Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
melamar


__ADS_3

"Saya datang kemari bermaksud ingin melamar Nisa bun" ucap Ardian tanpa basa-basi, setelah pulang dari cafe Ardian segera menemui bunda Nisa,dia tak ingin mengulur waktu lebih lama lagi untuk memperoleh restu dari Bunda Nisa.


"Kamu mau melamar Nisa?"


"Iya bun"


"Bukan nya kamu tak menyukai anak saya?"


"Tidak.....siapa yang bilang begitu bun,saya menyukai Nisa dan berniat mengambil tanggung jawab atas dirinya"jawab Ardian tegas


"Nisa memiliki tanggung jawab besar nak,kamu tidak akan sanggup"


"Saya belum mencoba nya bun,kenapa malah bunda berpikir tidak sanggup! Setelah menikah saya yang akan mengambil tanggung jawab itu bun" tegas Ardian membuat Bunda Nisa kagum dengan keberanian lelaki ini


"Jika setelah menikah kamu tidak sanggup apa kamu akan mengembalikan nya?"


"Insya Allah sampai menutup mata bun,saya akan mempertahankan Nisa"jawab Ardian lagi membuat Bunda Nisa sedikit bernafas lega karena dari pengalaman hidup nya bisa di jadikan pelajaran.


"Bunda hanya bisa mendo'a kan yang terbaik untuk kamu dan Nisa, tidak bisa memutuskan karena semua keputusan ada di tangan Nisa nak,kamu ajak Nisa bicara serius terlebih dahulu"


"Tapi Bunda merestui kami?" tanya Ardian


"Bunda merestui siapapun juga untuk menjadi menantu jika dia bisa bertanggung jawab terhadap anak bunda"

__ADS_1


"Termasuk saya?" tanya Ardian menyakinkan bahwa ucapan bunda Nisa ini memang benar


"Hmmm.... termasuk kamu! tidak ada pengecualian"


Ardian tersenyum dalam hati ternyata tidak sulit untuk mendapatkan restu bunda Nisa hanya dengan bertanggung jawab yang dia inginkan,itu sudah pasti akan dia lakukan.


"Jika Nisa setuju bawa keluarga mu kemari "


"Siap bun,akan segera saya bawa kemari" jawab Ardian lalu menyalami punggung tangan bunda Nisa dan pamit.


Restu sudah dia kantongin tinggal membujuk Nisa untuk mau menikah dengan nya.


****


"Pa,siapa lelaki yang mau menikahi perempuan galak seperti Diana itu, melihat nya saja lelaki pasti kabur" ketus istri pak Gunawan


"Di coba dulu ma,mana tau ada yang mau,Diana cantik sama seperti kamu"


"Tapi ambekan pa, sedikit-sedikit kabur, sedikit-sedikit marah, bagaimana bisa bertahan rumah tangga nya kalau sifat Diana terus seperti anak-anak begitu"jawab istri Pak Gunawan


"Ini semua karena kamu dan Arkan pa yang selalu memanjakan nya,kalau mama biar saja dia kabur biar dia tau hidup di luar sana bagaimana keras nya,eh malah kamu dan Arkan yang terus menerus memberikan fasilitas mewah,bukan nya susah dia malah senang di luar sana"


"Kamu cari kan saja jodoh nya biar selebihnya mama yang atur,jika dia menolak Menikah kali ini ancam dia dengan mengeluarkan nya dari Kk"

__ADS_1


"Kenapa kamu jadi lebih kejam sekarang ma?"


"Itu juga untuk kebaikan nya pa,bukan nya kita mau nya Diana menjadi perempuan baik-baik,cari mertua yang memang baik untuk dia,mau menerima nya pa agar Diana tidak tertekan menikah dan yang lebih penting suami yang baik"jelas mama Diana dan dia anggukki pak Gunawan


****


"Nis.... tidak ada salahnya kita menikah toh semua keperluan keluarga mu aku yang ambil alih" bujuk Ardian


"Bukan begitu,aku juga masih ingin bekerja Ar dan karir ku saat ini cukup baik"


Ardian berpikir sejenak memang setelah menikah dia tidak memperbolehkan Nisa bekerja lagi.


"Kenapa harus bekerja,ada aku yang memenuhi kebutuhan mu, keluarga mu Nis,kamu cukup diam di rumah menunggu ku pulang semua nya sudah aku sedia kan"


"Apa salah nya aku ikut bekerja,aku bisa membantu mu Ar" kekeh Nisa


"Jika kamu tidak mengizinkan ku bekerja kita tidak usah menikah" lanjut Nisa membuat Ardian frustasi


"Oke....oke,,aku izinkan kamu bekerja tapi sampai kamu hamil setelah itu resign urus anak kita di rumah"


"Baik lah kalau memang begitu tidak masalah" jawab Nisa setuju


Akhirnya permasalahan menikah mereka terselesaikan, Ardian bisa bernafas lega karena Nisa mau menikah dengan nya.

__ADS_1


__ADS_2