Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
trauma


__ADS_3

"Bagaimana??" tanya Tama yang baru datang sambil menaikkan alis nya menggoda Satria


"Kalian gila.... brengsek...kau adik ipar kurang ajar,aku menyesal menikah kan Nur pada otak mesum seperti mu" umpat Satria membuat Tama terkekeh kecil


"Ini semua justru ide konyol adik mu Nur, dia curiga melihat kamu dan Vina,kau pun tak mau mendengarkan penjelasan ku saat itu , tiba-tiba marah tanpa sebab"jawab Tama membela diri


"Aku malu Tam!"aku Satria


"Pada siapa??aku!!!" tunjuk Tama pada dirinya


"Bukan.....pada Vina,kalau pada mu aku malah kesal,apa yang kau masukan kedalam minuman ku?"


"Hanya obat kuat dosis rendah karena aku juga masih khawatir kalau Vina hamil beneran oleh mu"jawab Tama


"Tapi kau juga harus bersyukur karena sandiwara Vina berhasil membuat kau menikahi nya dan karena tuduhan mu membuat kalian bisa bersatu"lanjut Tama


Satria diam sejenak memikirkan semalam betapa agresif nya Vina karena emosi. Satria menggeleng kan kepala kecil


"Kenapa??? ingat yang semalam?" goda Tama lagi


"Brengsek kau" kesal Satria menarik Tama dan memeluk nya


"Maaf aku salah menilai mu,kau benar-benar lelaki baik"


"Memang nya aku lelaki apa,aku hanya mencintai adik manja mu itu,tidak ada perempuan lain"


"Terimakasih Tam,tapi aku masih penasaran bagaimana ini bisa terjadi"

__ADS_1


"Tapi sebelum nya aku ingin bertanya dulu,Vina masih perawan kan??"


"Berdebah" umpat Satria lagi


"Hahaha....aku yakin kau yang pertama untuk nya"ujar Tama terkekeh


"Vina saat itu terobsesi pada ku,dia ingin menghalalkan semua cara agar aku kembali pada nya dan membuat cerita fiksi tentang kehamilan nya tapi dia malah terjebak dengan ucapan nya sendiri"


"Tapi Vina perempuan baik Sat,aku rasa kalian cocok, apalagi Vina pernah tersakiti oleh ku dan kau pernah tersakiti Ayu kalian senasib,aku rasa kalian berjodoh" ujar Tama tersenyum manis


"Aku masih trauma Tam"


"Trauma bagaimana??"


"Aku takut Vina sama seperti Ayu akan pergi meninggalkan ku di saat aku mencintai nya, hampir semua perempuan begitu, contoh saja mama meninggalkan papa di saat papa terpuruk"


"Vina bukan perempuan seperti itu Sat, nyatanya kamu sudah banyak membuat kesalahan pada nya bukan, dengan menuduh nya yang bukan-bukan"


"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Satria seperti orang bodoh


"Kau pintar berbisnis tapi tak pintar dalam urusan hati,minta maaf pada nya dengan cara berbeda" ajar Tama


"Berbeda bagaimana"


"Ngedate,ajak Vina keluar nanti malam cari makanan favorit atau pun tempat romantis yang mendukung suasana"


"Tapi aku belum tau tentang Vina Tam,kami menikah begitu cepat dan mendadak hingga tak mengenal pribadi masing-masing"

__ADS_1


"Vina menyukai makanan laut,kau harus bisa meminta maaf pada nya dengan cara romantis,kalian suami istri tak ada yang salah bukan"


"Tapi-"


"Sudah aku tidak mau dengar bantahan mu, lakukan nanti malam agar kalian bisa saling dekat,jika Vina menyukai mu dia akan berhenti mengejar ku,bukan nya kau menyayangi Nur"


"Kau jangan macam-macam Tam"ancam Satria


"Kau harus percaya pada ku,aku mencintai adik mu tapi jika terus menerus Vina mengejar ku pertahanan ku bisa roboh" canda Tama


"Brengsek" ujar Satria meninju lengan Tama


Crek..... tiba-tiba pintu ruangan Satria terbuka dan menampilkan Ayu yang mengenakan rok pendek serta baju yang cukup ketat, rupanya Satria tidak memperhatikan pakaian Ayu tadi.


"Ayunda" gumam Tama terkejut karena Tama mengenal perempuan ini sebagai mantan kekasih Satria,dulu saat dia meninggal kan Satria beberapa kali Satria bercerita pada Tama dan Tama juga beberapa kali bertemu Ayunda untuk menemani Satria.


"Ingatan mu cukup baik Tam,apa kabar?"tanya Ayu sambil mengulurkan tangannya


"Baik, sangat baik"jawab Tama santai


"Kenapa di sini?"


"Aku bekerja di sini Tam,dia bagian marketing dan aku kemarin ingin membicarakan sesuatu pada Satria"


"Bekerja disini?" tanya Tama heran dan di anggukki Ayu dengan senyum manisnya


"Mungkin memang Satria lagi butuh karyawan,kalau begitu aku permisi dulu ya, selamat siang"pamit Tama

__ADS_1


Sebelum pergi Tama berbisik pada Satria


"Jangan memancing di air keruh karena insting perempuan itu lebih akurat dari pada anjing pelacak, ingat pesan ku berkencan nanti malam" ujar Tama lalu mengacung kan jempol nya dan segera pergi membuat Kepala Satria berdenyut kencang.


__ADS_2