
Deringan ponsel membuat Bella terbangun dan menggeliatkan tubuh nya.
"Hallo..."
"Bell kamu di mana,bukan nya semalam kamu bilang mau pulang tapi kenapa sampai pagi ini kamu tidak pulang,kamu di mana nak,apa yang terjadi pada mu"" oceh Adel dari seberang sana, berkali-kali dia menghubungi ponsel Bella semalam tapi tidak di angkat oleh Bella membuat Adel semakin khawatir.
Bella melirik jam yang ada di dinding pukul 8 pagi tanpa dia sadari saat ini dia sedang berada di mana, bahkan ada sesuatu yang menghimpit perut nya.
"Iya ma, sebentar lagi aku pulang" jawab Bella sambil satu tangan memijat keningnya yang masih terasa sakit.
Bella menutup ponselnya lalu ingin segera bangkit tapi Bella menyadari ada sesuatu yang menghimpit perut nya.
"Vi-no" Bella begitu terkejut saat dirinya berada satu ranjang dengan Vino. Bella menyibak selimut nya segera, mulutnya bergetar saat mengetahui dirinya tak mengenakan apapun..
"Astaga apa yang terjadi ?" Air matanya lolos begitu saja,lalu menyingkirkan tangan Vino perlahan,mencoba untuk bangun dari tidurnya tapi kepalanya masih terasa sangat berat jadi ia mengurungkannya.
"Kamu sudah bangun?" Suara serak Vino mengejutkan Bella.
"Sudah tidak panas,syukurlah kamu sudah membaik" Ucap Vino,sambil menyentuh kening Bella.
Bella menatap Vino dengan nanar,Kenapa pria di sampingnya ini bertindak seolah tidak terjadi apa-apa ? Dan itu membuat hati Bella sakit.
"Apa yang terjadi?" Tanya Bella yang sudah mengeluarkan air matanya.
"Hah?!".
"Apa yang terjadi diantara kita ? Kenapa,kenapa aku bisa disini dan kita-" Bella tak mampu melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
"Stttt,jangan menangis. Aku tidak melakukan apapun ! Aku hanya membantumu semalam tidak lebih hanya itu saja!" Jelas Vino ,lalu memeluk Bella
"Membantu apa? kamu sudah mengambil hal yang paling berharga dalam diri ku,aku benci kamu Vin,,,benci" teriak Bella
Bella tidak mengerti mengapa dia bisa berada dalam satu kamar dengan Vino, padahal setau nya dia sedang minum di sebuah kafe tapi kenapa bisa berakhir di sini.
"Ada yang memasukkan obat perangsang di minuman mu,aku hanya mencoba membantu mu Bell dengan segera membawa mu kemari" jelas Vino membuat Bella terdiam
Obat perangsang??? siapa yang setega itu pada nya batin Bella.
"Semalam kamu meminta bantuan pada ku bel untuk melepaskan pakaian mu,maaf aku hanya membantu mu mengeluarkan nya,tapi-ta-pi kamu jangan salah paham Bell,aku tak mengambil kesempatan dalam hal itu aku hanya membantu mu dengan menggunakan tangan tidak yang lain" jelas Vino terbata karena bagaimanapun dia membantu Bella semalam bayangan tubuh mulus Bella tidak bisa dia lupakan apalagi saat Bella mencium nya sangat agresif,Vino sendiri merasa kan bunyi detak jantung nya yang tidak beraturan semalam.
"I'm Still Virgin?" Tanya Bella
"Yeah ! Tentu saja,kamu bisa lihat pakaian ku masih lengkap" Jawab Vino menyibak selimut memperlihatkan tubuhnya yang masih terbalut pakaian lengkap sedangkan Bella menarik kuat selimut untuk menutupi tubuhnya,tapi bagaimana pun juga Bella sangat malu karena dia yang meminta Vino untuk membuka pakaian nya dan Vino bisa melihat jelas lekuk tubuh Bella.
"Bel,jangan malu" ujar Vino saat Bella tertunduk,di angkat nya dagu Bella dan di tatap nya wajah perempuan yang membuat nya menggila ini,bibir tipis Bella yang semalam di rasakan nya ini membuat Vino candu dia memberanikan diri untuk mendekat perlahan dan mengecup nya pelan, semalam mereka melakukan nya dalam keadaan Bella di bawah pengaruh obat perangsang dan pagi ini Vino ingin mengulangi nya lagi dalam Bella keadaan sadar.
Vino meremas lembut benda kenyal yang menggantung di hadapan nya ini membuat Bella tanpa sadar mendesah..
"Aku mencintai mu" bisik Vino pelan membuat Bella tersentak kaget dan mendorong tubuh Vino lalu menarik kembali selimut nya.
"Bell apa yang terjadi??" tanya Vino bingung tiba-tiba Bella mendorong nya
"Kita tidak boleh melakukan ini" ucap Bella
"Kenapa tidak?? kita bukan satu darah Bell,aku bukan anak kandung papa" tegas Vino
__ADS_1
"Tapi tetap saja ini salah,kita tidak punya ikatan apun Vin,aku tidak ingin melakukan *** bebas" ujar Bella
Vino menarik napas panjang dia pikir Bella tak menyukai nya
"Bel,aku mencintaimu....mau kah kau menikah dengan ku?" tanya Vino membuat Bella terdiam,Vino benar-benar lelaki bertanggung jawab.
"Kamu yakin?" tanya Bella
"Ya,, sangat yakin"
Bella mengangguk kan kepala pelan,dia merasa malu saat ini tapi hatinya tidak bisa di bohongi lagi karena dia juga mencintai Vino dan merasa nyaman saat bersama Vino.
Vino memeluk Bella dan mencium puncak kepala perempuan cantik ini
"cepat mandi,kita akan cari tau siapa orang yang sudah memberikan mu obat perangsang"
Bella memeluk tubuh Vino erat
"Tidak perlu" jawab Bella
"Kenapa??" tanya Vino heran
"Untuk apa??? bukan nya karena dia kita bisa tidur bersama dan kamu melamar ku"
"Bukan begitu sayang aku hanya ingin tau siapa pelayanan kafe yang bisa di suap,bagus ini terjadi pada ku jika tadi nya orang itu berhasil meniduri mu aku tidak akan bisa memaafkan diriku seumur hidup" jelas Vino membuat Bella bergedik ngeri membayangkan dirinya di perkosa.
"Ayo mandi sebelum aku lepas kendali menerkam mu" goda Vino sambil menggigit pipi Bella gemas membuat Bella mencubit pinggang Vino pelan
__ADS_1
"Awww..... jangan memancing ku sayang"
Bella segera menarik selimut nya dan bangkit berlari ke kamar mandi.