Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
kedatangan Vivian


__ADS_3

Vivian berjalan sendiri saat memasuki gedung pesta, meskipun sendiri dia masih terlihat angkuh saat berjalan,dia melihat sekeliling ruangan yang sudah di hias megah tersebut, tampak sosok Keyla yang sedang bergelayut manja di lengan Sam dari kejauhan membuat Vivian sedikit panas.


Vivian mendekat ke arah keluarga ini berkumpul.


"Selamat Di atas pernikahan nya" ucap Vivian mengulur kan tangan nya untuk memberikan ucapan selamat pada Diana dan Devan.


"Terimakasih Vi,aku kira kamu tidak akan datang" sindir Diana


"Mana mungkin aku tidak datang Di,Devan juga pernah menjadi bagian masa lalu ku" jawab Vivian membuat Diana melirik tajam wajah lelaki yang baru saja menjadi suaminya ini.


Devan menggeleng cepat.


"Maksud mu?" tanya Diana


"Mantan calon ipar ku" jawab Vivian terkekeh kecil membuat suasana yang tegang menjadi cair.


"Jangan berlebihan begitu Di,bukan Devan kekasih ku tapi-" Vivian sengaja tak meneruskan ucapannya dia melirik ke arah Sam yang memang sengaja tak melihat nya,Sam sibuk dengan Keyla yang terlihat manja.


"Sekali lagi terimakasih sudah datang Vi, nikmati makanan dan pesta nya" potong Devan

__ADS_1


Vivian sengaja mengambil sedikit jarak pada keluarga mereka,dulu Vivian di sambut baik dalam keluarga ini tapi sejak keputusan nya pergi dari kehidupan Sam membuat nya tak mau di kenal lagi orang Keluarga Sam.


"Mau itu kak" pinta Keyla menunjuk kue pie yang ada di meja


Sam segera mengambil nya dan menyuapi Key membuat Vivian menghela nafas berat, sebenarnya Vivian tidak ingin datang tapi dia berusaha kuat untuk melihat kebenaran ini, Vivian masih tak percaya kalau Keyla dan Sam sudah menikah.


"Mau makan nasi Sayang?" tanya Sam


"Tidak...perut Key tiba-tiba mual mencium bau nasi kak" ucap Key


"Mungkin masuk angin sayang,dari semalam kamu tidak istirahat sibuk ikut menyiapkan semua ini" jawab Sam


"Aku pikir kamu pernah jalan dengan Vivian " ucap Diana setengah berbisik


"Bisa saja kan,bukan nya buaya nggak pernah pilih-pilih daging, apalagi di sia-sia kan"


"Daging nya seperti apa dulu,kalau daging nya seperti Vivian ya aku tolak lah, jelas-jelas dia cewek matre" ketus Devan


"Kali aja kamu nggak punya mata"

__ADS_1


"Mata batin pun aku punya yang" jawab Devan lagi


"Kenapa pulang cepat Nis?" tanya Kiara yang melihat Nisa dan Ardian akan pamit


"Seperti nya aku kurang enak badan Ki, mungkin terlalu lelah karena semalam terlalu bersemangat menyiapkan semua nya" jawab Nisa


"Nanti malam kami kemarin lagi, biarkan Nisa istirahat dulu Ki,takut nya malah drop" ucap Ardian


"Ya sudah hati-hati di jalan ya,atau mau menginap di sini saja" tawar Devan


"Nggak usah takut nya malah nyaman nggak ingat pulang lagi" canda Nisa sedikit terkekeh kecil


"Kalau kak Nisa pulang kami juga pulang ya kak" sahut Keyla dan diangguki Sam


"Ngak ada.... palingan kalian mau mesra-mesraan di rumah" tolak Devan


"Enak saja kalian kami yang pengantin baru malah kalian yang mau belah duren sekarang" celetuk Devan membuat Keyla dan Sam senyum-senyum sendiri.


"Kata oma belum ada yang boleh pulang acaranya masih panjang" lanjut Devan membuat Keyla sedikit cemberut,ntah kenapa perempuan cantik itu malah ingin tidur bersama suaminya saat ini, Beberapa hari ini Keyla justru tak bisa tidur jika tidak ada Sam di sebelah nya baik itu tidur siang maupun malam hari dan pagi nya wajib Sam mencium bibir nya terlebih dahulu saat bangun.

__ADS_1


Terkadang Sam geli sendiri dengan permintaan aneh istri nya ini,tapi mau bagaimana lagi jika di tolak Key bisa marah bahkan merajuk pada nya.


Di sepanjang pesta Vivian terus memperhatikan gerak-gerik Sam dan Keyla dan pada akhirnya Vivian harus mengakui kekalahan nya,tanpa pamit Vivian meninggalkan pesta.


__ADS_2