Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Tolak


__ADS_3

"Kenapa harus aku yah" tolak Devan


"Lalu siapa lagi Van yang harus ayah perintah kan kalau bukan kamu! perusahaan ini nantinya kamu yang akan kelola Van,Keyla perempuan tidak akan bisa mengurus nya" ucap Satria


"Kenapa tidak bisa bukan nya dulu oma Adel juga perempuan yah, buktinya sukses dan mama Bella yang menjalankan nya"jawab Devan tak mau kalah


"Van, dengarkan ucapan ayah mu,kapan lagi kamu belajar Van, usia mu tidak muda lagi, dulu saat ayah seusia mu dia sudah sukses" sahut Vina


"Bun,zaman dulu dan sekarang berbeda bu,dulu ayah belum mengenal dunia apalagi saat ini perempuan cantik-cantik bun tidak sama seperti dulu yang bisa di hitung pakai jari"


"Hey,,kamu jangan asal bicara zaman kami dulu lebih indah dari pada sekarang yang pergaulan nya sudah melebihi batas normal,dulu juga wanita cantik-cantik kalau tidak cantik mana mau ayah mu dengan bunda"ujar Vina sedikit kesal dengan anak sulung nya ini


"Kalau memang zaman dulu banyak wanita cantik kenapa papi Tama harus menikah dengan mommy Nur,dan Mama Bella menikah dengan papa Vino yang notabene nya masih keluarga,itu sudah menandakan kekurangan wanita bun" ucap Devan tak mau kalah, berdebat dengan Devan membuat kepala Vina berdenyut kencang ,anak sulung nya ini tidak akan mau kalah dengan siapapun meskipun itu bunda nya sendiri,Devan memang terkenal pintar berdebat.


"Kenapa jadi membahas ke sana,memang nya kamu mau di jodohkan juga seperti Ardian" potong Satria


"Jangan yah,,cukup kalian saja menikah di lingkaran keluarga jangan aku"jawab Devan cepat


"Ya jelas lah yah anak mu ini menolak,selir-selir nya terlalu banyak di luar sana, sampai-sampai bunda bingung untuk menghapali nya,tiap hari berganti-ganti,kena penyakit kelamin baru kamu tau rasa"kesal Vina

__ADS_1


"Bun...jangan sembarang nyumpahin anak" jawab Devan sambil menutupi bagian bawah nya karena sedikit takut.


"Aku tidak sampai sejauh itu bun,hanya sekedar bermain-main saja"


"Sudah jangan berdebat,mau tidak mau,suka tidak suka Lusa kamu harus berangkat ke Bali,kalau tidak ayah akan meletakkan mu di kafe Papa Vino untuk menjadi koki" tegas Satria


"Jangan Yah,koki itu pekerjaan perempuan " tolak Devan cepat karena memang dia anti akan dapur tidak seperti Vino yang memang menyukai bagian permasakan.


"Makanya berangkat dengan Ardian dan sekretaris nya"


"Sekretaris Ardian?"


"Anisa.....!!! hmmm boleh juga lah yah dari pada berdua dengan Ardian saja" jawab Devan mengangguk kecil, menolak pun juga percuma karena keputusan Satria sudah final tidak akan bisa di ganggu gugat.


****


"Apa tidak bisa di gantikan pi, tidak mungkin kami pergi berdua" tolak Ardian, bagaimana pun juga Ardian tetap lah Ardian, lelaki dengan aura dingin dan gengsi tinggi.


"Bukan berdua, bertiga dengan Devan" jawab Nur sambil meletakkan cemilan di atas meja kerja Tama,saat ini mereka tengah berada di ruangan kerja Tama

__ADS_1


"Devan,kenapa ada Devan pi?"


"Ya... Perusahaan kita bekerja sama dengan perusahaan Ayah Satria dan Devan mewakili nya karena kami tidak bisa meninggalkan opa mu,Opa Damian saat ini sedang sakit tidak mungkin kami anak-anak nya harus pergi" jelas Tama


"Kalau kamu memang tidak mau ya sudah biarkan Nisa pergi bersama Devan" ujar Nur memancing


"Jangan!! aku ikut" jawab Ardian cepat membuat Nur senyum sendiri, seperti nya Ardian mulai membuka hati untuk Nisa karena gerak-gerik nya dua hari ini di pantau oleh Tama tanpa sepengetahuan Ardian.


Nur melirik kearah Tama dan sedikit mencibir, Ardian banyak mewarisi sifat Tama yang memang cuek pada wanita tapi jika sudah cinta akan setia selamanya, berbeda dengan Devan yang memang Playboy seperti opa nya Haikal.


***


"Terkadang aku sampai kewalahan Bun menghadapi Devan" cerita Vina pada April sang mertua


"Kamu tau dulu opa nya menikah sampai tiga kali,tapi Bunda minta itu tidak terjadi pada keturunan nya, karena Satria,Vino mau pun Nur anak yang baik dan tidak ada yang mewarisi sifat Opa nya Haikal"jelas April membuat Vina mengelus dada


Satria suaminya Adalah suami yang sangat bertanggung jawab, meskipun Ayah dan ibu nya memiliki lebih dari satu pasangan masing-masing tapi Satria sampai saat ini tak pernah tergoda oleh perempuan, mungkin ini yang di katakan tak akan pernah hilang darah keturunan,Devan mengikuti jejak opa nya Haikal.


"Lusa dia akan berangkat ke Bali bun bersama Ardian,aku harap sepulang dari Bali dia bisa berubah"harapan Vina dan di anggukki April setuju.

__ADS_1


__ADS_2