Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
perjodohan


__ADS_3

Setelah pulang dari butik Tama membawa Nur ke kantor karena ada beberapa berkas yang harus di tandatangani.


Di kantor, seperti biasa karyawan yang berpapasan dengan Tama menyapa seraya menunduk memberi hormat. Nur yang berjalan di sampingnya tampak merasa kikuk. Bagaimana tidak kikuk jika semua pasang mata kini tertuju padanya. Pada dirinya yang masih memakai baju santai dan berjalan tepat di samping Tama, atasan mereka.Sebenanya Nur tidak begitu canggung berada di samping Tama karena semua karyawan juga sudah mengenal Nur tapi sebagai keponakan bukan Calon istri.


Tama yang menyadari bahwa Nur merasa tidak nyaman memutuskan untuk meraih tangannya untuk ia genggam. Tama berbisik. "Kamu nggak nyaman?" tanya Tama.


"Iya Ay, Kan ini pertama kalinya ke kantor dengan status calon istri. Mereka pada lihatin Nur" jawab Nur


Tama memasuki lift yang baru saja terbuka. Ia yang masuk bersama Nur benar-benar menjadi pusat perhatian dan bahan omongan. Pasalnya pertunangan Tama yang gagal kemarin sempat terdengar,dan Nur lah orang yang menjadi pemicu kegagalan nya .


“Ay, Nur malu. kita pulang aja ya? atau Nur pulang duluan naik taksi?”


"Tunggu sebentar sayang,kau tidak lama, Kenapa harus malu toh besok mereka juga akan tau kalau kamu istri aku, mereka akan menghadiri pernikahan kita" ucap Tama


Nur tak bisa lagi bicara memang benar yang di ucapkan Nur,dia dan Tama akan menikah sebentar lagi dan akan di ketahui orang banyak.


****


"Vin,,, yang ini bagaimana?" tanya Bella yang sedang mencoba beberapa gaun pengantin.

__ADS_1


"Bagus" jawab Vino mengangguk kan kepalanya.


"Kamu dari tadi ngangguk mulu deh"kesal Bella melihat Vino yang tak ada komentar dengan gaun yang dia kenakan,sudah ada tiga gaun yang dia coba Vino mengatakan semua nya bagus.


"Aku mau komentar apa sayang, apapun yang kamu pakai aku suka karena kamu kelihatan cantik,kamu tidak pernah buruk di mata aku" ujar Vino menatap kecantikan wajah Bella membuat perempuan cantik ini memalingkan wajahnya tersenyum malu.


"So Beautiful.....No girl can change my world but you...."


"Really???"


"Kamu...hanya kamu perempuan pertama dan terakhir"


"Yes....... selagi nyawa ku masih melekat di tubuh ini,hanya kamu satu-satunya perempuan yang akan mendampingi ku sampai menua" ujar Vino memeluk pinggang Bella erat membuat Bella merasa nyaman di samping lelaki yang sudah menyatakan keseriusannya ini.


***


"Apa tidak masalah jika acara nya serentak pa?" tanya April pada Haikal


"Tidak masalah, apalagi Vino dan Nur sudah siap" jawab Haikal

__ADS_1


"Satria bagaimana pa?"


"Satria???"


"Ya,apa dia tidak masalah karena selama ini dia terlihat cuek pada perempuan"


"Bun, Satria sudah dewasa,aku rasa dia akan berlapang dada jika adik-adiknya memiliki jodoh, lagi pula Satria terlihat santai saat ini dengan kesendirian nya,jangan terlalu di pikirkan Bun jika dia sudah memiliki jodoh pasti Satria akan membicarakan pada kita" ucap Haikal,Haikal tau saat ini April sedang memikirkan perasaan anak pertama nya tapi Haikal juga tak bisa egois karena memang Vino dan Nur sudah memiliki jodoh duluan.


"Tapi aku minta Papa bicara pada Satria pa karena usianya sudah dewasa,sudah cukup umur untuk menikah apa dia akan begini terus selama nya"


"Kamu tau sendiri kan Bun, Satria masih trauma akan masa lalu nya"


Satria pernah memiliki kekasih saat masih kuliah tapi kekasih nya malah menikah dengan lelaki lain atas perjodohan keluarga membuat Satria sampai saat ini Trauma dengan percintaan apalagi itu di landasi perjodohan.Itu lah Mengapa Satria tak pernah membicarakan tentang perjodohan, dan saat Tama di jodohkan dengan Vina Satria juga tak bisa memberikan komentar apapun karena dia tak menyukai perjodohan.


"Ya,tapi tidak semua perempuan itu akan menyakiti nya pa"


"Biarlah bun, jangan terlalu di paksa nanti dia akan mendapatkan jodoh sendiri"


"Kalau terus-terusan trauma mana bisa dapat jodoh pa" oceh April

__ADS_1


.


__ADS_2