
Andre dan Luna di persilahkan masuk oleh pembantu dan di tuntun langsung ke ruang keluarga membuat Andre sendiri sedikit grogi.
"Mama" pekik Luna saat melihat Kiara dan semua nya menatap bocah lima tahun itu.
"Nah...mau ngeles apa lagi loe,udah ketahuan juga" celetuk Devan membuat Kiara semakin emosi atas tuduhan sepupunya ini.
"Gue tau sekarang pasti loe biang kerok nya kan Van" tunjuk Kiara pada Devan karena saat itu dia hanya keceplosan pada Devan dan si pembuat onar ini pasti menyimpulkan sendiri apa yang dia dengar tanpa mencari bukti kuat.
Luna berlari ke arah Kiara,Andre sempat menahan nya karena ramai nya orang tapi Luna tidak peduli bahkan dia langsung minta di peluk oleh Kiara.
"Maaf.....kami mengganggu" ucap Andre tidak enak hati dengan kedatangan nya padahal keluarga ini sedang berkumpul.
"Kebetulan ada kamu,ayo bergabung kami juga sedang membahas kamu" ujar Ardian, Andre sedikit heran kenapa malah membahas dirinya,apa yang salah pada dirinya.
"Duduk pak,saya juga mau meluruskan kesalahpahaman ini"Ucap Kiara mempersilahkan Andre untuk duduk.
Devan,Sam dan Ardian saling tatap seperti nya mereka salah menduga,tapi siapa bocah perempuan yang memanggil Kiara mama ini.
"Sebelum nya saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu, seperti nya ada sesuatu yang harus di luruskan di sini" Ujar Andre memulai pembicaraan.
"Saya Andre bos dari Kiara di kantor dan ini anak saya Luna" lanjut Andre
"Bukan anak Kiara?" potong Devan
"Gila loe kapan gue hamil goblok....!" marah Kiara menunjuk Devan membuat Devan gugup dan merapatkan tubuhnya pada Ardian.
"Target salah bro" bisik Devan
"Kalian salah sangka,Luna anak saya bersama mantan istri saya dulu,dia tidak pernah melihat sosok mama nya karena Luna di tinggal kan saat bayi hingga saat itu Luna sedang bersedih Kiara menghibur nya membuat Luna suka akan sosok Kiara,Luna meminta Kiara untuk mengantarkan nya kesekolah karena dia ingin merasakan bagaimana punya sosok ibu" cerita Andre membuat Satria ikut sedih karena dia bisa merasakan itu,dia tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu karena keluarga nya broken home hingga dia menemukan sosok mama dari diri April yang saat ini memilih tinggal di kampung halaman nya untuk menghabiskan hari tua nya.
__ADS_1
"Awalnya saya takut Kiara akan menolak tapi saya salah Kiara sosok perempuan yang baik,dia bersedia bahkan saat Luna meminta dia di panggil mama pun Kiara tidak menolak-"
"Wajar lah,Kiara bersedia orang dia juga udah kepengen nikah tapi belum ada yang lamar aja"celetuk Devan membuat Kiara menghela nafas panjang sambil melotot pada sepupu ember nya ini.
"Maaf saya tidak tau untuk urusan itu tapi saya pribadi berterima kasih kepada Kiara yang sudah mau memperlakukan anak saya dengan baik,dan saya meminta maaf karena terjadi nya kesalahan ini"lanjut Andre
"Nikahi aja Kiara biar mereka berdua juga cepet nikah" potong Devan dan di anggukki Sam serta Ardian
"Kalian kira segampang omongan kalian itu menikah" Sahut Vina
Andre hanya diam saja sebenarnya dia juga ingin dekat pada Kiara karena selain Luna nyaman bersama Kiara dia juga ingin mencari pendamping hidupnya,Kiara termasuk perempuan kriterianya, mandiri, pintar keibuan dan yang lebih penting Kiara bisa menerima kehadiran Luna.
"Jadi bagaimana?? apa kalian akan bertanggung jawab atas kekacauan yang sudah kalian buat ini?" tanya Tama pada tiga lelaki ini
"Sam...elu" bisik Ardian
"Elu lah" jawab Ardian
"Bagaimana?" tanya Kiara dengan mode judes nya
"Oke...oke....kami minta maaf atas kekeliruan ini,Tapi ini semua murni karena Devan" jawab Ardian
"Kok gue mulu Ar" kesal Devan
"Sekarang kalian yang akan di hukum karena kalian tidak bisa mempertanggungjawabkan ucapan kalian" ujar Nur
Tiga lelaki tampan ini saling tatap
"Apa hukuman nya mom?" tanya Kiara penasaran
__ADS_1
"Siang ini kalian semua berkumpul di rumah oma, karena sudah terlanjur tidak masuk ke kantor kan hari ini kalian harus menghabiskan waktu bersama opa dan oma"
"Boleh ajak Nisa mom?" tanya Ardian
"No.... "jawab Nur cepat
"Vivian mom?" tanya Sam
"No... tidak ada yang bawa pasangan,hari ini khusus untuk oma dan Opa"
"Yess...." pekik Devan bahagia karena dia juga tak memiliki pasangan
"Kalau Una boleh?" tanya Luna polos
"Boleh dong sayang,kamu boleh ajak papa kamu ikut juga,biar oma Adel kenal" jawab Nur tersenyum manis pada bocah perempuan ini membuat Kiara gugup karena sudah pasti oma nya akan salah paham jika dia membawa lelaki ke rumah oma nya.
"Sepertinya saya harus pamit karena harus ke kantor" Ujar Andre merasa kalau dia bukan bagian keluarga ini.
"Kenapa pamit,kamu juga harus ikut bertanggung jawab atas perkumpulan ini" sahut Devan
"Jangan aneh-aneh deh Van" potong Kiara
"Nggak ada yang aneh,iya kan bro nggak ada yang aneh hanya kumpul keluarga saja siapa tau kamu terpilih masuk kedalam bagian keluarga Damian" ujar Devan membuat Kiara mati kutu.
Kiara menggeleng kan kepala nya pelan berharap Andre menolak tapi Kiara salah.
"Boleh...saya akan ikut" jawab Andre dan di soraki oleh Ardian lalu Sam bahkan Luna bertepuk tangan bahagia karena dia bisa berkumpul dengan keluarga Kiara, selama ini dia tak memiliki keluarga selain papa nya.
"Yah... nggak asik" Gumam Ardian pelan
__ADS_1
Nur memang memberikan hukuman untuk Ardian dan Sam tapi dia ingin mendekatkan Andre pada Kiara,siapa tau mereka memang berjodoh.