
Vina melepaskan tangannya dari tubuh Satria saat mereka sudah berada di kamar...
"Besok aku mau semua dinding apartemen ini di ganti,kalau perlu perabot nya sekalian biar aku tidak alergi dengan bekas perempuan itu"oceh Vina kesal
Satria membelalakkan matanya mendengar ucapan Vina.
"Aku suka warna ungu"
"Tapi hijau lebih menarik sayang nuansa alam nya lebih terasa"protes Satria
"Kamu pilih dia atau aku" tunjuk Vina pada dirinya
"Siapa?" tanya Satria bingung
"Jangan berlagak tidak bodoh,dia atau aku!" tegas Vina
"Kamu cemburu???"
"Tidak" jawab Vina mengalihkan pandangannya
"Yakin???" goda Satria menarik Vina kedalam pelukannya
"Lepas!!!" pinta Vina sedikit berontak
"Kalau kamu begini membuat aku semakin cinta pada mu"
"Gombal " cebik Vina,hati nya masih kesal dengan kedatangan Ayunda yang tiba-tiba membuat mood nya hancur.
"Apa perempuan itu sering kemarin dulu?" tanya Vina dan di anggukki Satria pelan membuat Vina mengepalkan tangannya emosi.
"Apa saja yang kalian perbuat?"
"Seperti orang pacaran pada umumnya"jawab Satria santai
Vina mengeram kesal tapi membuat Satria makin senang menggoda nya.
"Sudah berapa banyak bekas nya menempel di tubuh mu"
"Hmmmm.......aku lupa" jawab Satria sambil berjalan kearah lemari pakaian dan mengambil satu kemeja tapi di masukan nya kembali.
"Kamu suka??" tanya Vina menahan emosi nya
__ADS_1
"Menurut mu??"tanya Balik Satria
"Semua lelaki sama saja, buaya....!!! menyebalkan" gumam Vina
"Katanya tidak cemburu tapi terus bertanya yang membuat mu marah sendiri"
Satria berjalan pelan ke arah Vina menatap wajah sang Istri yang terlihat kesal.
"Sudah sana, selesai kan pekerjaan mu"usir Vina
"Kamu marah??"
"Tidak!!"
"Jangan di pendam nanti meledak"canda Satria lagi
"Biar saja meledak,biar sekalian menghancurkan apartemen ini karena aku tidak suka banyak sekali bekas perempuan itu"
"Hahaha... semakin kamu galak semakin cantik sayang"
"Aku tak butuh gombalan mu"
"Lalu kamu butuh apa?"
"Harus bagaimana lagi aku membuktikan kesetiaan ku ini sayang,kalau sejenis Ayunda itu bukan kelas mu,dia tak pantas bersaing dengan mu karena kamu lebih segala-galanya dari dia" rayu Satria membuat Vina mengulum senyum nya
"Cie....ada yang cemburu"goda Satria membuat Vina mencubit kecil pinggang suami nya ini
"Aww....sakit sayang"
"Jangan menggodaku,kalau kau pilih dia pergi saja"
"Sayang ampun"
"Aku atau dia!!"
"Ya Kamu lah,mana mungkin dia" jawab Satria cepat sambil menarik Vina kepelukan nya dan menjatuhkan Vina ke ranjang lalu memandangi wajah cantik istri nya ini.
"Kamu perempuan terakhir yang akan menghiasi hidup ku" ucap Satria memegang lembut pipi Vina dan mengecup bibir nya perlahan.
Vina memejamkan mata nya menikmati sentuhan Satria, Satria yang melihat istrinya sudah pasrah mulai menjilati bagian lehernya. hingga meninggal kan beberapa bekas merah.
__ADS_1
Lenguhan panjang keluar dari bibir tipis Vina membuat Satria semakin semangat ingin memulai petualangan nya tapi tiba-tiba ponsel Vina berbunyi membuat Vina mendorong tubuh suaminya ini dan meraih ponselnya membuat Satria sedikit kesal.
"Hallo bun"
"Kalian di mana?? jangan bilang kalau kamu lupa menyampaikan pada Satria"oceh April dari sebrang sana
"Sud-ah bun, sebentar lagi kami ke sana" jawab Vina
Tangan Satria masih mencoba menggerayangi tubuh istrinya ini meskipun Vina sudah berusaha menghindar tapi Satria tetap mendekat.
"Baiklah,oh ya bunda mau minta tolong jemput kue di toko langganan bunda, Satria tau tempat nya"
"I-ya bun,nan-ti a-ku sampai kan pa-da nya" jawab Vina terbata sambil menggigit bibir bawahnya saat Satria memasukan tangan di dalam baju Vina dan meremas pelan p*y*d*r* sang istri.
"Kamu kenapa Vin?? sakit?" tanya April khawatir melihat menantunya menjawab gugup
"Ti-dak bun,,ti-dak hanya saja hmmpp"
"Kenapa??"tanya April lagi
"Sayang aku lepas ya" izin Satria saat melepas pengait bra yang di kenakan April
April yang mendengar ucapan Satria dari sana seakan tau apa yang sedang di lakukan anak dan menantu nya ini..
"Vin,,jangan mau di kerjai anak itu setiap hari,ayo segera berangkat nanti malah keburu malam,toko kue nya malah tutup" ucap April membuat Vina tersadar dan segera bangkit dari ranjang
Vina langsung menutup ponselnya sedangkan April malah terkekeh geli melihat tingkah anak dan menantu nya itu.
"Bunda marah, ayo kita segera bersiap"ajak Vina membuat Satria menggaruk kepalanya frustasi
"Sebentar saja sayang"bujuk Satria
"Aku lelah, bukan kamu janji tidak akan melakukan nya hari ini"
"Tanggung sayang "
"Tidak,ayo bangun nanti bunda marah" ajak Vina menarik tangan Satria yang masih betah duduk di atas ranjang
"Sayang...."rengek Satria
"Tidak!!" jawab Vina tegas melotot kan mata nya galak
__ADS_1
Satria menghela nafas kasar sambil mengacak rambut nya berjalan ke arah lemari pakaian.