
Malam ini Anisa hanya mengenakan celana panjang dan kaos oblong,gaya santai yang di perlihatkan nya malam ini karena memang Anisa tak berniat pergi ke party yang di katakan Devan tadi.
Ting tong.....
Bel berbunyi membuat Anisa harus berdiri,dia tau kalau itu Devan yang akan mengajak nya pergi,Anisa berjalan pelan dia malas-malasan membuka pintu karena memang tak berniat ikut.
"Kamu??" ujar Nisa sedikit terkejut karena bukan Devan tapi Ardian,apa benar lelaki ini akan mengajak nya pergi seperti yang di katakan nya siang tadi.
"Ya....apa kamu berharap Devan yang akan datang untuk menjemput mu?" tanya Ardian
"Aku sedang tidak ingin berdebat Ar,jika hanya ingin membuat keributan tidak usah datang ke kamar ku"
"Kamu mengusir ku?" tanya Ardian
"Ar....aku ke sini untuk bekerja bukan untuk yang lain,beban di kepala ku sudah banyak,jadi tolong jangan menambahkan nya lagi" oceh Nisa membuat Ardian tiba-tiba teringat akan ibu Anisa yang sedang sakit di Jakarta.
"Maaf" ucap Ardian pelan membuat Anisa terdiam,apa benar di hadapan nya ini seorang Ardian,wakil CEO nya??
Tidak pernah Ardian mengucapkan kata maaf meskipun kesalahan besar yang dia lakukan,tapi kali ini Ardian mengucapkan nya.
"Ada apa kamu kemari?" tanya Nisa
"Kamu tidak mengizinkan ku masuk terlebih dahulu?" tanya balik Ardian
__ADS_1
Nisa membuka pintu kamar sedikit lebar dan mempersilakan Ardian masuk.
"Nyaman...kamar nya cukup nyaman" ucap Ardian melihat kiri-kanan
"Apa kamar kita berbeda? seperti nya dalam pemesanan sama" ujar Nisa
Ardian duduk di sofa yang ada di dalam kamar dan menyetel siaran televisi
"Aku hanya ingin kamu temani menonton malam ini"
"Nonton??? di mana?" tanya Nisa sedikit bahagia
"Di sini! di kamar ini... seperti nya ada film favorit ku"jawab Ardian dengan tampang polos nya
Nisa menghembuskan nafas panjang,dia kira akan ada kencan di luar sana.
Ardian menepuk sofa untuk meminta Nisa duduk di sebelah nya, Ardian menyetel film action kesukaan nya membuat Nisa menguap beberapa kali..
Ponsel Nisa berbunyi,nama Devan tertera di sana membuat Nisa menatap Ardian sejenak,saat Nisa ingin mengambil ponselnya Ardian langsung merebut nya dan mengangkat.
"Nisa sedang bersama ku, jangan di ganggu"Ardian langsung mematikan ponsel nya
"Kembali kan" pinta Nisa tapi Ardian menyembunyikan nya di samping tempat dia duduk
__ADS_1
"Ar... kembali kan ponsel ku" pinta Nisa
"Selesai nonton " jawab Ardian
"Kamu saja yang menonton, kembali kan ponsel ku" rengek Nisa tapi tak di dengar kan Ardian
Nisa mendekat ingin meraih ponselnya tapi Ardian malah menarik nya hingga Nisa jatuh kedalam pelukan Ardian membuat Nisa gugup bukan main saat lelaki dingin ini menatap mata nya lekat.
Ardian mendekat kan bibir nya ke bibir mungil Nisa dan menempelkan nya pelan,Nisa sama sekali tak merespon ciuman dari Ardian hingga Ardian menjauhkan wajahnya sejenak lalu mencium kembali pelan dan merangkul pinggang Nisa erat.
Bersamaan dengan ciuman Ardian, pintu kamar Nisa terbuka membuat Devan berteriak melihat adegan tak senonoh di hadapan nya.
"Aaakkkk....."
Nisa segera menjauh dari Ardian dan mengelap bibirnya.
"Loe kenapa?" tanya Ardian
"Loe yang kenapa? katanya nggak mau sama Nisa tapi di sosor juga"
"Ini nggak seperti yang kamu lihat Van,tadi itu-"
"Nggak perlu di jelaskan Nis,gue bukan anak Tk yang percaya begitu saja"ucap Devan kesal lalu segera meninggalkan kamar Nisa
__ADS_1
Ardian terlihat santai menanggapi nya tapi berbeda dengan Nisa yang mulia canggung dengan situasi ini.
"Aku tidur di ranjang, kalau masih mau menonton silahkan,aku mengantuk" ujar Nisa segera berjalan kearah ranjang menarik selimut nya, perasaan Nisa saat ini bercampur aduk,ada perasaan malu,ada perasaan senang ada juga perasaan kesal.