Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
rujuk


__ADS_3

" Ting"


ponsel Haikal berbunyi, lelaki yang sedang serius untuk bekerja itu segera membuka nya


"Mas,aku ingin bertemu membahas tentang Satria"


"Karin......kenapa tiba-tiba dia ingin bertemu,apa dia ingin mengambil Satria dari ku" gumam Haikal


"Tentukan tempat nya" balas Haikal cepat


****


"Rujuk....! kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan" ujar Haikal dan di balas anggukkan oleh Karin


"Tidak semudah itu rin,lagi pula aku tak mencintaimu lagi jadi untuk apa kita rujuk" ketus Haikal


"Mas ini semua demi Satria anak kita mas,aku janji akan merubah kelakuan ku,aku akan berusaha membuat kalian bahagia" mohon Karin bersujud di bawah

__ADS_1


"Rin,,jangan begini bangun....!! kenapa tidak dari dulu kamu merubah sikap mu?"


"Mas,aku tidak akan bangun sebelum kamu mau menerima ku" ucap Karin terus mengisak


"Aku tidak bisa rin, Sekarang kita sudah berbeda,kamu dengan kehidupan mu aku dengan kehidupan ku,lagi pula aku tak berniat menikah lagi sekarang,biarlah Satria dengan kehidupan nya sekarang jika kamu ingin melihat nya aku tidak melarang mu tapi jika untuk rujuk kembali aku tidak bisa,maaf" tegas Haikal


" Mas beri aku satu kesempatan"


"Dulu aku sudah berkali-kali memberikan mu kesempatan,bahkan aku tak ingin menceraikan mu tapi kau kekeh dengan kelakuan mu di luar sana.Maaf aku tidak bisa" jawab Haikal lalu pergi,tadi Karin yang menghubunginya untuk berbicara serius mengenai Satria tapi kenapa dia malah berbicara tentang rujuk


Karin mengepalkan tangannya kesal,siapa lagi orang yang harus dia datangi agar ada yang bisa bertanggung jawab dengan kehamilan nya ini, bagaimana pun dia akan malu jika melahirkan tanpa suami, ibunya pun tidak tau tentang hal ini,Karin mengusap wajah nya kasar


Haikal memilih untuk pulang siang ini kepalanya sedikit berdenyut karena kedatangan Karin secara tiba-tiba hanya membahas rujuk,dia tak ingin mengulangi kesalahannya lagi dengan kembali pada Karin karena saat ini dia sudah hidup lebih nyaman meskipun hatinya kosong.


****


"Papa pulang" pekik Adel pada dua bocah yang sedang asik bermain di depan televisi

__ADS_1


"Sayang papa" panggil Damian langsung bergabung bersama keluarga kecil nya ini,Damian mencium kening Adel dan mengambil dua bocah yang sedang aktif-aktif nya ini.


Adel tersenyum kecil melihat Tama dan Bella terkekeh geli di cium oleh papa mereka,Damian memang tak pernah lupa untuk mencium kening Adel setiap pulang dia lelaki yang selalu bersikap manis pada istrinya.


"Del,malam ini kita dapat undangan makan malam dari mas Heru" ucap Damian


"Papa??" tanya Adel memastikan


"Hmmmm.... beliau minta kita sekeluarga ke sana" jawab Damian


"Tapi kenapa tiba-tiba sayang,aku tidak ada persiapan" ucap Adel, sebenarnya Adel takut bertemu mantan mertua nya itu,dia belum siap mendengar sindiran pedas dari mantan mertua nya bu Fatma


"Tidak perlu persiapan,mas Heru hanya ingin menjalin silaturahmi kembali,dia ingin melihat Tama dan Bella bagaimana pun juga di kakak ku sayang"


Adel tampak berpikir sejenak, meskipun ragu benar yang di katakan Damian, mereka berkeluarga


"Baiklah aku akan bersiap" jawab Adel pasrah, mungkin ini juga sudah waktunya dia bertemu bu Fatma kembali dengan status ipar bukan ibu mertua

__ADS_1


Ada hal yang menggelitik memang dengan situasi saat ini tapi jika mengingat pengkhianat Haikal dulu justru Adel merasa bahagia sekarang, apalagi kehidupan Haikal saat ini jauh dari impian nya.


__ADS_2