Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Season 2


__ADS_3

"Jangan sayang,aku tidak mau,aku ingin anak-anak kita mencari jodoh nya sendiri saja" ujar Damian menolak kalau Tama anak sulungnya harus di jodohkan dengan anak sahabat Adel


"Tapi Vina anak baik sayang,aku kenal baik dengan Mama nya" kekeh Adel


"Belum tentu Tama mau kan,kamu tau sendiri anak sekarang lebih suka mencari jodoh sendiri dari pada di jodohkan, Meskipun Vina anak baik Belum tentu Tama suka" jelas Damian mencoba memberikan pengertian pada Adel, Karena Damian tau jelas resiko jodoh perjodohan tanpa adanya cinta


"Tapi aku ingin Vina jadi menantu kita sayang"


"Meskipun Vina bukan menantu kita nanti kita tetap bisa menganggap nya anak bukan karena dia juga akrab dengan Bella"


"Tapi di coba saja dulu pa siapa tau Tama tertarik pada Vina" ucap Adel yang belum juga menyerah

__ADS_1


Damian mengangkat bahunya tanda menyerahkan semua pada Adel,saat ini Tama sudah berusia 25 tahun, Tama sudah bekerja di perusahaan Damian bahkan menjadi bos nya sedangkan Bella di perusahaan Adel,dua anak kembar ini sangat akur dan pintar,Bella sendiri saat ini belum menikah karena dia masih sibuk mengejar Karir tapi bukan berarti Bella tak memiliki kekasih,Bella memiliki kekasih dari kalangan pebisnis juga hanya saja saat ini mereka masih sama-sama sibuk.


Untuk Satria Kini dia yang memimpin perusahaan Haikal,dan Vino di perusahaan cabang.


Satria,Vino,Tama dan Bella sengat akrab karena mereka sering bertemu bahkan sering liburan bersama.Masa lalu yang dulu sudah dikubur Adel, dia tak mau lagi mengingat masa-masa suram nya bersama Haikal dulu bahkan sampai saat ini April Pun tidak mengetahui kalau Adel pernah menjadi bagian dari hidup Haikal.


"Pagi ma..." ujar Tama mencium pipi kanan Adel, kebiasaan yang tak pernah bisa ditinggalkan Tama setiap pagi dia akan mencium pipi Adel meskipun Damian sering mempelototi nya,Tama justru lebih dekat pada Adel dari pada Damian,ini yang membuat Adel yakin kalau Tama tidak akan menolak keinginan nya untuk di jodohkan dengan Vina anak dari Bella sahabat baik nya, sangking akrab nya sampai-sampai Adel memberikan nama panggilan yang sama untuk anak perempuan nya, setelah puluhan tahun Bella di luar negeri kini dia kembali lagi ke Indonesia dan mengenal kan anak nya pada Adel bahkan meminta Adel untuk menjadi besan nya.


"Pagi bang, sarapan dulu" ujar Adel tersenyum manis sambil mengambil kan beberapa sendok nasi goreng untuk Tama


"Vino buka kafe?" tanya Adel

__ADS_1


"hmmm.... bahkan ini kafe ke dua nya lo ma,yang pertama di Bandung di kelola sama sahabat nya,Vino anak nya baik ma,dia pekerjaan keras,abang salut padanya meskipun bukan anak kandung om Haikal tapi mereka sangat akrab,bahkan Satria tak sedikitpun marah jika Vino di berikan jabatan terkadang Vino sendiri yang menolak nya "


"Memang seharusnya begitu bang dengan saudara,saling bantu...Mama malah nggak tau kalau Vino punya kafe di Bandung, April nggak pernah cerita"


"Dulu Om Haikal pernah mau ngasih Vino jabatan di Perusahaan tapi Vino nolak dia mau buka usaha sendiri dulu, akhirnya dia buka di Bandung tempat dia kuliah,pake uang tabungan dia sendiri ma, tapi tante April nggak mau Vino menetap di Bandung,makanya om Haikal buka cabang lagi untuk Vino di sini tapi atas persetujuan Satria juga" jelas Tama, meskipun mereka sudah cukup dekat tapi Adel tak mencampuri kehidupan Haikal dan April jadi Adel tak begitu tau dengan perkembangan kehidupan mereka apalagi saat ini Adel cukup sibuk mengajar kan Bella dunia bisnis membuat nya tak ada waktu lagi untuk berkumpul,hanya anak-anak mereka yang sering bertemu.


Untuk panggilan Tama merasa Haikal dan April cukup jauh membuat nya memanggil om dan Tante meskipun anak-anak April dan Haikal memanggil Damian dan Adel dengan sebutan Oma dan Opa.


Adel akui memang Vino anak yang sopan, didikan April membuat anak-anak nya santun termasuk Satria.


"Bella mana ma?" tanya Tama yang tidak melihat kembaran nya itu

__ADS_1


"Kemarin Bella pamit ke Bandung ada acara,tapi besok juga pulang" jawab Adel


"Ya sudah kalau begitu abang berangkat ma" pamit Tama pada Adel dan Damian


__ADS_2