak mau lepas dari Tama,dia selalu berusaha mencari perhatian Tama bahkan selalu bergelayut manja di lengan Tama tapi Vina yang sekarang sangat-sangat mandiri bahkan Adel sendiri tak menyangka mantan calon menantunya itu bisa sedewasa ini.
Vina membawa kan beberapa makanan kesukaan Bella.
"Kak, tutup dong makanan nya nggak enak banget bau nya" ujar Nur dengan cepat menutup mulut nya
"Nur.... tidak boleh begitu nak,Vina kan bermaksud baik memberikan cemilan nya pada kita semua,kok tanggapan nya malah Begitu" ucap April sedikit marah pada Nur
"Bun...Nur serius,bau nya terlalu menyengat membuat kepala Nur pusing,terus mual"
"Kamu sakit?" tanya April
"Nggak bun,cuma masuk angin biasa..."
Vina tidak tersinggung sama sekali dengan ucapan Nur justru dia menatap Bella seraya berkata kalau mungkin Nur tengah hamil.
"Kamu sakit Nur?" tanya Vina
"kurang enak badan kak"
__ADS_1
"Coba deh periksa" usul Bella dan membuat Nur terdiam,memang dia sudah merasa kalau telat datang bulan tapi Nur terlalu takut,takut Tama kecewa
"Lebih baik tau dari pada tidak Nur,biar kandung nya sehat"ucap Vina
"Kamu hamil Nur?" tanya April
"Siapa yang hamil" sahut Adel yang baru datang
"Nur"celetuk Bella tapi Nur langsung menggelengkan kepalanya dia belum tau pasti,takut semua nya kecewa
"Kamu hamil sayang,beneran hamil" pekik Adel bahagia, akhirnya Menantunya ini hamil
"Jika sudah merasakan jangan di sembunyikan Nur, tidak baik" jawab Vina
"Tapi-"
"Di bawa periksa saja ma,biar pasti " ujar Bella dan di anggukki Adel setuju tapi Nur masih takut.
****
__ADS_1
"Jadi saya beneran hamil ini, Dok?" Nur tak percaya dengan penglihatannya sendiri. Kedua tangannya bergetar saat membaca hasil urine dari klinik.akhir nya penantiannya terjawab sudah, keluarga suaminya sangat mengharapkan kehadiran seorang buah hati untuk generasi penerus keluarga mereka,sudah pasti sangat dinanti-nantikan oleh seluruh keluarga besarnya.
"Benar, Bu. Saat ini kandungan Ibu telah berusia empat minggu. Selamat ya, Bu?" Dokter Anita ikut berbahagia melihat senyum yang terus terkembang di wajah pasien mudanya ini.
"Bunda......Oma" ucap Nur lirih karena kedua orang tua nya ini menemaninya,tapi Tama belum tau soal ini.
"Tapi harap diingat. Kandungan Ibu ini masih sangat muda. Rahim Ibu masih rentan terhadap segala bentuk guncangan. Selain itu, kondisi fisik dan psikis Ibu juga harus selalu terjaga. Ibu tidak boleh terlalu capek dan banyak pikiran ya, Bu?" Nasehat dokter Anita lagi dan di anggukki Nur patuh
"Terimakasih dok, terimakasih, kami semua akan menjaga nya" ujar Adel yang tanpa sadar air mata nya menetes
setelah berjabat tangan Adel segera menuntun Nur untuk keluar.
"Mulai sekarang jangan keluar rumah dulu Nak,kami harus banyak makan bergizi,bilang pada Tama jangan menganggu mu dulu,kalau anak itu tidak mendengar kamu harus di culik dulu ke rumah Oma" oceh Adel membuat Nur malu sendiri
April juga turut bahagia karena akhirnya Nur ikut hamil.
***
Beberapa episode lagi cerita ini akan saya tamat kan,mampir di cerita terbaru ku yang tak kalah seru dan greget Sahabat ku musuh ku...
__ADS_1