
"Jangan begini sayang,, bangun..... jangan buat aku semakin merasa bersalah,Aku yakin kamu kuat" bisik Vino pelan
Dari tadi Bella tak kunjung membuka mata entah efek obat bius nya atau kah Bella masih merasakan sakit di tubuh nya.
"Vin...makan dulu sayang,nanti malah kamu yang sakit" ujar April membawa kan satu mangkok bubur untuk Vino
"Bun,,,Bella bun" ucap Vino memeluk tubuh April kali ini dia benar-benar tak berdaya,dia tidak tega melihat Bella yang hanya tertidur diam,dia rindu manja Bella dia rindu ocehan Bella bahkan dia merindukan pesanan Bella yang selalu membuat nya kewalahan,dia merindukan semuanya.
"Sayang kamu harus kuat nak,Bella akan sedih jika melihat mu menangis begini,kamu lelaki kuat nak,bunda yakin kamu bisa melewati semua ini,ini hanya ujian kecil untuk kamu bisa naik kelas, setelah ini akan ada kebahagiaan untuk keluarga kalian"
"Bun,aku kasihan pada Bella,aku tidak tega Bun"
"Iya sayang,bunda tau,bunda juga merasa kan hal yang sama.... bunda juga kasihan pada Bella tapi kamu harus memperlihatkan bahwa kamu kuat agar Bella juga cepat sadar dan kit bisa berkumpul bersama lagi"jelas April sambil menggosok kecil punggung anak lelakinya ini
"Ayo makan, tidak mungkin bunda yang suapkan kamu, malu jika anak kalian melihat nya nanti " goda April dan di anggukki Vino pelan
Senyuman bunda nya bisa sedikit mengobati kegundahan Vino.
****
"Mas bagaimana Bella?" tanya Vina pelan
__ADS_1
"Belum sadar sayang,apa kamu lelah? atau mau mas Antar pulang?" tanya Satria lembut,dia tau saat ini Vina pasti lelah apalagi dengan kehamilan nya membuat Satria juga kasihan pada istrinya ini.
"Tidak...biarkan aku ikut menunggu di sini mas" jawab Vina,dia tak ingin terlelap tidur di rumah sedangkan adik ipar nya belum mendapatkan kabar tentang keadaan nya.
Semua anggota keluarga menunggu kabar baik dari Vino tapi Vino belum keluar dari kamar inap.
"Bun, bagaimana Bella?" tanya Nur yang baru melihat bunda nya keluar
"Istirahat"Jawab April sedangkan Adel terus menangis
"Ma,Bella pasti kuat, sudah jangan menangis lagi"ujar Tama
****
"Mas.....Mama"panggil Bella perlahan
"Sayang kamu sadar"ucap Vino menggenggam tangan Bella erat,tak berhenti Vino mengusap lembut kepala Bella
"Ak-u.....Sak-it mas"
"Iya sayang mas tau....maaf kan mas yang tidak bisa ikut merasakan kan nya"
__ADS_1
Bella semakin merintih kesakitan,Vino melihat kearah kaki Bella yang sudah mengeluarkan darah segar.
"Dok..... Dokter....tolong dok" pekik Vino membuat tenaga medis masuk kembali keruang Bella
"Istri saya dok" ujar Vino panik
Dokter yang melihat pun segera memeriksa kondisi Bella dan menggeleng kan kepala nya pelan
"Maaf pak kami tidak bisa menyelamatkan anak anda, kondisi janinnya sudah tiada dan Buk Bella harus segera di operasi" jelas Sang Dokter membuat Bella yang juga mendengar kan ikut syock.
"Anak ku.....dok anak ku....tolong selamatkan anak ku dok,mas anak kita....tidak mas jangan di operasi,anak kita masih hidup mas....aku yakin dia masih hidup" isak Bella
"Sayang..... tenang"
"Jangan....jangan! aku tidak mau anak ku di operasi mas,,tolong aku mas,aku mohon"
"Ini semua demi keselamatan ibuk, jadi harus segera di keluarkan"
"Tidak......!!!!"Pekik Bella kuat lalu pingsan tak sadarkan diri
"Bella......"
__ADS_1